Comscore Tracker

Mahasiswa UB Bikin Krim Anti Jerawat dari Kulit Durian  

Diklaim 15 persen leboh efektif cegah jerawat

Malang, IDN Times - Limbah kulit durian selama ini bagi sebagian orang hanyalah sampah biasa. Tetapi di tangan orang-orang kreatif, limbah kulit durian bisa menjadi sebuah karya yang menarik. Hal itulah yang dilakukan oleh mahasiswa Universitas Brawijaya (UB). Kali ini lima orang mahasiswa dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) membuat krim anti jerawat dari bahan limbah kulit durian. Kelima mahasiswa tersebut masing-masing adalah, Putri Ayu Maharani, Nur Khasanah, Annindea Erza, Dzurrotin Qurrota dan Dita Rahmaningtyas. 

1. Manfaatkan limbah kulit durian

Mahasiswa UB Bikin Krim Anti Jerawat dari Kulit Durian  Proses pengambilan kulit durian untuk dikeringkan. IDN Times/Alfi Ramadana

Putri Ayu Maharani, salah satu anggota kelompok menyebut bahwa pemilihan kulit durian lantaran selama ini kulit buah yang memiliki bau tajam itu belum banyak dimanfaatkan. Padahal kulit buah durian memiliki banyak kandungan senyawa anti bakteri seperti flavonoid, saponin, tannin, terpenoid dan alkaloid yang punya banyak manfaat. Untuk itu dirinya bersama keempat mahasiswa lain mencoba melakukan penelitian dan membuat sebuah inovasi produk berbahan ekstrak kuilit durian.

"Kami melakukan penelitian ini juga berdasar pada banyaknya keluhan masalah masyarakat selama Pandmik COVID-19. Makanya kami coba berinovasi dengan memanfaatkan kulit durian yang selama ini tak banugak digunakan," katanya Minggu (3/10/2021). 

Baca Juga: Menengok Resto Berkonsep Serba Dinosaurus di Kota Malang  

2. Krim kulit durian lebih efektif hambat jerawat

Mahasiswa UB Bikin Krim Anti Jerawat dari Kulit Durian  Proses pengovenan kulit durian yang sudah diiris tipis-tipis. IDN Times/Alfi Ramadana

Lebih jauh, Putri menyebut bahwa kandungan yang ada dalam kulit durian lebih efektif untuk mencegah tumbuhnya jerawat. Hal tersebut lantaran kulit durian mengandung senyawa antibakteri yanh bermanfaat untuk kulit. Hasilnya apabila senyawa tersebut diamanfaatkan dengan baik maka bisa memberikan efek baik kepada kulit.

"Krim anti jerawat berbahan dasar limbah kulit buah durian ini lebih efektif dengan daya hambat sebesar 18,1 mm dibandingkan produk di pasaran yang mengandung tree tea oil dengan daya hambat sebesar 15,8 mm," tambahnya. 

3. Krim oles lebih efektif sembuhkan jerawat

Mahasiswa UB Bikin Krim Anti Jerawat dari Kulit Durian  Proses pengambilan ekstraksi kulit durian sebelum dijadikan gel. IDN Times/Alfi Ramadana

Tak hanya itu saja, pengobatan jerawat yang umum dijumpai adalah pengobatan yang diberikan dengan cara dioleskan pada kulit (pengobatan topikal) dan dengan cara dikonsumsi seperti obat (pengobatan sistemik). Pengobatan secara oles pada kulit memiliki efektifitas lebih tinggi dibandingkan pengobatan yang diberikan secara oral. Karena hal tersebut dapat menimbulkan resistensi antibiotik di dalam tubuh. Berpatokan pada hal tersebut, krim anti jerawat dari kulit durian dibuat dengan mengedepankan sebuah teknologi bernama nanoemulsi.

"Teknologi nanoemulsi terdiri dari fase minyak dan air dengan ukuran droplet <200 nm serta luas permukaan yang besar ini dapat memberikan efek hidrasi. Sehingga meningkatkan permeabilitas kulit dalam penetrasi obat dan mengurangi resiko peradangan jerawat. Kemudian teknologi nanoemulsi ini didukung oleh teknik mikrofluidisasi. Teknik ini dipilih karena dapat bekerja tanpa menaikkan temperature sistem dan ukuran droplet nanoemulsinya dapat dikontrol. Hasilnya krim anti jerawat memiliki daya penetrasi yang lebih baik," katanya. 

4. Rangkaian prosesnya cukup rumit

Mahasiswa UB Bikin Krim Anti Jerawat dari Kulit Durian  Proses pembuatan gel ekstrak durian untuk krim jerawat. IDN Times/Alfi Ramadana

Putri menjelaskan, proses pengolahan kulit durian sendiri cukup panjang dan rumit. Pertama adalah kulit durian bagian dalam atau yang membungkus buah, diambil dengan cara diiris tipis-tipis. Lalu setelah itu, kulit dikeringkan terlebih dahulu menggunakan oven. Proses oven sendiri memerlukan waktu 2x24 jam dengan suhu 60°C. Kemudian setelah kering, kulit durian tersebut dihaluskan menggunakan blender lalu diayak. Langkah berikutnya adalah pengambilan ekstraksi kulit durian dengan cara maserasi yakni dipisah pelarutnya menggunakan rotary evaporator hingga memperoleh ekstrak kulit buah durian.

"Setelah itu masih ada langkah pre emulsi dengan teknik mikrofluidik untuk mengecilkan ukuran partikel sampai ukuran nano. Baru berikutnya adalah pembuatan nano emulsi gel," sambungnya. 

5. Sudah dilakukan uji efektifitas

Mahasiswa UB Bikin Krim Anti Jerawat dari Kulit Durian  Proses blender kulit durian yang sudah dikeringkan. IDN Times/Alfi Ramadana

Sejauh ini, Putri menyebut bahwa krim tersebut memang belum diuji langsung ke kulit manusia. Tetapi berdasar hasil uji in vitro terhadap salah satu bakteri penyebab jerawat yakni propionibacterium acnes, hasilnya cukup efektif. Krim kulit durian tersebut mampu menghambat baktero tersebut berkembang menjadi jerawat. 

"Memang perlu penelitian lebih lanjut untuk menguji efektifitasnya secara langsung. Tetapi kami berharap temuan krim anti jerawat ini dapat dikembangkan lebih lanjut untuk membantu permasalahan penderita jerawat,” pungkasnya. 

Baca Juga: Bingung Jual Rongsokan, Intip Aplikasi Karya Mahasiswa Surabaya Ini 

Topic:

  • Zumrotul Abidin

Berita Terkini Lainnya