Midun memulai perjalanan ke Jakarta dari Stadion Kanjuruhan. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)
Sepanjang perjalanan, Midun merasakan kehangatan suporter seluruh Indonesia. Sepanjang 24 kota di Indonesia yang ia lewati selalu disambut suporter tim lokal tanpa putus-putus. Ia melewati kota-kota seperti Malang, Sidoarjo, Surabaya, Gresik, Lamongan, Tuban, Rembang, Pati, Kudus, Demak, Semarang, Kendal, Batang, Pekalongan, Pemalang, Tegal, Brebes, Cirebon, Jatibarang, Indramayu, Subang, Karawang, Bekasi, dan Jakarta.
Midun mengatakan tidak mengenal mereka, sehingga ia terkejut selalu dapat sambutan hangat. Midun baru berkenalan ketika ia sampai di stadion-stadion yang ia singgahi di setiap kota. Ternyata mereka tersentuh dengan perjuangan Midun untuk menyuarakan perdamaian suporter Indonesia.
Tapi ia paling teringat saat sampai di Karawang, ia ditemukan suporter PSM Makassar di sana. Salah seorang suporter tersebut langsung memeluk dan menangis saat bertemu dirinya. Ia mengaku sempat canggung melihat dirinya disambut sebegitunya.
"Dia memeluk saya karena malu dan terharu. Dia mengatakan kenapa bukan dirinya yang masih muda melakukan ekspedisi ini," ungkapnya.
Sepanjang perjalanan, Midun bahkan dijuluki sebagai Bapak Perdamaian oleh para suporter yang menyambut dirinya. Perjuangannya diakui para suporter membuat mereka sadar pentingnya rasa persaudaraan sesama pecinta sepakbola Indonesia.