Terpapar COVID-19, Dokter Gesti Meninggal Usai Berjuang Melahirkan

Selamat jalan, terima kasih atas dedikasimu, dok!

dr Gesti Wira Nugrahyekti. Dok. Istimewa.

Surabaya, IDN Times - Kabar duka mendalam kembali tersiar dari dunia medis Jawa Timur. Seorang dokter meninggal dunia akibat terinfeksi COVID-19. Tak hanya itu, dokter residen ini meninggal setelah berjuang melahirkan buah hatinya.

Baca Juga: Varian Lambda Bikin Was-was, Ini Kata Pakar Unair

1. Dokter Gesti meninggal dunia setelah melahirkan dalam keadaan positif COVID-19

Penghormatan untuk almarhumah

Dokter yang gugur dalam tugasnya tersebut adalah dr Gesti Wira Nugrahyekti. Ia merupakan mahasiswi Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga yang sehari-hari bertugas di RSUD dr Soetomo. Gesti meninggal dunia setelah bergulat dengan infeksi COVID-19 yang ia terima saat sedang mengandung. Alhasil, Gesti terpaksa melahirkan sebelum waktunya pada 3 Juli 2021. Ternyata, ia gugur dan meninggal dunia tiga pekan setelah melahirkan.

"Kami memberikan penghormatan terakhir kepada pahlawan kesehatan yang gugur di masa perang ini, bersama di Aula Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga," ujar Dekan FK Unair Prof dr Budi Santoso, Jumat (23/7/2021).

2. Dikenal sebagai dokter yang ceria dan gesit

dr Gesti Wira Nugrahyekti. Dok. Istimewa.

Dalam upacara penghormatan terakhir Gesti, mendiang dikenal sebagai pribadi yang periang dan supel. Ia memiliki etos kerja tingga dan gesit. Saat ini, Gesti merupakan mahasiswa PPDS Departemen Anestesiologi FK Unair Angkatan Tahun 2021.

Sayangnya, belum setahun Gesti menyicip masa residen, ia telah gugur dalam perang melawan pandemik COVID-19. Gesti yang masih berusia 25 tahun ini meninggalkan buah hatinya bersama sang suami, Sunni Nugraha Priadi.

"Meski lahir prematur, bayi Ananda Dokter Gesti dalam keadaan sehat," sambung Budi.

3. Kondisi kesehatan memburuk setelah melahirkan secara prematur

Gesti diketahui terpapar COVID-19 dalam masa mengandung. Ia pun melahirkan bayinya secara prematur pada 3 Juli 2021. Rupanya, infeksi COVID-19 yang menyerang tubuhnya membuat proses pemulihan dari masa kelahiran berlangsung alot. Pada tanggal 14 Juli, Gesti terus melemah dan harus memakai alat bantu pernafasan. Keesokan harinya, ia mengalami gagal jantung akut.

Kondisi tubuh Gesti terus menurun setiap hari. Pada 17 Juli 2021, ia mengalami syok septik. Hingga akhirnya, ia dinyatakan meninggal duia pada 22 Juli 2021 pukul 17.46 di Ruang Isolasi Khusus (RIK1) RSUD dr Soetomo, tempatnya mengabdi.

"Dokter Gesti adalah salah satu putra terbaik FK Unair. Beliau baru saja diterima sebagai PPDS Anestesi pada periode Januari 2021. Kami merasakan duka cita yang mendalam. Semoga pengabdiannya selama ini diganjar dengan tempat terbaik di sisi-Nya," tutur Budi.

Baca Juga: BOR di Surabaya Penuh, 124 Dokter Terpapar COVID-19

Berita Terkini Lainnya