Comscore Tracker

6 Tempat Gowes di Banyuwangi dari Jalur Santai Hingga Berat

Ada jalur datar, menanjak, ekstrem dan sirkuit 

Bagi pencinta olahraga sepeda onthel MTB, Road Bike dan BMX, Banyuwangi merupakan surga. Di Banyuwangi ada banyak jalur bersepeda yang menarik dicoba, mulai untuk kalangan pemula di jalur ringan, hingga profesional dengan rute-rute menanjak. Di Banyuwangi juga terdapat tempat latihan seperti sirkuit BMX Muncar, Erek-Erek Bike Park untuk sepeda gunung dan Gantasan Bike Park untuk downhil.

Berikut 6 tempat gowes di Banyuwangi yang cocok untuk para goweser biasa maupun profesional.

1. Rest Area Jambu

6 Tempat Gowes di Banyuwangi dari Jalur Santai Hingga BeratTanjakan jalur sepeda di kaki Gunung Ijen. Dok Pemkab Banyuwangi

Bila kamu suka bersepeda dengan suasana pemandangan alam, namun tidak ingin terlalu lelah di jalur menanjak, Rest Area Jambu pilihannya. Dari Taman Blambangan Kabupaten Banyuwangi, jarak tempuh yang dibutuhkan menuju Rest Area Jambu, Desa Tamansari, Kecamatan Licin adalah 18 kilometer.

Sepanjang perjalanan, dari Taman Blambangan kamu akan mendapatkan suasana pemandangan yang lengkap, mulai dari kawasan perkotaan, pedesaan hingga perkebunan rakyat. Jalur yang ditempuh merupakan rute ke arah pendakian Kawah Ijen. Meski akan menemukan beberapa jalur menanjak, rasa lelahmu akan terbayarkan bila sudah sampai di Rest Area Jambu.

Di Rest Area Jambu, juga terdapat aneka kuliner, produk UMKM dan beberapa sajian hangat seperti kopi yang bisa kamu nikmati sambil istirahat. Tempat ini sangat cocok untuk para pemula gowes yang suka dengan jalur menanjak.

2. Tawonan

6 Tempat Gowes di Banyuwangi dari Jalur Santai Hingga BeratSalah satu spot di Tawonan Banyuwangi. Dok Pemkab Banyuwangi

Nah untuk rute yang satu ini, kamu akan menikmati suasana panorama alam yang lebih menyejukkan. Namun tentu saja, kamu butuh tenaga yang lebih ekstra untuk sampai ke sana.

Rute tawonan berada di ketinggian 950 Meter Di Atas Permukaan Laut (MDPL). Jarak tempuh rute tawonan sekitar 45 kilometer dari kota. Kendati demikian, lebih baik kamu mengambil start di rest Area Jambu. Di sana terdapat fasilitas parkir yang luas untuk menaruh kendaraan yang mengangkut sepeda onthel kamu.

Sepanjang perjalanan menuju jalur tawonan, kamu akan menyaksikan rindangnya perkebunan kopi, karet hingga cengkeh. Bila beruntung kamu akan melihat ragam satwa di Kaki Gunung Ijen.

Sampai di spot tawonan, jalanan akan lebih menanjak dan berkelok. Kemudian di sana akan terdapat pemandangan kebun sayur gubis hingga bawang putih, lengkap dengan pemandangan Gunung Ijen. Untuk istirahat sudah tersedia beberapa gazebo dan warung untuk bersantai.

3. Erek-erek Bike Park

6 Tempat Gowes di Banyuwangi dari Jalur Santai Hingga BeratTanjakan jalur sepeda di kaki Gunung Ijen. Dok Pemkab Banyuwangi

Banyak yang menyebut jalur erek-erek di Kawah Ijen merupakan rute neraka. Jalur ini memang khusus untuk para atlet sepeda profesional. Kamu akan melintasi jalur menanjak, dengan kemiringan jalan rata-rata 45 derajat di ketinggian 1850-1900 (MDPL). Jalur ini bisa kamu mulai dengan gowes di Rest Area Jambu dan finish di Paltuding Ijen dengan jarak tempuh sekitar 15 kilometer.

