Comscore Tracker

Bertemu Harimau hingga Idul Adha di Hutan, Kisah Pemadam Karhutla

Dan yang bakar tidur nyenyak

Jakarta, IDN Times - Kebakaran hutan dan lahan di Sumatera tak hanya menyisakan kisah duka bagi para masyarakat yang terimbas. Para petugas pemadam kebakaran juga menyimpan berbagai kisah unik. 

Salah satunya Dicki. Camat Dayun, Kabupaten Siak ini menuturkan kepada IDN Times tentang perjuangannya menghabiskan waktu selama lebih dari satu setengah bulan untuk ikut serta dalam pemadaman karhutla di daerah yang dipimpinnya. Berikut penuturannya.

1. Rayakan Idul Adha bersama tim pemadam di area karhutla

Bertemu Harimau hingga Idul Adha di Hutan, Kisah Pemadam KarhutlaIDN Times/Istimewa

Dicki bercerita bahwa dirinya dan tim pemadam yang terdiri dari, kepolisian, pemadam kebakaran dan masyarakat peduli api (MPA) terpaksa merayakan hari raya Idul Adha pada Agutus lalu di tengah hutan bersama dengan kepungan asap. "Saya sempat salat dulu, tetapi sehabis itu langsung kembali ke lokasi," ujar Dicki di Kabupaten Siak, Riau, Kamis (10/10) silam.

Dicki bercerita, walaupun tidak dapat merayakan Idul Adha bersama kerabat, Dia tetap fokus untuk terjun langsung dalam pemadaman karhutla yang terjadi di daerahnya. Dia mengaku, bersama tim menghabiskan waktu satu setengah bulan untuk berhasil memadamkan karhutla yang terjadi di Kecamatan Dayun.

"Dari bulan Juli sampai pertengahan September kami di sini (daerah karhutla) terus," ujar Dicki. 

Baca Juga: Begini Pedihnya Jeritan Hati Korban Asap Karhutla di Siak

2. Tim pemadam sempat berpapasan dengan Harimau Sumatera di lokasi karhutla

Bertemu Harimau hingga Idul Adha di Hutan, Kisah Pemadam KarhutlaANTARA FOTO/Rony Muharrman

Kawasan Kecamatan Dayun yang mengalami karhutla sebagian besar adalah hutan. Hutan tersebut masih menyimpan flora dan fauna asli yang hidup di dalamnya. Salah satunya adalah Harimau Sumatera. Dicki bercerita, beberapa anggota tim pemadam sempat berpapasan dengan anak Harimau Sumatera saat bermalam di lokasi karhutla.

"Kami memutuskan untuk bermalam, untuk menjaga hutan agar tidak kembali terbakar, tetapi kru bercerita ada muncul si belang," ujar Dicki.

Dicki mengatakan, tim pemadam sempat berpikir untuk membagi dua shift jadi pagi dan malam karena lelah dengan karhutla yang tidak kunjung selesai. Namun, melihat situasi malam yang membahayakan, hal tersebut tidak dilanjutkan.

"Karena kalau pagi sampai sini sudah kebakaran lagi, jadi memutuskan ada shift malam, karena lihat si belang, semuanya pulang tidak jadi menginap," ujar Dicki, sambil tertawa mengingat suka duka pemadaman karhutla.

3. Kolaborasi Kabupaten Siak dalam menangani karhutla

Bertemu Harimau hingga Idul Adha di Hutan, Kisah Pemadam KarhutlaIDN Times/Aldzah Fatimah Aditya

Bupati Siak, Alfedri menjelaskan, daerahnya mengusung sistem kolaborasi untuk mencegah dan menangani karhutla. Sistem kolaborasi tersebut tercatat di Peraturan Bupati No. 22/2018 mengenai Inisiatif Siak Hijau.

"Upaya pencegahan dan penanganan karhutla bukan hanya berupa kerja pemerintah daerah, namun juga melibatkan masyarakat, mitra pembangunan, pemerintah kabupaten, organisasi masyarakat  sipil, dan juga pihak swasta yang dipayungi oleh Peraturan Bupati No. 22/2018 mengenai Inisiatif Siak Hijau," ujar Alfedri dalam acara diskusi “Kabupaten Hijau, Upaya Siak Cegah Karhutla”  oleh Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LKTL) di Jakarta pada, Selasa (8/10). 

Alferdi mengatakan, pasca-karhutla pada 2015, Kabupaten Siak mulai berbenah melakukan tahapan pembuatan peta jalan Kabupaten Siak Hijau pada 2016.

"Bekerja sama dengan organisasi masyarakat sipil yang tergabung dalam Saudagho Siak, menganalisis apa saja penyebab terjadinya kebakaran hutan dan lahan," tutur dia.

Kabupaten Siak juga meninjau dan mengembangkan peraturan-peraturan daerah untuk mencegah dan mengatasi karhutla. Dia menjelaskan, pada 2017, Kabupaten Siak menggandeng swasta dan pengusaha kecil untuk menerapkan Good Agriculture Practice (GAP) untuk pengelolaan kebun sawit yang berkelanjutan.

Baca Juga: Karhutla Indonesia di 2015 dan 2019, Bagaimana Perbandingannya?

Topic:

  • Faiz Nashrillah

Just For You