Comscore Tracker

Generasi Emas hingga Peringkat 1 FIFA, Setangguh Apakah Belgia?

Dari belakang sampai depan, semua bintang

Jakarta, IDN Times - Bertabur bintang dengan status rangking pertama FIFA, pencinta sepak bola tentu banyak yang menggadang Timnas Belgia sebagai salah satu kandidat kuat juara Piala Eropa 2020. 

Meski begitu, mereka tak punya riwayat bagus di gelaran empat tahunan itu. Satu-satunya prestasi yang mereka raih adalah posisi runner-up di Piala Eropa 1980. Setelah itu, mereka bahkan tak masuk perhitungan sebagai negara kuat Eropa.

Prestasi mereka terus merosot tajam selama 32 tahun setelah mencicipi laga final satu-satunya itu. Bayangkan saja, dari delapan pergelaran ajang tersebut hingga era milenium, Belgia gagal enam kali masuk putaran final Piala Eropa, yakni edisi 1988, 1992, 1996, 12004, 2008, hingga 2012. 

Lantas bagaimana peta kekuatan mereka nanti? simak ulasannya.

1. Skuat Belgia diisi oleh pemain dari klub-klub elite

Generasi Emas hingga Peringkat 1 FIFA, Setangguh Apakah Belgia?twitter/axelwitsel28

Pada posisi kiper, Thibaut Courtois (Real Madrid) termasuk salah satu yang disegani. Kiper cadangan Simon Mignolet juga tak bisa dipandang sebelah mata walau tak bermain bersama klub di kompetisi top Eropa. Ia masih jadi andalan bagi Club Brugge KV.

Sementara itu, sektor tengah menjadi kekuatan utama Belgia. Mereka punya stok gelandang kelas satu yang cukup berlimpah mulai dari Kevin De Bruyne (Manchester City) hingga Yannick Carrasco (Atletico Madrid). 

Kehadiran pemain macam Eden Hazard dan Dries Mertens jelas berpotensi menambah daya gedor sekaligus kreativitas Belgia dalam melancarkan serangan. 

Posisi ujung tombak masih akan ditempati topskor Serie A musim ini Romelo Lukaku yang hingga kini sudah mengoleksi lebih dari 40 gol di laga internasional. Dalam kondisi fit, pergerakan Lukaku akan sangat membahayakan gawang lawan. 

Namun, seperti sebagian besar peserta Piala Eropa, Belgia juga punya titik kelemahan. Saat ini masalah utama mereka terletak di posisi bek. Menggunakan skema 3-4-2-1, Belgia mengandalkan deretan pemain belakang yang usianya sudah tidak muda lagi. Thomas Vermaelen dan Toby Alderweireld saat ini umurnya sudah lebih dari 32 tahun. 

Keduanya memang dikenal sebagai bek tangguh saat beberapa tahun lalu. Akan tetapi, kini kondisi fisiknya sudah berubah. Roberto Martinez sebagai pelatih jelas harus mewaspadai faktor stamina saat Belgia berhadapan dengan tim yang memiliki striker muda bertenaga. 

Baca Juga: Cillessen Sakit Hati Dicoret Dari Skuat Belanda untuk Piala Eropa 2020

2. Tangan magis Roberto Martinez juga menjadi pertimbangan lain

Generasi Emas hingga Peringkat 1 FIFA, Setangguh Apakah Belgia?fifa.com

Roberto Martinez merupakan sosok kunci dari kesuksesan Belgia dalam setengah dekada terakhir ini. Hanya enam bulan setelah didepak dari kursi manajer Everton, Roberto Martinez didaulat sebagai pelatih tim nasional Belgia. Hal itu sempat membuat banyak pihak meragukan kualitasnya.

Ada keraguan terhadap Martinez, apalagi latar belakang kepelatihannya juga tak terlalu mentereng. Namun, Martinez menepisnya dengan membawa Belgia punya penampilan impresif. 

Tak hanya itu, ia juga bisa menyatukan banyak pemain bintang yang membuat permainan tim menjadi hebat dan membuat Belgia naik kelas.

Sepanjang kariernya menangani Belgia, Martinez mampu melahirkan pemain berbakat seperti Eden Hazard hingga Kevin de Bruyne. Ia juga mampu membawa Setan Merah menjelma jadi tim menakutkan hingga bisa melaju ke perempat final Piala Eropa 2016, sampai akhirnya jadi juara tiga Piala Dunia 2018.

