Surabaya, IDN Times - Musisi seperti Keysa Levronka, Konten Kreator Bayj Skak, Komika Arie Keriting, Najwa Shihab hingga Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf RI) Sandiaga Salahuddin Uno hadir dan memeriahkan festival Generasi Happy yang digelar oleh Tri, Sabtu (12/8/2023).
Dalam festival yang digelar di Parkir Timur Delta Plaza Surabaya ini, Tri mengajak generasi Z untuk bijak dalam menggunakan sosial media. Tri pun menggandeng Mata Najwa dan menggelar talkshow yang berjudul "Gak Gengsi Jaga Tradisi,"
Usai Talkshow dengan Najwa Shihab, Menparekraf RI, Sandiaga mengatakan, Ekonomi Kreatif menjadi lokomotif penggerak ekonomi dengan posisi terbesar di dunia. Ekonomi kreatif di Indonesia berkontribusi 7,9 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang mampu menghasilkan 24 lapangan kerja baru.
"Kami ke depan berharpa anak muda kami meningkatkan kemampuan mereka menciptakan dorong ekonomi, baik itu konten lokal maupun talenta terbaik anak bangsa sehingga neraca ekraf Indonesia meningkat dan suatu saat Indonesia bisa mengungguli negara lain dan bisa menjadi kontributor ekonomi kita menggantikan ekonomi ekstraktif karena ekraf adalah ekonomi masa depan," ujar Sandi.
Di industri digital, pihaknya menarget bisa meningkat dari tahun lalu. Di tahun lalu mencapai USD75 miliar, tahun ini ditarget mencapai USD135 miliar.
"Dan ini bagian dari penciptaan 4,4 juta lapangan kerja baru di tahun 2024," pungkas dia.
Terpisah, District Operation Head of Region East Java and Bali Nusra Tri, Vega Sumampouw mengatakan, melalui festival Generasi Happy, Tri berkomitmen untuk mengajak generasi Z bijak dalam dunia digital. Sehingga hal buruk dalam dunia digital bisa diperangi.
"Kita benar-benar sedikitnya memerangi hal-hal yang tidak benar di dalam digital kita yang saat ini terjadi. Yang seperti saya sebutkan, ada hoax, flexing dan siber bullying," ujar dia.
Cara memerangi hal buruk di dunia digital adalah dengan menggelar acara-acara yang positif bagi anak muda. Seperti kegiatan pengembangan diri yang digelar Tri di sejumlah sekolah.
"Ada literasi digital, pengembang diri, self development untuk gen Z, akademik, untim pembelajaran para gen Z, untuk lebih positif, dan pastinya entertainment," pungkas dia.