Damkar Kabupaten Malang saat memadamkan api di Kecamatan Kasembon. (Damkar Kabupaten Malang)
Maskur mengaku punya berbagai pengalaman berkesan sepanjang menjalani profesi ini. Salah satunya pada tahun 201. Saat itu ada kebakaran di salah satu pabrik pengolahan limbah di Desa Ketindan, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang. Kebakaran ini disebabkan korsleting listrik yang membakar limbah-limbah seperti plastik, kertas, sampai tembakau rokok.
Yang membuat kebakaran saat itu luar biasa adalah total waktu yang dibutuhkan untuk pemadaman api sampai seminggu. Tapi ia mengatakan sebenarnya api mulai mengecil setelah 3 hari usaha pemadaman. Selama 3 hari, Maskur dan kawan-kawannya tidak pulang ke rumah, sehingga harus tidur di lokasi kebakaran.
"Kita tidak bisa meninggalkan lokasi karena apinya masih besar, bahkan saat tidur kami tetap pegang selang. Kita gantian juga cuma sebentar, karena ada waktu landai cuma 1-2 jam, tapi kemudian bara apinya besar lagi," kenangnya sambil tertawa.
Yang jadi semakin mendebarkan adalah loaksi pabrik yang berdekatan dengan rumah-rumah warga. Warga sekitar yang panik berteriak-teriak meminta petugas damkar segera mematikan api.
Namun, yang paling membuat pria 51 tahun ini terenyuh adalah kekompakan para rekan-rekannya. Bahwa ternyata ia tidak bisa bekerjasama sendirian saja untuk memadamkan api. "Kita harus kompak agar cepat selesai, kalu kita sendiri karena setiap orang punya peran sendiri-sendiri," bebernya.