Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ilustrasi Himawari jadi wadah Biju. twitter.com/@BOLTKARMA_12
Ilustrasi Himawari jadi wadah Biju. twitter.com/@BOLTKARMA_12

Setelah rilisnya Boruto Two Blue Vortex chapter 8 pada 20 Maret 2024, kita disuguhi oleh berbagai bentuk pertarungan dan adegan yang keren. Beberapa di antaranya seperti sosok Jura yang menjadi cover utama manga, Eida yang mulai tertarik dengan karakter Boruto, hingga pertarungan sengit Kawaki dengan Shinju Jura dan Hidari.

Bahkan setelah rilisnya pun muncul teori baru yang menyebutkan jika Himawari memiliki cakra biju di dalam tubuhnya. Hal ini sesuai dengan apa yang muncul dalam panel manga terakhir cahpter 8, yakni kebingungan Jura saat melacak cakra Naruto ternyata yang ditemuinya adalah Himawari.

1. Keheranan Jura terhadap Himawari

Himawari dalam pandangan Jura/spoilerplus.cc

Sinju Jura bersama Hidari, yang awalnya datang ke Konohagakure untuk mencari keberadaan Naruto dibuat heran oleh putri dari Hokage ke 7 itu. Hal itu dikarenakan terdapat cakra Naruto dalam tubuh Himawari, dan kejadian itu dapat dirasakan oleh Jura.

Jura pun heran, mengapa bisa anak kecil seperti Himawari mewarisi kekuatan sebesar Naruto. Selama ini kekuatan atau cakra terbesar Naruto berasal dari sosok Kurama yang menjadi biju ekor 9. Dia adalah siluman rubah dengan cakrra yang begitu besar.

2. Daemon enggan menyerang Himawari

Daemon yang mengurungkan niatnya untuk menyerang Himawari/komiku.id

Bahkan selain Shinju Jura, anggota Kara seperti Daemon pun pernah dibuat terkejut oleh keberadaan cakra Himawari dalam manga Boruto: Naruto the Next Generation cahpter 77. Daemon saat itu berencana menyerang Himawari, namun ketika melihatnya lebih dekat ia menghentikan serangannya. Daemon menyadari jika adik kandung Boruto Uzumaki itu memiliki kekuatan besar yang terpendam dan mengerikan.

3. Naruto jadi korban serangan kuat Himawari

Naruto terkena serangan Himawari/www.yourupload.com

Tak cuma itu, Naruto sang ayah pun pernah menjadi korban dari mengerikannya kekuatan Himawari. Hal itu dapat dilihat pada anime Boruto: Naruto the Next Generation episode 18 yang berjudul “Suatu hari di keluarga Uzumaki”. Dalam episode khusus itu menjadi debut bagi kekuatan mata byakugan milik Himawari yang aktif karena amarahnya memuncak.

Kekesalannya itu disebabkan oleh Boruto yang melarang Himawari untuk membawa boneka kesayangannya ke upacara pelantikan ayahnya sebagai Hokage. Karena tak terima, Hiawari pun berusaha merebut boneka itu sampai pada akhirnya boneka tersebut rusak akibat saling tarik antar keduanya.

Naruto yang bergegas ke acara pelantikan pun melihat kelakuan kedua anaknya tersebut. Bermaksud memisahkan pertengkaran, ia malah kena jurus byakugan dari Himawari yang membuat dirinya pingsan selama seharian penuh.

4. Ilustrasi Masashi Kishimoto pada 2016

ilustrasi Boruto oleh Masashi Kishimoto pada 2016. instagram.com/@duniaborutoid_

Ilustrasi ini pertama kali dirilis oleh Kishimoto pada 2016. Di dalamnya terdapat gambar Boruto dengan mode byakugan dan cakra kurama, Sarada dengan mangekyou sharingan, dan Mistuki dengan mode sennin miliknya.

Ilustrasi tersebut menjadi kenyataan ketika Boruto pertama kali mengaktifkan byakugan secara mandiri dan saat sadar melawan code. Yakni pada momentum sebelum timeskip di episode 291 dan chapter 64.

Kembali ke mode chakra kurama, mengingat Boruto sudah memiliki karma dan Naruto tidak mewariskan chakra kyuubi pada anak pertamanya itu, maka mode tersebut dipastikan tidak akan dimiliki oleh Boruto. Oleh karena itu mode ini berpeluang dimiliki oleh Himawari seandainya chakra biju yang mengalir di tubuhnya adalah chakra warisan kurama.

Meski demikian, sepanjang manga Boruto TBV chapter 8 belum diketahui secara jelas cakra biju seperti apa yang akan dimiliki oleh Himawari nantinya.  

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team