Comscore Tracker

Nostalgia Srimulat, Mengintip Pameran Seni di Alun-alun Kota Surabaya

Berbagai karya seni milik Museum Gubug Wayang Dipamerkan

Seni memiliki banyak fungsi. Salah satunya yakni untuk mengenang semua hal yang telah terjadi. Setiap karya seni, pastinya memiliki banyak cerita dan sejarah yang panjang. Hal inilah yang kemudian mendorong adanya pameran seni, guna mengenang kejayaan Grup Lawak yang legendaris yakni Srimulat.

Pemerintah Kota Surabaya, dengan menggandeng Museum Gubug Wayang Mojokerto, kini tengah menggelar pameran seni secara gratis di ruang bawah tanah Alun-alun Kota Surabaya. Pameran seni bertajuk Nostalgia Srimulat ini berlangsung hingga 30 September 2022.

1. Bertujuan mengenalkan legenda kesenian Surabaya kepada kaum milenial 

Nostalgia Srimulat, Mengintip Pameran Seni di Alun-alun Kota SurabayaPatung dan Foto yang dipamerkan. (IDN Times/Egydia Artamevia)

Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata Kota Surabaya, Dra. Wiwiek Widayati, berpendapat bahwa pameran ini bertujuan untuk mengenalkan sejarah seni Kota Surabaya kepada para anak muda.

"Harapannya koleksi ini bisa jadi reminder kembali kejayaan Srimulat di Surabaya yang pada waktu itu aktif melalui THR. Karna belum pasti adik-adik milenial ini tau kalau dulu ada sebuah kelompok bernama Srimulat yang sangat melegenda kiprahnya hingga pergi ke Jakarta. Awal mulanya juga dari THR (Taman Hiburan Rakyat) Surabaya. Jadi supaya para milenial ini tahu bahwa Surabaya ini gudangnya para seniman," ujarnya.

Baca Juga: 5 Film Komedi Indonesia yang Penuh Pesan Moral, Terbaru Srimulat!

2. Lebih dari 20 wayang dengan karakter anggota Srimulat dipamerkan 

Nostalgia Srimulat, Mengintip Pameran Seni di Alun-alun Kota SurabayaWayang Golek Srimulat Abadi. (IDN Times/Egydia Artamevia)

Ketika memasuki museum, kamu akan disapa dengan berbagai wayang unik yang berbentuk mirip wajah anggota Srimulat. Mulai dari Tarzan, Nunung, hingga para anggota warkop terpajang di sini. Eko Kucing, Koordinator Srimulat serta pengelola pameran seni ini berpendapat bahwa dibuatnya boneka-boneka ini bertujuan untuk menjaga nama Srimulat tetap dikenal masyarakat.

"Kalau soal film kan viralnya sekejap, jadi saya dengan tim museum gubug wayang, merasa harus membuat boneka dari sosok sosok beliau maestro ini, agar tetap dikenal. Sekarang milenial aja pasti ndak tau Tarzan, Polo, Mamik, jadi harapannya bisa diperkenalkan lewat boneka-boneka ini. Namanya Wayang Golek Srimulat Abadi."

Hingga kini, ada lebih dari 50% anggota Srimulat yang telah dibuatkan wayang golek karakter. "Sementara, kurang lebih sudah 50-75% dari seluruh anggota srimulat ada. Yang diambil ini kebanyakan dari tokoh srimulat yang viral dan dikenal masyarakat, seperti yang main layar lebar, dll semuanya pasti ada kalau itu," tambahnya.

3. Seluruh koleksi berkaitan erat dengan kejayaan Srimulat 

Nostalgia Srimulat, Mengintip Pameran Seni di Alun-alun Kota SurabayaKoleksi pameran seni srimulat. (IDN Times/Egydia Artamevia)

Tak hanya wayang golek, beragam karya seni lain mulai dari patung megah, berbagai kaset, majalah, hingga alat musik yang sempat digunakan Srimulat terpajang indah di sini.

Karya seni ini tertata rapi di dalam kotak kaca, sehingga semakin bertambah nilai estetikanya. Eko berpendapat bahwa semua karya seni yang ditampilkan mulai dari wayang, patung, kaset hingga majalah semua berkaitan erat dengan kejayaan Srimulat.

"Ada baju kebesaran yang digunakan selama mereka terlibat langsung di panggung, ada majalah, ada patung, ada kaset juga, semuanya ada konteksnya dengan Srimulat di saat masa kejayaannya, di tahun 70/80an hingga yang terakhir tahun 2000an mas gogon, mas mamik itu," terangnya.

4. Museum Gubug Wayang sebagai penyedia koleksi karya seni 

Nostalgia Srimulat, Mengintip Pameran Seni di Alun-alun Kota SurabayaMuseum Gubug Wayang. (IDN Times/Egydia Artamevia)

Berbagai karya seni yang dipajang, hampir semuanya merupakan koleksi Museum Gubug Wayang. Museum seni yang terletak di Jalan Kartini Mojokerto ini, menampilkan berbagai karya seni dari seluruh nusantara. Eko bahkan berpendapat, jika selanjutnya Pemkot memiliki permintaan penampilan karya seni lain, Museum Gubug Wayang siap menyuguhkan koleksinya kembali.

"Ada banyak wayang, wayang kulit ada, wayang suket ada, topeng juga ada macem-macem. Topeng Malang dari beberapa seri dan lakon juga ada. Next kalau saya ada waktu lagi setelah pameran Srimulat, dan dari Pemkot ada permintaan lain, mungkin karya seni dulinan anak atau apa, saya siap, monggo," katanya.

Baca Juga: 9 Ide OOTD ala Pemain Srimulat Naimma Aljufri, Banyak Gaya Retronya!

Egydia Artamevia Photo Community Writer Egydia Artamevia

Check @egydiard on instagram

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Zumrotul Abidin

Berita Terkini Lainnya