Logo IKN dari akademisi UB. (Dok Vokasi UB)
Kepada IDN Times, Dimas menceritakan jika logo ini ia buat berdasarkan keinginan menciptakan sinergitas berkelanjutan. Kemudian untuk tampilan visualnya dibuat dari inspirasi proses transformasi pengembangan IKN yang sesuai dengan visi Indonesia tahun 2045.
Oleh karena itu ia membuat bentuk berdasarkan tridaya yang merupakan konsep cipta, rasa, dan karsa. Tridaya inj ia ambil dari konsep Indonesia yang merupakan negara maritim, negara agrikultur, dan negara yang memiliki keberadaan hutan serta lautan. Di mana semuanya ada di Kalimantan yang jadi letak IKN.
"Kalimantan memiliki kaya akan tumbuhan dibuktikan dengan luasnya hutan, dan mereka juga punya laut. Sehingga penerapannya agar tetap menjadi 3 fase lagi yaitu menanam, merawat, dan mengolah. Ide logonya memang merepresentasikan sebuah upaya untuk berkembang," jelasnya.
Dimas juga memikirkan matang-matang pemilihan warna dalam pembuatan logo IKN. Ia memilih tiga warna utama diantaranya hijau sebagai inspirasi utama yang menggambarkan hutan dan hutan lindung di Kalimantan. Warna emas melambangkan IKN sebagai cikal bakal role model kota dunia. Kemudian jingga yang menunjukkan kebersamaan atau sinergi berkelanjutan, antara stakeholder, masyarakat, dan pemerintah.