Anggota Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya, Bripka Aminulla yang dirikan sekolah untuk anak yatim (IDN Times/Khusnul Hasana).
Seiring berjalannya waktu, semakin banyak rekannya di Polrestabes Surabaya mengetahui kegiatan positif Amin. Mereka pun terkadang menitipkan sedikit rejeki kepada Amin untuk operasional yayasan.
"Awalnya cuma teman-teman di Reskrim saja, sekarang sudah banyak yang tau, mereka meyisihkan gajinya ke saya untuk yayasan. Saya juga dapat dukungan dari komandan dari pimpinan saya," jelas Amin.
Setidaknya sekarang sudah ada sekitar 150 anak yang Amin didik di yayasan tersebut. 50 persen lebih dari mereka merupakan anak kurang mampu.
Gajinya sebagai polisi tentu tidak cukup jika harus menghidupi lembaga pendidikan itu sendirian. Dia harus mencari tambahan lain agar anak-anak di yayasannya tetep berlanjut, ia pun harus bekerja sampingan seperti beternak hingga berjualan.
"Gaji pokok polisi cuma Rp3 juta, kalau sama uang makan total bisa Rp5 juta tapi ada keberkahan," terangnya.
Amin berharap, yayasan yang ia dirikan itu bisa berkembang. Ia ingin yayasan tersebut tak cuma sampai KB/TK melainkan juga sampai SD.
"Kadang mereka yang sudah TK itu tidak melanjutkan ke SD, jadi ya saya rencananya juga mendirikan SD," pungkas Amin.