Comscore Tracker

Cium Bau Bensin Bisa Bikin Kecanduan? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Bahan candu murah tapi bisa merusak organ dalam kita

Tak hanya alkohol dan narkoba saja yang bisa bikin kecanduan dan mabuk. Bensin pun ternyata bisa menimbulkan efek serupa. Meskipun terdengar tidak wajar, nyatanya adiksi terhadap bebauan itu dialami oleh sebagian orang. Tapi masa iya, bensin yang baunya menyengat gitu bisa bikin kecanduan? 

1. Kecanduan bau-bauan sudah ada sejak tahun 1934

Cium Bau Bensin Bisa Bikin Kecanduan? Ini Penjelasan Ilmiahnyathestar.com.my

Kecanduan aroma bensin ini bukan barang baru, lho! Orang pertama yang nge-fly (sensasi melayang-layang seperti setelah minum minuman keras) akibat bahan bakar dilaporkan ada pada tahun 1934 di Amerika Serikat, ungkap laman ABC Net.

Lambat laun, orang-orang mulai menyadari bahwa tak hanya aroma bensin yang bisa membuat mereka nge-fly, tetapi juga produk lain yang mengandung uap, semisal lem, aerosol, pengencer cat, cairan pembersih dan lain sebagainya. 

2. Bahaya banget, menghirup aroma bensin setara dengan narkoba

Cium Bau Bensin Bisa Bikin Kecanduan? Ini Penjelasan Ilmiahnyawonderopolis.org

Celakanya, menghirup bensin ternyata setara dengan kecanduan narkoba. Venkatesh Ragupathi, seorang insinyur mesin dari Anna University, Tamil Nadu, India mengatakan di dalam bensin terkandung benzena, toluena dan hidrokarbon beracun tinggi yang membuat otak kecanduan. Selain itu, di dalam bensin juga terdapat timbal yang akan meracuni paru-paru.

Bensin terbuat dari bahan bakar fosil yang dibuat secara alami dari sisa-sisa tumbuhan dan hewan prasejarah yang membusuk. Di dalamnya terdapat campuran ratusan molekul hidrokarbon yang berbeda, seperti nitrogen, sulfur dan oksigen, beserta sedikit campuran nikel, vanadium dan lain sebagainya.

3. Memang kenapa sih orang kok sampai mau menghirup bau bensin?

Cium Bau Bensin Bisa Bikin Kecanduan? Ini Penjelasan Ilmiahnyagponline.com

Pertanyaan pun muncul. Kenapa sebagian orang mau mencium bau bensin meski berbahaya? Ternyata, itu adalah upaya mereka untuk melarikan diri dari masalah dan menghilangkan kebosanan. Terlebih, ini lebih mudah untuk dilakukan dibanding dengan obat-obatan atau narkoba yang mahal, sulit dijangkau dan ilegal, ungkap laman Lybrate. Menghirup aroma bensin bisa juga menghasilkan efek candu dan high yang setara dengan narkoba, tutur laman ABC Net.

Tak hanya itu, tak jarang ada kasus di mana anak-anak kecil sudah mengenal cara untuk membuat mereka high, seperti dengan menghirup aroma lem atau bensin. Kurangnya edukasi, kemiskinan dan tekanan sosial dari teman sebaya menjadi pemicunya. Padahal, ini sangat berbahaya dan bisa menyebabkan efek buruk pada kesehatan.

4. Di negara maju juga ditemukan para penghirup bensin

Cium Bau Bensin Bisa Bikin Kecanduan? Ini Penjelasan Ilmiahnyaiamhandpicked.com

Meski dianggap sebagai bahan candu yang murahan, penghirup bensin juga ditemukan di beberapa negara maju seperti Australia, Amerika, Kanada dan Selandia Baru. Selain itu, karena narkoba sulit diakses, mahal dan ilegal, maka orang-orang di sana mencari cara lain untuk merasakan efek yang sama seperti narkoba. Alhasil, mencium aroma bensin jadi alternatif bagi mereka. Padahal, ini sangat berbahaya bagi kesehatan, bahkan dalam beberapa kasus bisa menyebabkan kematian!

Baca Juga: Jangan Remehkan, 5 Tanda Kecanduan Makanan yang Perlu Kamu Tahu!

5. Aroma bensin bisa memperlambat sistem otak

Cium Bau Bensin Bisa Bikin Kecanduan? Ini Penjelasan Ilmiahnyaseeker.com

Efek samping setelah menghirup aroma bensin ternyata cukup berbahaya bagi tubuh. Awalnya, aroma bensin mengalir dari paru-paru ke aliran darah dan kemudian ke otak. Hal ini dapat memperlambat aktivitas otak dan menekan sistem saraf pusat dengan cara kerja yang mirip dengan alkohol, tutur laman ABC Net.

Beberapa detik setelahnya, orang bisa mengalami euforia, santai, merasa ringan, namun diiringi juga dengan mati rasa dan pusing. Tak hanya itu, mereka juga akan mengalami halusinasi, disorientasi, agresi, cara bicara yang berubah jadi cadel, refleks jadi lambat dan bahkan bisa mengalami muntah.

6. Dalam jangka panjang, seorang pecandu bensin tak bisa menjaga keseimbangan tubuhnya

Cium Bau Bensin Bisa Bikin Kecanduan? Ini Penjelasan Ilmiahnyamyjewishlearning.com

Tidak berhenti di sana, ada banyak masalah kesehatan mengintai setelah kecanduan menghirup aroma bensin. Bahan kimia beracun dalam bensin secara bertahap dapat merusak otak, jantung, paru-paru, sistem kekebalan tubuh, hati dan ginjal. Semakin lama adiksi ini dilakukan, semakin buruk organ-organ tubuh kita, ungkap laman ABC Net.

Jika kebiasaan ini menjadi candu, beberapa tahun pertama akan terlihat kerusakan otak yang akan memengaruhi kemampuan berpikir jernih, konsentrasi, mengingat dan mempelajari hal-hal baru serta menyelesaikan masalah.

Bila terus dilakukan, bagian otak yang mengontrol gerakan dan keseimbangan akan rusak dan orang tersebut tidak dapat berjalan dan berbicara dengan benar. Tak hanya itu, bila kebiasaan ini dilakukan saat hamil, maka akan menyebabkan cacat lahir pada bayi seperti cacat fisik dan intelektual serta menghentikan otak untuk berkembang dengan baik.

7. Kandungan timah bisa membuat kita meninggal

Cium Bau Bensin Bisa Bikin Kecanduan? Ini Penjelasan Ilmiahnyaverywellhealth.com

Bila kebiasaan ini terus dilakukan, maka organ-organ tubuh akan mengalami kerusakan. Tak hanya itu, kecanduan menghirup aroma bensin bisa menyebabkan kematian! Ketika kita mengendus bensin, ini akan menekan sistem saraf pusat dan membuat kita berada pada kondisi yang sama ketika keracunan alkohol, terang laman Lybrate.

Kandungan timah di dalamnya bisa membuat kita berhalusinasi. Selain itu, bisa memengaruhi otak dan efeknya bisa bertahan hingga berjam-jam. Bahkan, ada beberapa kasus di dunia di mana setelah mencium aroma bensin, mereka akan meninggal karena otak kekurangan oksigen.

Nah, itulah penjelasan ilmiah mengapa menghirup aroma bensin terasa adiktif dan menyebabkan kecanduan. Semoga penjelasan ini membantu, ya!

Baca Juga: Kenapa “Ngelem” Bisa Bikin Kecanduan? Berikut Penjelasan Sainsnya 

Topic:

  • Faiz Nashrillah

Berita Terkini Lainnya