Comscore Tracker

Kejam Banget, 7 Hewan Ini Sering Dijadikan 'Bom Hidup' Saat Perang

Demi nafsu perang manusia, mereka jadi korban

Peperangan memang membuat banyak nalar orang hilang. Pihak-pihak yang bersengketa menggunakan segala cara untuk menaklukkan musuh. Bahkan, hewan pun tak jarang menjadi korban. Mereka dilatih untuk mengangkut senjata, menyalurkan konsumsi dan obat-obatan. Bahkan, ada pula hewan yang dilatih untuk menjadi "bom hidup". Tubuh mereka dipasang bom dan dilepaskan ke wilayah lawan. Ketika meledak, kamu bisa bayangkan sendiri seperti apa nasib mereka. 

Ingin tahu hewan apa sajakah yang dikorbankan sebagai "bom hidup" di masa perang dulu? Simak berikut ini. 

1. Monyet digunakan sebagai 'pengantar' bom oleh Tiongkok

Kejam Banget, 7 Hewan Ini Sering Dijadikan 'Bom Hidup' Saat Perangilustrasi monyet (pexels.com/Yan Krukov)

Eksploitasi monyet sebagai "bom hidup" terjadi sekitar tahun 12 SM di Tiongkok atau saat masa Dinasti Song Selatan. Dilansir History, saat itu sedang ada perang antara rakyat di provinsi Yanzhou dan tentara Tiongkok. 

Tak banyak informasi mengenai praktik ini, namun salah satu di antara kedua pihak memanfaatkan monyet hidup untuk membakar dan meledakkan wilayah lawan. Mereka membungkus tubuh monyet dengan jerami, melumurinya dengan minyak, dan membakar hewan tersebut. 

Setelah itu, pasukan "bom hidup" itu dilepaskan ke kamp musuh. Monyet yang tersulut api itu tak hanya membakar tenda dan barang-barang. Orang-orang yang hidup di sana juga ikut terbakar. 

2. Tikus menjadi agen khusus saat Perang Dunia II

Kejam Banget, 7 Hewan Ini Sering Dijadikan 'Bom Hidup' Saat Peranganatomi tikus pembawa bom (express.co.uk)

Tikus berjasa besar terhadap Inggris saat Perang Dunia II. Di masa itu, negara tersebut memiliki agen militer khusus bernama Special Operation Executive (SOE). Mereka bertugas untuk mengatur gerakan perlawanan berupa sabotase. Dilansir The Guardian, misinya disebut-sebut merupakan "set Europe ablaze" atau membumihanguskan Eropa yang saat itu dikuasai Jerman. 

Salah satu senjata inovasi SOE adalah bom tikus. Benar, secara harfiah. Mereka menggunakan tikus-tikus mati untuk diubah menjadi bom. Dilansir Military History, mereka akan menguliti tikus tersebut dan memasukkan bom ke dalam perutnya. 

Tikus itu kemudian dimasukkan ke dalam stok arang tentara Jerman yang ada di sebuah ruang ketel (boiler room). Tujuannya, agar mereka tanpa sadar memasukkan tikus-tikus bom itu ke dalam api. Dengan begitu, markas mereka akan meledak. Ternyata, misi ini tak berjalan semulus yang dikira. Orang Jerman yang menemukan banyak tikus di antara arang curiga dan akhirnya tahu tentang trik ini. 

3. Teman baik, anjing malah digunakan untuk melawan tank

Kejam Banget, 7 Hewan Ini Sering Dijadikan 'Bom Hidup' Saat PerangAnti-tank dog yang berlari ke bawah tank Jerman. (express.co.uk)

Anjing merupakan kawan baik manusia di masa perang. Mereka banyak berjasa terhadap kehidupan kita. Mereka bisa melacak musuh, membantu membawa barang, hingga bahkan mendeteksi bom. Namun tak cukup sampai di situ, hewan pintar ini juga dimanfaatkan untuk membawa bom. 

Anti-tank dog, itulah mereka. Demi mempertahankan wilayahnya dari Jerman pada Perang Dunia II, tentara Uni Soviet melatih anjing untuk menaruh bom di bawah tank musuh. Praktik ini marak dilakukan pada 1941-1942. 

Dilansir History, anjing dipasangi strap yang terhubung ke bom di punggungnya. Kemudian, mereka diminta untuk masuk ke bawah tank Jerman dan melepaskan strapnya. Operator kemudian akan meledakkannya. Latihan ini dilakukan selama 6 bulan.

Akan tetapi, anjing-anjing itu terus mengalami kegagalan. Sering kali, mereka kembali ke operator tanpa melepas strap. Karena itu, banyak anjing yang mati terkena peledak di tubuhnya. 