Jalur Erek erek memang sering menjadi tempat berlaga para atlet sepeda event Internasional Tour de Banyuwangi Ijen. Pada tahun ini di sana juga digelar Ijen Erek-Erek Enduro dan balap sepeda MTB.

4. Taman Nasional Alas Purwo

6 Tempat Gowes di Banyuwangi dari Jalur Santai Hingga BeratBalapan sepeda di Taman Nasional Alas Purwo. Dok Pemkab Banyuwangi

Gowes ke Taman Nasional Alas Purwo wajib jadi pilihan yang perlu kamu coba. Rute menuju ke sana bisa untuk para pencinta gowes mulai dari Anak-anak, dewasa hingga kalangan profesional. Jalanan di Alas Purwo sangat landai, namun memiliki pemandangan hutan yang menyejukkan.

Bila kamu memulai gowes dari kawasan kota Banyuwangi dan finish di Pos Pantao Pancur, Taman Nasional Alas Purwo jarak yang ditempuh sepanjang 80 kilometer.

Pos Pancur ini merupakan pos terakhir menuju Pantai G-Land. TN Alas Purwo sendiri memiliki luas 44.037 hektar. Alas Purwo menyimpan keanekaragaman hayati dan budaya, ada 700 flora, 50 jenis mamalia, 320 burung, 15 jenis amfibi, dan 48 jenis reptil.

5. Sirkuit BMX

6 Tempat Gowes di Banyuwangi dari Jalur Santai Hingga BeratSirkuit BMX internasional di Banyuwangi. Dok Pemkab Banyuwangi

Banyuwangi punya sirkuit BMX standar internasional yang bisa kamu manfaatkan. Sejak tahun 2016, sirkuit BMX di Kecamatan Muncar ini rutin jadi tempat perhelatan BMX internasional dengan perserta mancanegara, nasional dan daerah.

Sirkuit ini memiliki lintasan sepanjang 350 meter dengan lebar yang bervariasi, yakni 10 meter untuk single dan 12 meter untuk double, dibangun di lahan seluas 2 hektare.

Lintasan tersebut memiliki 17 tanjakan (jumping) dengan ketinggian yang bervariasi, mulai 0,5 meter hingga 2,25 meter, dengan sudut kemiringan 75 derajat.

Sirkuit ini dibangun sesuai standar internasional dari Persatuan Balap Sepeda Internasional (Union Cycliste Internationale/UCI). Di antaranya panjang dan kemiringan lintasan, serta tinggi tanjakan.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Sepeda Lipat di Indonesia, Kualitas Terbaik!

6. Gantasan Bike Park

6 Tempat Gowes di Banyuwangi dari Jalur Santai Hingga BeratLokasi Gantasan Bike Park. Dok Pemkab Banyuwangi

Untuk pengguna sepeda gunung (MTB), Banyuwangi juga memiliki trek downhill di Gantasan Bike Park yang terletak di kaki Gunung Ijen.

Gantasan Bike Park merupakan sirkuit balap sepeda yang dikenal penuh rintangan. Dibangun untuk mewadahi para pehobi sepeda downhill, sirkuit sepanjang 4 kilometer lebih ini, para pembalap disuguhi dengan varian rintangan, mulai dari tanjakan, trek menurun, tikungan tajam, hingga trek penuh lumpur.

 

Itu tadi 6 spot buat para penghobi sepeda. Jadi kapan kita gowes ke Banyuwangi?

Baca Juga: ISSI: Banyuwangi Layak Disebut Sentra Balap Sepeda

Mohamad Ulil Albab Photo Community Writer Mohamad Ulil Albab

Member IDN Times Community ini masih malu-malu menulis tentang dirinya

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Faiz Nashrillah

Berita Terkini Lainnya