Sidoarjo, IDN Times - Memasuki awal 2026, potensi cuaca ekstrem menjadi perhatian serius Bandara Internasional Juanda di tengah tingginya aktivitas penerbangan sepanjang 2025. Pengelola bandara menegaskan penguatan mitigasi dilakukan untuk memastikan keselamatan dan keamanan operasional penerbangan.
General Manager Bandara Internasional Juanda, Muhammad Tohir, menyampaikan sepanjang 2025 Juanda melayani 13,5 juta penumpang dengan total 92 ribu pergerakan pesawat. Pergerakan tersebut didominasi penerbangan domestik dengan 11,1 juta penumpang dan 78 ribu penerbangan atau flight, sementara penerbangan internasional mencapai 2,4 juta penumpang dengan 14 ribu flight. “Secara keseluruhan, jumlah pergerakan penumpang dan pesawat pada 2025 relatif sama dengan tahun 2024,” ujar Tohir.
Meski trafik penerbangan terjaga stabil, Tohir menegaskan kondisi cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi di awal tahun menjadi fokus utama pengelola bandara. Untuk itu, Bandara Juanda memperkuat koordinasi lintas instansi guna mengantisipasi dampak cuaca terhadap keselamatan penerbangan.
“Memasuki awal 2026, kami meningkatkan koordinasi intensif dengan Lanudal Juanda, Otoritas Bandara Wilayah III, AirNav Surabaya, BMKG Juanda, maskapai, hingga ground handling,” kata Tohir.
Langkah mitigasi yang dilakukan antara lain peningkatan koordinasi real-time dengan BMKG Juanda terkait informasi cuaca ekstrem, pengetatan pemeriksaan fasilitas terminal dan sisi udara, serta memastikan penerapan standar operasional prosedur (SOP) penanganan cuaca ekstrem berjalan optimal.
“Seluruh langkah ini kami lakukan untuk memastikan operasional bandara tetap mengedepankan aspek keamanan, keselamatan, dan pelayanan, khususnya saat cuaca ekstrem berpotensi mengganggu penerbangan maupun area publik,” tegasnya.
Di sisi lain, Bandara Juanda juga mencatat pengembangan konektivitas penerbangan sepanjang 2025 dengan melayani total 43 rute, terdiri dari 32 rute domestik dan 11 rute internasional. Sejumlah rute baru dan rute re-operate turut memperkuat peran Juanda sebagai hub penerbangan di Jatim.
Untuk 2026, Tohir menyatakan Bandara Juanda akan terus memperkuat konektivitas penerbangan sekaligus memastikan kesiapsiagaan menghadapi tantangan cuaca ekstrem. “Kami terus membangun kolaborasi agar konektivitas penerbangan semakin efisien, tanpa mengesampingkan faktor keselamatan sebagai prioritas utama,” pungkasnya.
Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Trafik Penerbangan Tinggi, Bandara Juanda Waspadai Cuaca Ekstrem

Kondisi angin kencang di Bandara Juanda. Dok. Istimewa.
Intinya sih...
Bandara Juanda waspadai cuaca ekstrem di awal 2026 karena tingginya aktivitas penerbangan sepanjang 2025.
Pengelola bandara memperkuat mitigasi dan koordinasi lintas instansi untuk mengantisipasi dampak cuaca terhadap keselamatan penerbangan.
Bandara Juanda mencatat pengembangan konektivitas penerbangan sepanjang 2025 dengan melayani total 43 rute, termasuk rute baru dan re-operate.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)
Editorial Team
EditorFaiz Nashrillah
Follow Us