Kunci keberhasilan Martinez dalam meramu tim adalah kebersamaan yang diusung. Padahal, banyak pemain bintang yang punya ego besar dan berpotensi membuat kondisi internal tak harmonis. Terlebih, banyak pemain dari berbagai negara yang kini memegang paspor negara tersebut.

3. Satukan keberagaman antarpemain dengan Bahasa Inggris

Generasi Emas hingga Peringkat 1 FIFA, Setangguh Apakah Belgia?twitter.com/utdxtra

Secara linguistik beberapa pemain Belgia fasih dan terbiasa berkomunikasi dalam versi Bahasa Jerman, Belanda, atau Prancis. Hal itu tergantung dari mana pemain itu bermukim atau tempat tinggal yang ada di perbatasan mana. Maklum, Secara geografis negara ini diapit Jerman, Prancis, dan Belanda.

Vermalen dan De Bruyne yang berasal dari Ghent terbiasa dengan bahasa Flemish (Belanda). Sementara, Hazard, Axel Witsels dan hampir sebagian besar pemain lainnya selalu berbicara dengan dialek Prancis. Sementara keruetan itu ditambah dengan beberapa pemain berbahasa Jerman, dan Martinez yang sangat fasih berbicara dengan bahasa Spanyol. 

Kecerdasan Martinez untuk menghilangkan ego antarpemain, ia meminta para pemain menggunakan bahasa Inggris untuk berkomunikasi di Timnas Belgia. Hal itu dilakukan agat tak ada kesan keberpihakan ke satu kelompok dalam skuat Belgia yang akan berisiko.

Walaupun, bahasa Inggris tak termasuk tiga bahasa resmi Belgis, itu dianggap paling netral dan tak menunjukkan fanatisme terhadap satu bahasa saja. "Saya selalu mendasari tiap keputusan dari prinsip sepak bola. Saya tak punya latar belakang semua pemain. Saya hanya bicara bahasa sepak bola," ujar Martinez, dilansir Sky Sports.

4. Kesempatan terakhir generasi emas untuk buktikan kualitas

Generasi Emas hingga Peringkat 1 FIFA, Setangguh Apakah Belgia?twitter/AlderweireldTob

Bahasa jadi modal utama dalam melakukan berbagai hal. Termasuk sendi kehidupan yang cukup fundamental dan sensitif, macam preferensi politik sampai pemilihan pendidikan. Jadi, potensi pecah karena isu bahasa relatif besar. Dengan kebijakan yang sudah dijalankan Martinez, hal itu ternyata berjalan baik dalam setengah dekade terakhir. 

Jika menilik pengalama Belgia di Piala Dunia 2018, bahasa Inggris terbukti bisa menjadi pemersatu lantaran bukan bahasa sehari-hari, dan tak memiliki korelasi dengan fanatisme identitas manapun. Buktinya perestasi terbaik Belgia dalam sejarah sepak bola bisa pecah saat itu. 

Kondisi ini semakin menguntungkan lantaran sembilan pemain Belgia saat ini tampil bersama klub Liga Inggris, seperti Alderweireld (Tottenham), Timothy Castagne (Leicester City), De Bruyne (Manchester City), Leander Dendoncker (Wolves), Dennis Praet (Leicester City), Youri Tielemans (Leicester City), Michy Batshuayi (Crystal Palace), Christian Benteke (Crystal Palace), hingga Leandro Trossard (Brighton).

Lukaku yang merasakan pengalam tersebut berujar, Bahasa tak lagi jadi soal di era sepak bola modern. Terlebih, banyak pemain memiliki kemampuan multibahasa. Yang terpenting bagi mereka adalah meraih hasil terbaik saat mengenakan kersey Belgia di ajang internasional.

"Bahasa? Itu bukan masalah, karena yang paling penting kami semua orang Belgia. Hal itu bikin kami terlihat keren, kan?" kata striker Inter Milan sekaligus pencetak gol terbayak Liga Italia, Romelu Lukaku.

Menilik hal tersebut, sangat wajar jika Belgia termasuk salah satu tim unggulan di Piala Eropa 2020. Mereka bakal berusaha meraih satu prestasi terbaik dan menorehkan sejarah baru sebelum kejayaan generasi emas ini berakhir.

Baca Juga: 5 Alasan Tim Nasional Portugal Bakal Menjadi Juara Piala Eropa 2020

Topic:

  • Faiz Nashrillah

Berita Terkini Lainnya