Baca Juga: 6 Hewan Ini Mampu Mendeteksi Bom, Sering Jadi Bantuan saat Perang

4. Kelelawar sempat diuji coba sebagai 'bom hidup' di Jepang

Kejam Banget, 7 Hewan Ini Sering Dijadikan 'Bom Hidup' Saat Perangkelelawar yang membawa bom (historyofyesterday.com)

Bat bombs atau bom kelelawar pertama kali digagas oleh Dr. Lytle S. Adams untuk Amerika Serikat. Konsepnya adalah melekatkan bom kecil ke tubuh kelelawar meksiko dan menyebarkannya ke permukiman di Tokyo, Jepang. Rencananya, ini adalah balasan atas bom yang dilepaskan di Pearl Harbour. 

Dilansir History Net, Adams mengatakan bahwa ribuan bom kelelawar itu akan dilepaskan melalui pesawat di malam hari. Tokyo yang mayoritas rumahnya terbuat dari jerami dan kayu akan hangus rata dengan Bumi. Sebab, menurutnya, kemampuan bom yang dibawa kelelawar itu bisa menyaingi bom atom. 

Bom kelelawar dites berkali-kali dan telah menghabiskan jutaan dolar AS. Namun percobaan ini dihentikan karena Adams dianggap terlalu lambat dan membuang waktu. Proyek tersebut digantikan oleh bom atom. Padahal ribuan kelelawar telah terbunuh karenanya. 

5. Prajurit dari masa Yunani kuno membakar babi hidup dan mengarahkannya pada lawan

Kejam Banget, 7 Hewan Ini Sering Dijadikan 'Bom Hidup' Saat Perangilustrasi babi terbakar yang menyerang pasukan gajah (Tumblr/Mental Floss)

Flaming pigs atau 'babi yang terbakar' merupakan senjata hidup yang dipakai jauh di zaman dahulu. Berbagai sumber mengatakan bahwa pihak pertama yang menggagasnya adalah bangsa Megara yang dulu mendiami sebuah area di Yunani. 

Sekitar tahun 266 SM, Antigonos II Gonatas dari Macedonia berniat untuk mengepung wilayah Megara dengan pasukan gajah. Masyarakat setempat kemudian menyiram babi-babi dengan minyak dan resin kemudian membakarnya. 

Hewan malang itu kemudian digiring ke arah lawan. Sontak, pasukan gajah lari ketakutan karena diserbu oleh babi-babi yang terbakar itu. Tentara yang mengendarainya pun mati terinjak. 

6. Merpati pun dilatih menjadi 'pilot tempur'

Kejam Banget, 7 Hewan Ini Sering Dijadikan 'Bom Hidup' Saat Perangmerpati yang mengoperasikan bom (historyofyesterday.com)

Tentara Amerika Serikat ternyata tidak hanya menggunakan kelelawar untuk melawan musuhnya. Mereka sempat menggagas senjata hidup lain berupa merpati yang membawa bom. Orang pertama yang mengajukan gagasan ini adalah B.F. Skinner. 

Dilansir History Net, psikolog dari University of Minnesota tersebut melihat potensi merpati yang mampu mengenali objek atau orang tertentu. Dengan kemampuan tersebut, ia melatih burung tersebut untuk menjadi "pilot" alat yang membawa bom. 

Merpati itu ditempatkan di depan layar yang menunjukkan target tertentu. Mereka diminta untuk mematuk target dengan paruhnya. Ketika berhasil, merpati akan mendapatkan biji yang tersimpan di balik layar. Ternyata itu adalah cara untuk menembakkan bom ke arah musuh. 

Walaupun Skinner mengaku berhasil melatih merpati-merpati, proyek ini dihentikan. Sama dengan yang terjadi pada proyek kelelawar Adams. Pihak militer AS menganggapnya tidak efisien. 

7. Bangsa Timur Tengah lebih memilih keledai sebagai martir

Kejam Banget, 7 Hewan Ini Sering Dijadikan 'Bom Hidup' Saat Perangilustrasi keledai (pexels.com/Leroy Huckett)

Terakhir, penggunaan keledai sebagai pembawa bom biasa dilakukan oleh bangsa Timur Tengah. Sejumlah negara yang tercatat pernah mempraktikkannya adalah Afganistan, Irak, Lebanon, dan Israel. 

Bom biasanya diletakkan di gerobak yang ditarik keledai atau di punggung mereka. Hewan tersebut kemudian dibiarkan berjalan hingga masuk ke wilayah lawan agar meledak di sana. 

Pemanfaatan hewan-hewan untuk menjadi "bom hidup" atau pembawa bom merupakan hal yang berbahaya. Semoga di masa depan, hal ini tak terulang lagi, ya. Sebab sudah banyak teknologi lain yang lebih canggih dan tidak perlu mengorbankan hewan tak bersalah. 

Baca Juga: 7 Kucing Liar Asal Indonesia yang Hampir Punah, Stop Perburuan!

Topic:

  • Faiz Nashrillah

Berita Terkini Lainnya