Malang, IDN Times - Ada yang berbeda dari pedestrian Jalan Jenderal Basuki Rahmat, Kota Malang. Di tembok salah satu ruko pedestrian Kayutangan Heritage sebelah selatan sebelum memasuki perempatan Rajabali terlihat mural sosok pria tua, yang tergambar jelas dengan tinta hitam, putih, dan latar hijau.
Bagi warga malang, sosoknya tak asing. Wajah tua dengan kerutan lelah tergambar jelas di rautnya. Namun, tatapan matanya penuh tekad dan fokus pada satu tujuan.
Ternyata mural tersebut adalah wajah Kakek Arifin yang kisahnya cintanya melegenda di Kota Malang. Kisah Kakek Arifin viral pada April 2017 karena konon ia menunggu kekasihnya hingga akhir hayatnya di lokasi yang sama selama bertahun-tahun, di tempat mural tersebut tergambar.
Kisah Kakek Arifin menjadi inspirasi bagi warga Malang bahwa cinta yang dimiliki pria renta ini tidak pernah tergerus zaman. Ia menunggu sang pujaan hati meskipun tubuhnya kian bungkuk.