Surabaya, IDN Times - Dekan Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga (UNAIR), Prof Budi Santoso menyebut, tren event lari yang belakangan digemari masyarakat dapat mencegah risiko diabetes.
Pria yang akrab disapa Prof Bus ini mengatakan, angka diabetes dikalangan masyarakat semakin meningkat setiap tahunnya. Penyebabnya adalah obesitas atau kegemukan.
"Angka obesitas di indonesia meningkat 20 sampai 30 persen di Indonesia dan akhirnya angka resistensi insulin ikut meningkat, jadi sel sudah tidak peka terhadap hormon insulin, akhirnya angka diabet meningkat," ujar Prof Bus.
Dirinya menyebut, diabetes adalah penyakit yang dapat dicegah, khususnya diabetes tipe 2. Sementara tipe 1 tidak dapat dicegah karena pankreas sudah rusak.
"Kalau tipe 2 itu awalnya normal tapi karena pola hidup, gemuk dan terjadi obesitas bisa mengalami diabetes," terang dia.
Olahraga sangat penting dilakukan untuk menurunkan resiko tersebut. Salah satunya adalah olahraga lari yang dapat dilakukan dengan sangat mudah dan praktis.
"Angka diabetes meningkat langkah preventifnya adalah dengan excersise dan menganggap olahrga lagi adalah yang paling praktis, tidak membutuhkan waktu khusus, kostum khusus, tidak tempat khusus dan masyarakat banyak juga menyukai lari," tutur dia.
Dirinya menuturkan, dengan pola gaya hidup sehat seperti olahraga, maka akan membatasi diet seseorang. Sebab mereka yang obisitas dihitung body max indeks, kalau sudah diatas 25 per kilogram meter persegi itu sudah overweight.
"Kalau kita olahraga, mencegah makan menurunkan 10 persen tadi, tingkat kebugaran kita akan membaik, resiko-resiko lain terhadap resistensi insulin akan membaik dengan menurunkan berat badan," jelas dia.
Sebagai salah satu sosialisasi kesehatan dalam upaya mencegah diabetes, FK Unair juga bakal menggelar event olahraga lari dengan tema 'Surabaya Medic Air Run 2024'. Event lari berskala Nasional ini akan digelar pada 24 Mei 2024 mendatang.
Pihaknya menarget 3000 orang ikut serta dalam event tersebut. Karena semakin banyak yang ikut, semakin banyak yang bergerak untuk menghindari resistensi insulin.
"Kami sebelumnya memang sempat ingin menaikan menjadi half maraton, tapi mengingat persiapannya akan semakin banyak, kami fokus mengajak masyarakat untuk bergerak dulu. Kedepannya kami berharap event ini bisa mengantikan Surabaya Maraton yang lama absen," pungkas dia.