Comscore Tracker

Conte, Musuh Interisti yang Kini Dipuja

Conte yang mengawali tren juara Juve, ia pula yang akhiri

Jakarta, IDN Times - Pelatih Antonio Conte menjadi perbincangan usai memastikan mengantar Inter Milan menjadi juara Liga Italia atau Scudetto, Minggu (2/5/2021). Bukan tanpa alasan, Conte masuk ke Inter dengan berbagai tentangan dari fans mereka. 

Maklum saja, Conte adalah pelatih Juventus yang merupakan rival utama Inter. Bahkan, Conte adalah pelatih yang memulai tren Juve merengkuh Scudetto selama 9 tahun berturut. Namun, Conte kini jadi pahlawan bagi Interisti.

Baca Juga: Mantra Conte, Bangkitkan Inter Milan dan Akhiri Dominasi Juventus

1. Nasib Conte berubah dalam kurun waktu enam bulan

Conte, Musuh Interisti yang Kini Dipujatalksport.com

Pemandangan ini tentunya sangat kontras jika dibandingkan enam bulan lalu. Pada November 2020, Conte sempat ingin diusir oleh fans Inter.

Tagar #ConteOut menggema di media sosial begitu kencang. Ini adalah gerakan lanjutan dari aksi penolakan saat Conte pertama kali diperkenalkan Inter.

Memang, Conte tak terlalu diterima oleh fans La Beneamata. Masa lalunya yang begitu lekat dengan Juventus, seteru abadi Inter, jadi salah satu pertimbangan.

"Saya percaya, kebanyakan yang menggerakkan aksi itu adalah fans tim lawan," kata Conte dilansir Sky Italia.

Conte mengapresiasi fans yang pada akhirnya berbalik mendukungnya karena hasil dari kinerja profesional selama menangani Inter. Kini, eks manajer Chelsea itu merasa makin nyaman di Inter.

"Saya mengapresiasi bagi mereka yang berbalik mendukung, tanpa melihat masa lalu. Saya dibawa ke Inter demi mengantarkan kemenangan dalam tiga tahun, dan sudah terwujud," ujar Conte.

2. Nasibnya mirip Mister Trap

Conte, Musuh Interisti yang Kini Dipujaafricafootballshop.com

Dengan gelar juara Serie A musim 2020/21, Conte kini jadi satu dari beberapa pelatih yang berhasil mengantarkan Inter dan Juventus juara Serie A. Pelatih terakhir yang mampu melakukannya adalah Giovanni Trapattoni.

Conte mengaku Trapattoni memang jadi gurunya, baik saat masih aktif bermain atau melatih. Menurut Conte, Mister Trap adalah teladan bagus dalam sepak bola Italia.

"Saya merasa beruntung bisa bersinggungan dengan Trapattoni. Saya merasa tak akan seperti ini sebagai pemain atau pelatih, kalau tak bekerja dengannya," terang Conte.

3. Masa depannya masih buram

Conte, Musuh Interisti yang Kini Dipujatwitter

Berhasil mengantarkan Inter buka puasa gelar Serie A, Conte masih belum tahu masa depannya. Dia belum mau buka suara soal kontraknya yang akan habis pada musim depan.

"Mari nikmati dulu scudetto ini setelah tak diraih setelah beberapa tahun lamanya. Kami fokus di masa sekarang, itu yang paling penting," terang Conte.

Baca Juga: [BREAKING] Inter Milan Juara Serie A 2020/21

Topic:

  • Faiz Nashrillah

Berita Terkini Lainnya