Comscore Tracker

Lingkar Puan, Inovasi Mahasiswa ITS Fasilitasi Penyintas Kekerasan

Keren nih!

Surabaya, IDN Times - Tiga mahasiswa Departemen Teknik Informatika, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Wasilatul Dewi Ningrum, Paramastri Ardiningrum, dan Muhammad Jaya Siraj yang tergabung dalam Tim NCC Lab meluncurkan aplikasi berbasis web untuk kepedulian terhadap kekerasan perempuan. Aplikasi itu dinamakan Lingkar Puan.

Terobosan ini muncul bermula dari banyaknya akun-akun di sosial media yang memuat unggahan tentang kekerasan terhadap perempuan. Nah, di komentarnya mulai banyak juga penyintas kekerasan yang curhat pengalaman mereka.

"Tapi di sana mereka tidak dapat solusi,” ujar Ketua Tim NCC Lab, Wasilatul Dewi Ningrum, Selasa (10/11/2020).

1. Berisi artikel dan panduan soal kekerasan perempuan

Lingkar Puan, Inovasi Mahasiswa ITS Fasilitasi Penyintas KekerasanFitur artikel Lingkar Puan yang dapat diakses tanpa mendaftar. Dok. Humas ITS

Fenomena itulah yang mendorong Wasil dan dua temannya mengembangkan aplikasi Lingkar Puan. Dalam aplikasi tersebut, pihaknya akan memberi edukasi kepada masyarakat terkait kekerasan terhadap perempuan melalui artikel. Nah, artikelnya  ditulis oleh orang berlatar belakang psikologi.

"Dan dibuat untuk mendukung penyintas, sehingga diharapkan mereka ikut berani untuk bercerita dan berbagi dukungan,” kata dia.

2. Ada sarana konsultasi psikologi dan hukum

Lingkar Puan, Inovasi Mahasiswa ITS Fasilitasi Penyintas KekerasanDari kiri ke kanan: Wasilatul Dewi Ningrum, Paramastri Ardiningrum, dan Muhammad Jaya Siraj menunjukkan aplikasi besutan mereka yang bernama Lingkar Puan. Dok. Humas ITS

Selain artikel, Lingkar Puan juga menyediakan konsultasi psikologi dan konsultasi hukum bagi pengguna terdaftar. Bernama Rekan Cerita, konsultasi psikologi bertujuan untuk membantu penggunanya untuk menghilangkan trauma atas kekerasan yang menimpa mereka. Konsultasi hukum juga ditambahkan dalam fitur Lingkar Puan. Disebut Rekan Hukum, para pengguna dapat berkonsultasi terkait bidang hukum.

Baca Juga: Mengintip Spesifikasi dan Keunggulan i-BOAT, Kapal Tanpa Awak ITS

3. Sediakan fitur obrolan secara real time

Lingkar Puan, Inovasi Mahasiswa ITS Fasilitasi Penyintas KekerasanMuhammad Jaya Siraj mempresentasikan teknologi Lingkar Puan dalam ajang Gemastik XIII. Dok. Humas ITS

Untuk tekonologinya, Wasil menerangkan bahwa timnya menggunakan MongoDB, Express, React, dan Node (MERN). Tim ini sengaja menggunakan teknologi tersebut agar masyarakat bisa mengakses aplikasi dengan bebas. Artinya, tidak perlu perangkat dengan spesifikasi tinggi. Selain itu, dengan teknologi ini Lingkar Puan dapat menghadirkan fitur obrolan secara real time.

"Jadi kelebihan aplikasi ini, spesifikasi orangnya adalah orang-orang yang paham terhadap kekerasan terhadap perempuan. Terus ada aplikasi lain yang isinya artikel-artikel juga isinya masih umum, bukan kekerasan terhadap perempuan, sedangkan Lingkar Puan ada,” jelas dia.

4. Berharap penyintas lebih berani melapor

Lingkar Puan, Inovasi Mahasiswa ITS Fasilitasi Penyintas KekerasanPoster aplikasi Lingkar Puan buatan Tim NCC Lab yang berhasil raih emas dalam ajang Gemastik XIII. Dok. Humas ITS

Lingkar Puan mengantar Tim NCC Lab mengukir prestasi dalam ajang Pagelaran Mahasiswa Nasional bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (Gemastik) XIII tahun 2020. Tim ini pun berhasil menyabet medali emas pada kategori Pengembangan Perangkat Lunak.

Aplikasi ini sudah ada pada tahap pengujian. Selain diuji untuk para penyintas, Lingkar Puan juga diujikan pada masyarakat umum serta orang berlatar belakang psikologi dan hukum. Setelah melalui tahap pengujian, ada kemungkinan Lingkar Puan akan dijalankan.

“Kami akan bekerja sama dengan orang berlatar belakang psikologi dan hukum sebagai konsultan kami di Rekan Cerita dan Rekan Hukum. Kalau sudah siap, akan kami publikasikan sehingga para penyintas bisa mengunjungi web kami di lingkarpuan.com,” tukasnya.

“Semoga penyintas tidak takut untuk bercerita. Kami berharap dengan aplikasi ini, kami bisa memfasilitasi mereka agar berani bercerita dan berani melapor,” Wasil menambahkan

Baca Juga: ITS Borong Juara di Kontes Robot Indonesia 2020 Regional II

Topic:

  • Dida Tenola

Berita Terkini Lainnya