Kegiatan Posyandu. (kampungkb.bkkbn.go.id)
Hari Peringatan Posyandu Nasional memiliki kaitan erat dengan peristiwa awal mula lahirnya Posyandu di Indonesia. Menurut buku Pedoman Umum Pengelolaan Posyandu oleh Kementerian Kesehatan Indonesia, cikal bakal berdirinya Posyandu yakni ketika Departemen Kesehatan menetapkan kebijakan Pembangunan Kesehatan Masyarakat Desa (PKMD) pada 1975.
PMKD menerapkan prinsip swadaya masyarakat, bertujuan supaya masyarakat mampu menolong diri sendiri melalui pengenalan dan penyelesaian masalah kesehatan yang dilakukan bersama petugas kesehatan. Kegiatan PKMD pertama kali berlangsung di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.
Tahun 1984 dikeluarkan Instruksi Bersama antara Menteri Kesehatan, Kepala BKKBN dan Menteri Dalam Negeri, yang menyatukan berbagai upaya penyelesaian masalah kesehatan di masyarakat dalam satu wadah yang dinamakan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu). Konsep kala itu ialah Growth Monitoring, Oral Rehydration, Breast Feeding, lmunization, Female Education, Family Planning, dan Food Suplementation atau GOBI - 3F yang kemudian dirangkum dalam KIA, KB, lmunisasi, dan penanggulangan diare.
Program Posyandu kemudian terbukti berhasil meningkatkan kesehatan ibu dan anak di sejumlah daerah. Posyandu pun akhirnya diperluas ke seluruh wilayah Indonesia dan diresmikan Presiden Soeharto pada 29 April 1985.