Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Sego Menok Kuliner Khas Kaki Gunung Lawu Magetan Jawa Timur. IDN Times/Riyanto
Sego Menok Kuliner Khas Kaki Gunung Lawu Magetan Jawa Timur. IDN Times/Riyanto

Selain wisata alam, berkunjung ke Kabupaten Magetan tak lengkap jika tak mencicipi kuliner khasnya. Salah satu yang wajib kamu coba saat ke sana adalah Sego Menok. Kuliner ini cocok banget disantap di tengah sejuknya udara Magetan.

Sego Menok merupakan kuliner khas kaki gunung Lawu. Nasi ini sudah ada sejak zaman penjajahan. Cara memasaknya  juga sederhana. Sebelum jadi nasi, beras dimasukkan dalam daun pisang kemudian dikukus, mirip dengan cara membuat lontong. Bedanya hanya pada teksturnya. Sego menok tidak lembek seperti lontong. Nasi menok akan ambyar bila sudah dikonsumsi. Sego Menok biasanya dimakan dengan kukus Botok Lamtoro. Bisa juga dengan botok daun Brambang, botok tempe hingga botok jamur.

1. Sego Menok jadi kuliner legendari di Magetan

Pelanggan membeli sego Menok di pangkalan ojek terminal Plaosan Magetan. IDN Times/Riyanto

Salah satu pedagang yang menajajakan kuliner ini adalah Rubinah (55). Ia berjualan di pangkalan ojek terminal Plaosan. "Biasanya pembeli membawa pulang untuk dimakan bersama sama dengan keluarga. Ada juga yang dimakan di tempat, wisatawan yang kebetulan mampir," kata Rubinah, Minggu, (9/7/2023).

Rubinah mengaku sudah berjualan di sana sejak 30 tahun lalu. Pelangganya pun datang dari berbagai daerah. Tak heran, hanya dalam waktu dua jam, dagangannya ludes terjual."Seperti biasa, saya berangkat habis salat Ashar. Paling sebelum salat Isya sudah pulang. Jika ingin membeli ya harus datang lebih dulu," ujarnya. 

2. Cuma Rp2 ribu per bungkus, Sego Menok selalu ludes diserbu pembeli

Rubinah saat menjajakan Sego Menok khas Magetan. IDN Times/Riyanto

Satu bungkus Sego Menok dijualnya hanya Rp2 ribu, begitu juga dengan lauknya. Botok lantoro, daun brambang, tempe hingga botok jamur sama, juga cuma dibanderol Rp2 ribu per bungkus.

Milla, salah satu pembeli mengaku menyukai Sego Menok karena termasuk kuliner sehat. "Rasanya asin gurih, pedes dan aromnya wangi. Nasinya lembut pas untuk lambung. Cobain sendiri kalau tidak percaya. Datang lebih awal karena cepat sekali habis," terangnya.

3. Sego Menok kini hanya bisa ditemukan di kaki Gunung Lawu

Rubinah saat menjajakan Sego Menok khas Magetan. IDN Times/Riyanto

Sego Menok konon merupakan menu yang disantap oleh kalangan Kerajaan Mataram pada Abad XVII. Konon, penggawa maupun prajurit Kerajaan Mataram kerap menjadikan Sego Menok sebagai bekal di medan perang melawan belanda kala itu. Kuliner ini kemudian diperkenalkan ke lereng Gunung Lawu saat para prajurit lari dari kejaran Belanda usai Pangeran Diponegoro kalah. 

Sayangnya, Sego Menok kini hanya bisa didapati di seputar kaki gunung Lawu. Pedagangnya pun hanya tinggal puluhan saja, itu pun sudah lansia. Generasi berikutnya enggan mewarisi orang tuanya  karena lebih memilih pekerjaan lainya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team