Comscore Tracker

Cangkok Organ dari Hewan ke Manusia? Kenali Xenotransplantasi

Masih ada berbagai kontroversi

Donor organ antar manusia memang sesuatu yang aneh. Biasanya tahapan ini diperlukan bagi mereka yang memiliki organ namun tak berfungsi. Organ-organ yang kerap menjadi objek donor antara lain, dari ginjal, mata, pankreas, serta sumsum tulang belakang

Namun, apa jadinya jika organ yang didonorkan adalah organ tubuh dari hewan? Mari berkenalan dengan xenotransplantasi, prosedur medis yang melibatkan transplantasi dari hewan ke manusia. Let's get closer!

1. Apa sih Xenotransplantasi itu?

Cangkok Organ dari Hewan ke Manusia? Kenali Xenotransplantasithestatesman.com

Xenotransplantasi adalah sebuah prosedur medis yang melibatkan transplantasi, implantasi dan infus ke penerima manusia baik dalam bentuk sel hidup, jaringan atau organ dari hewan.  

Food & Drug Administration (FDA) menyebut bahwa Xenotransplantasi dikembangkan karena adanya permintaan organ manusia yang sangat tinggi dan melebihi pasokan yang ada. Di Amerika, 10 pasien meninggal setiap harinya saat berada dalam daftar tunggu untuk menerima transplantasi organ vital.

2. Transplantasi ini sudah ada sejak abad 17

Cangkok Organ dari Hewan ke Manusia? Kenali Xenotransplantasifda.gov

Rupanya xenotransplantasi bukan hal baru. Sebuah transfusi darah dari hewan ke manusia di Inggris dan Prancis telah tercatat pada awal abad ke-17. Ini adalah yang pertama di bidang xenotransplantasi. Di abad 20, ada transplantasi organ padat dari hewan ke manusia, jelas Journal of the Royal Society of Medicine.

Selain itu juga ada catatan pasien yang bertahan hidup hingga sembilan bulan setelah transplantasi ginjal dari simpanse. Sebaliknya, transplantasi organ dari non-primata menunjukkan sedikit keberhasilan. Ini karena primata adalah hewan yang memiliki kedekatan genetik dan DNA yang hampir mirip dengan manusia dibanding dengan hewan lain.

3. Apa plus minus dari xenotransplantasi?

Cangkok Organ dari Hewan ke Manusia? Kenali Xenotransplantasinewswise.com

FDA menyebut bahwa transplantasi sel dan jaringan dari hewan bisa menjadi terapi untuk penyakit tertentu, seperti gangguan neurodegeneratif dan diabetes. Meski bagitu, Xenotransplantasi menimbulkan kekhawatiran terkena infeksi dan kemungkinan menularkan berbagai penyakit. Efek buruk lainnya adalah potensi infeksi lintas spesies oleh retrovirus dan bisa menyebabkan penyakit bertahun-tahun setelah terinfeksi. Maka dari itu, masih dilakukan penelitian dan riset lebih lanjut tentang xenotransplantasi.

4. Babi dianggap sebagai hewan yang cocok untuk menjadi pendonor Xenotransplantasi

Cangkok Organ dari Hewan ke Manusia? Kenali Xenotransplantasinytimes.com

Meski DNA nya dekat dengan manusia, ternyata primata bukan hewan yang paling direkomendasikan sebagai donor. Primata dianggap lebih berisiko membawa virus yang dapat menginfeksi manusia daripada hewan lainnya, seperti HIV, virus yang bertanggung jawab untuk penyakit AIDS, ungkap laman The Conversation.

Hewan yang paling cocok justru adalah babi. Alasannya, sebagian besar organ babi bekerja dengan baik pada manusia. Organ-organ babi juga memiliki kemiripan dengan organ pada tubuh manusia.

Baca Juga: 4 Fakta Ngeri Tentang Transplantasi Kepala Desember Mendatang

5. Ada banyak pertimbangan sebelum melakukan transplantasi organ babi

Cangkok Organ dari Hewan ke Manusia? Kenali Xenotransplantasinanalyze.com

Xenotransplantasi dari babi bukan berarti mulus-mulus saja tanpa kendala. Ada beberapa masalah yang perlu untuk dikaji. Misal, umur babi paling lama hanya 15 tahun dan organ yang didonorkan akan mengalami penuaan lebih cepat. Begitu pula ukuran organ babi yang tidak sama bila dibandingkan dengan organ manusia.

Masalah lain adalah soal suhu tubuh. Babi memiliki suhu tubuh sekitar 39°C, sementara suhu tubuh manusia adalah 37°C, ungkap Journal of the Royal Society of Medicine. Studi mengenai perbedaan suhu tubuh ini masih dilakukan, apakah nantinya memiliki implikasi bagi manusia sebagai penerima donor atau tidak. Perlu diketahui bahwa studi yang satu ini tidak melibatkan hukum dari kepercayaan tertentu, jadi jika itu termasuk dalam kepercayaanmu, jadikan saja fakta ini sebagai sebatas informasi.

6. Bagaimana cara menghindari penolakan tubuh atas donor organ dari hewan?

Cangkok Organ dari Hewan ke Manusia? Kenali Xenotransplantasihealthline.com

Ada kalanya, organ yang didonorkan dari hewan mengalami ketidakcocokan atau penolakan di tubuh manusia. Apa yang bisa dilakukan untuk menghindari hal tersebut? Ini bisa dilakukan dengan memodifikasi susunan genetik hewan dan DNA dengan teknologi modern sehingga jaringan atau organ itu tidak dikenali sebagai benda asing oleh penerima transplantasi, saran laman Science Learning Hub.

Selain itu, bisa dilakukan dengan menekan sistem kekebalan penerima dengan obat-obatan, meskipun ini bisa beracun dan memengaruhi kemampuan penerima untuk melawan infeksi. Sistem kekebalan penerima juga bisa dimanipulasi dengan membuang antibodi dan menambahkan sel-sel kekebalan dari hewan donor.

7. Masih banyak kontroversi dalam penerapan Xenotransplantasi

Cangkok Organ dari Hewan ke Manusia? Kenali Xenotransplantasirdmag.com

Xenotransplantasi sering disebut sebagai salah satu revolusi di dunia medis. Selain itu, terdapat kebutuhan tinggi terhadap organ donor. Di tahun 2017, ada 115.759 pasien dalam daftar tunggu di Amerika Serikat, sebagian di antaranya meninggal saat menunggu organ. Menggunakan organ hewan akan mengurangi waktu tunggu dan mencegah kematian.

Namun, di sisi lain, ada masalah etika seputar penggunaan organ hewan untuk manusia. Sebagian orang mempermasalahkan tentang risiko penyakit dan infeksi yang bisa ditularkan. Maka dari itu, butuh penelitian yang lebih dalam sebelum xenotransplantasi dilakukan secara masif di dunia medis.

Nah, itulah 7 fakta unik seputar xenotransplantasi. Semoga bisa memperkaya wawasanmu, ya!

Baca Juga: Setelah Tikus, Dokter Ini Ingin Transplantasi Kepala Manusia

Topic:

  • Faiz Nashrillah

Berita Terkini Lainnya