Comscore Tracker

Berusia 26 Tahun, Nastiti Sudah Sandang Gelar Doktor dengan IPK 4,00

#MillennialsInspiratif Semoga memotivasi perempuan lainnya

#MillennialsInspiratif merupakan rubrik khusus yang mengangkat sosok millennials berpengaruh di Jawa Timur. Mereka mendapatkan pengakuan publik lewat buah pikir dan karya. Lewat rubrik ini kami ingin mengabarkan bahwa generasi ini tak sekadar ada, tapi juga berkarya dan memberi makna.

Tuban, IDN Times- Di usianya yang masih cukup muda, Nastiti Intan Permata Sari (26), sudah menyandang gelar sebagai doktor di Universitas Airlangga Surabaya. Gadis kelahiran kota brem, Madiun ini juga memperoleh nilai Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 4,00. 

Untuk memperoleh gelar yang saat ini ia gapai tidaklah mudah. Nastiti harus menebusnya dengan cara yang tak biasa. mulai belajar intens, membaca buku bahkan harus menunda waktu tidur malamnya.

Baca Juga: Fuad Fahmi, Millennial yang Pilih Jalan Merdekakan Warga Pinggiran

1. 3,5 tahun menempuh pendidikan S1

Berusia 26 Tahun, Nastiti Sudah Sandang Gelar Doktor dengan IPK 4,00IDN Times/ Istimewa

Saat masuk di perguruan tinggi negeri di Unair Surabaya, Nastiti yang kala itu mengambil program studi (prodi) Biologi Fakuktas Sains dan Teknologi (FST) S1-nya, hanya butuh waktu 3,5 tahun untuk bisa merampungkan kuliah. Tugas kuliah ia selesaikan dengan baik, meski saat itu ia juga aktif di berbagai Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan Himpunan Mahasiswa. "Dulu waktu S1  aktif di kegiatan Resimen mahasiswa, selama mengikuti kegiatan itu, justru saya bisa melatih diri untuk bisa hidup disiplin," katanya saat dihubungi, IDN Times, Sabtu (17/8).

2. Yang terpenting disiplin

Berusia 26 Tahun, Nastiti Sudah Sandang Gelar Doktor dengan IPK 4,00IDN Times/ Istimewa

Sejak bergabung dengan UMK Resimen Mahasiswa, Nastiti bisa membiasakan hidup disiplin, mandiri serta berjiwa sosial yang tinggi. Melalui kegiatan itulah akhirnya jiwa semangat Nastiti bergelora hingga akhirnya ia sukses menyelesaikan kuliahnya.

Sebenarnya ada berbagai UKM yang diikuti seperti UKM Penalaran dan UKM Karawitan, namun Nastiti menjatuhkan pilihan di UKM Resimen Mahasiswa (Menwa). "UKM Menwa adalah yang paling berkesan saya. Sebab, mengajarkan bagaimana disiplin waktu, tidak hanya mahir dalam beroganisasi namun juga mahir dalam ilmu pendidikan," imbuhnya.

3. Gelar S2 di tempuh waktu 1,5 tahun

Berusia 26 Tahun, Nastiti Sudah Sandang Gelar Doktor dengan IPK 4,00IDN Times/ Istimewa

Usai menyelesaikan pendidikan S1 nya, Nastiti lantas melanjutkan S2 Program Magister Kedokteran Tropis, jurusan yang ia pilih tidak sama pada saat ia menimba ilmu di S1. Namun, berkat keuletan dan kerja keras, program S2 ia bisa selesaikan dengan tempo waktu 1,5 tahun.

"Dulu waktu selesai kuliah S1, saya mencoba mengikuti program beasiswa Pascasarjana dan akhirnya saya lulus 1,5 tahun. Karena masuk program doktor dan saya salah satu dari mahasiswa yang terpilih, akhirnya saya melanjutkan pendidikan lagi," katanya.

4. Bersaing dengan sejumlah mahasiswa lainnya

Berusia 26 Tahun, Nastiti Sudah Sandang Gelar Doktor dengan IPK 4,00IDN Times/ Istimewa

Untuk memperoleh Program beasiswa Pendidikan Magister Menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU)  tidaklah mudah. Mahasiswa yang mengikuti program ini harus menyerahkan proposal dan melewati seleksi secara ketat. Mengingat, salah satu syaratnya mahasiwa bisa terakomodir dalam program beasiswa ini adalah mengajukan proposal. Namun berkat dukungan dari berbagai pihak termaksud orang tua, Nastiti mampu lolos dan mendapat beasiswa tersebut. “Banyak syarat yang harus dipenuhi. Berkat dukungan dari orang tua dan dosen pembimbing, saya berhasil," ujar dia.

5. Melakukan penelitian Tuberkulosis di Jepang

Berusia 26 Tahun, Nastiti Sudah Sandang Gelar Doktor dengan IPK 4,00IDN Times/ Istimewa

Saat menjalani studi di tahun 2017, Nastiti melakukan penelitian tentang metode molekuler untuk identifikasi bakteri penyebab Tuberkulosis paru di Kyoto University, Jepang. Kemudian di tahun selanjutnya ia kembali ke Jepang untuk melanjutkan penelitian di Nara Institute of Science and Technology.

Penelitian tersebut bertujuan menyelesaikan disertasi yang ia kerjakan. “Alhamdulillah hasil penelitian saya diterima di jurnal Q2 Scopus BMC research notes dan saya dinyatakan lulus doktor pada 1 Agustus 2019 kemarin,” jelasnya.

6. Menu wajib kolak kacang hijau

Berusia 26 Tahun, Nastiti Sudah Sandang Gelar Doktor dengan IPK 4,00IDN Times/ Istimewa

Di balik kesuksesan yang ia raih, tentu peran kedua orangtua sangat berarti. Di samping itu, faktor makanan juga menjadi penentu. Nastiti bercerita kepada IDN Times jika menu yang wajib ia makan setiap harinya untuk menunjang stamina tubuh adalah kolak kacang hijau.

Menu ini dipercaya dapat meningkatkan tenaga, apalagi saat menyelesaikan program doktornya Nastiti acap kali begadang hingga larut malam. Selain itu makanan yang menjadi makanan andalannya adalah bakso kikil. "Hobi renang dan lari-lari, dulu pernah mau mengikuti kegiatan silat tapi tidak diperbolehkan," pungkasnya.

Baca Juga: Rendra Anugraha, Doktor Berusia 24 Tahun dengan IPK 3,95

Topic:

  • Faiz Nashrillah

Just For You