Siswa SMK Negeri 12 Surabaya saat memproduksi limbah kulit jadi gantungan kunci. (IDN Times/Khusnul Hasana)
Menurut Firman, selama ini praktik di jurusan kriya kulit cukup makan biaya. Hal tersebut karena bahannya yang mahal. Sehingga, kerjasa dengan industri adalah salah satu cara untuk menyiadakan bahan.
"Kita sudah kerjasama dengan brand lokal Revolt Industry, Verne Industry. Yang baru full (penuh dikerjakan siswa) baru Jim Joker. Yang lain baru kerja sama pemagangan dan penerimaan pegawai atau karyawan yang terserap,” terangnya.
Sementara itu, Marketing Manager Jim Joker Samuel Adidharma Lukito mengatakan, pihaknya berusaha untuk tidak membuang limbah sisa produksi sepatu dengan cara kerjasama dengan SMKN 12 Surabaya. Di samping tak terbuang sia-sia, bahan tersebut juga menjadi sarana belajar siswa.
"Kita menemukan banyak limbah yang gak bisa dipakai produksi alas kaki, karena susah dijadikan sepatu dan sandal," kata Samuel.
Setidaknya ada sebanyak 200 marchendise gantungan kunci beruluran enam kali tiga yang ia pesan kepada SMKN 12 Surabaya. 200 marchendise itu nantinya akan dijadikan hadiah kepada cuatomer yang membeli produk Jim Joker.
"Ini baru pertama jadi cari produk yang mudah dahulu. Dilihat bagaimana kelanjutan, apakah produk ini bisa jangka panjang maka bisa produk model lain," pungkas dia.