Comscore Tracker

Bisa Deteksi Bom, 6 Hewan Ini Sering Membantu Mendeteksi Bom

Bahkan tikus liar pun berguna

Perang nyatanya tak hanya mengandalkan peralatan dengan berbagai teknologi tinggi. Dalam kondisi seperti itu, kebaradaan hewan juga kerap diandalkan. Salah satu bentuk pemanfaatan tersebut adalah menjadikan hewan sebagai pasukan pendeteksi bom. 

Yuk, kenalan dengan mereka yang berjasa dalam perang dan konflik!

1. Dengan penciumannya yang kuat, anjing bisa mendeteksi keberadaan bom

Bisa Deteksi Bom, 6 Hewan Ini Sering Membantu Mendeteksi Bomanjing pelacak bom (howstuffworks.com)

Anjing dinobatkan sebagai salah satu teman terbaik manusia. Hewan tersebut tak hany menjadi teman di rumah, tapi juga saat perang. Mereka bisa dilatih untuk mendeteksi bahan peledak. 

Seperti yang kita tahu, anjing memang memiliki indra penciuman yang sangat sensitif. Hewan tersebut juga dikenal pintar dan kuat. Melihat potensi ini, manusia pun melatih mereka untuk melacak aroma bom. 

Dilansir Smithsonian Mag, anjing pelacak bom harus dilatih setidaknya berbulan-bulan agar mereka bisa menjalankan tugas dengan baik. Dalam kurun waktu tersebut, mereka disuguhi setidaknya 100 jenis aroma yang mirip. Mulai dari bubuk peledak, dinamit, TNT, RDX, C4, dan berbagai jenis bom lainnya. 

Aroma tersebut akan terekam dalam otak anjing. Setelah pelatihan selesai, mereka mampu mendeteksi bahan peledak bahkan di tempat yang tersembunyi sekalipun. Jenis anjing terbaik untuk melaksanakan tugas ini adalah German Shepherd, Belgian Malinoises, dan Labrador. Ketiganya tak pernah lelah dan punya penciuman yang sangat akurat. 

2. Lebah juga bisa mengendus aroma bahan peledak

Bisa Deteksi Bom, 6 Hewan Ini Sering Membantu Mendeteksi Bomilustrasi lebah (pexels.com/Pixabay)

Ternyata lebah bukan hanya mampu mengendus aroma nektar. Serangga kecil ini juga bisa membedakan aroma bahan peledak. Mulai dari dinamit, granat, bahan peledak plastik C4, hingga propelan Howitzer yang dulu dipakai oleh Iran. 

Dilansir Mental Floss, untuk mendapatkan kemampuan tersebut, lebah pelacak harus dilatih terlebih dahulu. Mereka diberi makan air gula sambil dipaparkan dengan aroma bahan peledak. 

Setelah itu, setiap kali mendeteksi aroma peledak, lebah akan memanjangkan mulutnya untuk mencari air gula yang biasa ia makan. Pelatihan tersebut biasa dilakukan selama 10 menit dalam kurun waktu 6 minggu berturut-turut. 

Lebah memiliki beberapa kelebihan dibandingkan anjing. Serangga ini tidak memerlukan waktu yang lama untuk dilatih serta biaya yang dikeluarkan pun tak mahal. Namun usianya yang pendek menjadi hambatan. 

3. Tikus liar menjijikkan? mereka juga bisa berfungsi sebagai detektor bom, loh

https://www.youtube.com/embed/_eAGtAYW6mA

Dari dulu hingga sekarang, tikus liar dianggap sebagai hama. Selain menyebarkan penyakit, mereka juga dikenal sering merusak perabotan, mencuri makanan, dan tidak baik untuk hewan peliharaan. 

Di balik itu, ternyata hewan pengerat ini punya kemampuan yang spesial jika dilatih. APOPO, lembaga non-profit dari Amerika Serikat berhasil menciptakan sekelompok tikus liar yang disebut sebagai HeroRATS. Mereka adalah tikus-tikus yang telah dilatih untuk mengendus aroma bom. Hingga saat ini, jasa APOPO telah digunakan di berbagai area yang rawan konflik. 

Seperti apa caranya? Mereka tidak membiarkan tikus berkeliaran di mana-mana kok. Menurut laman resmi APOPO, seekor tikus liar akan dipasangi tali kekang spesial yang terhubung dengan kawat. Untuk mendampinginya, dua orang dari lembaga tersebut harus berdiri berseberangan di atas daerah ranjau. kawat itu terikat di kaki masing-masing orang. 

Tikus kemudian berlari sambil menggali tanah sepetak demi sepetak untuk mendeteksi di mana bom berada. Ketika ia menemukan aromanya, ia akan berhenti. Pendampingnya pun menandai area tersebut. Setiap bom ditemukan, tikus pelacak akan diberi hadiah berupa pisang dan makanan lainnya. Proses ini berlangsung dalam waktu cepat, lho. Hewan tersebut bisa mendeteksi bom di bidang 300 meter persegi hanya dalam waktu sejam. 

Baca Juga: 9 Hewan Terancam Punah Ini Sering Dikorbankan Menjadi Bahan Obat

4. Tikus laboratorium juga bisa mengendus bom dan obat terlarang

Bisa Deteksi Bom, 6 Hewan Ini Sering Membantu Mendeteksi Bomilustrasi tikus lab (pexels.com/Pixabay)

Masih dari bangsa pengerat, tikus laboratorium juga memiliki kemampuan untuk mendeteksi bom. BioExplorers, perusahaan asal Israel merupakan pihak pertama yang melatih tikus-tikus lab untuk membantu melacak teroris di bandara. 

Dilansir NewScientist, hewan pengerat tersebut akan diminta untuk mengendus berbagai aroma, termasuk obat-obatan terlarang dan bahan peledak. Tim akan memantau seperti apa reaksi mereka terhadap masing-masingnya. Pelatihan ini dilakukan selama minimal 10 hari. 

Setelah itu, tikus laboratorium akan ditempatkan di area pendeteksi logam (metal detector) bandara. Jika tikus melakukan reaksi yang sama seperti di masa pelatihan, orang yang bersangkutan akan diperiksa lebih lanjut. Metode ini dikenal cukup efektif karena hewan tersebut mampu mengingat puluhan jenis aroma. 

5. Kalau bom di laut, serahkan saja pada lumba-lumba

Bisa Deteksi Bom, 6 Hewan Ini Sering Membantu Mendeteksi Bomlumba-lumba pendeteksi bom (Dok. American Veterinary Medical Association)

Bukan hanya hewan darat saja yang bisa melacak bom. Mamalia pintar dari laut, yaitu lumba-lumba ternyata juga mampu mengemban tugas tersebut. Sejak tahun 1960-an, mereka memiliki andil besar dalam mendeteksi bom yang tersebar di sekitar laut Amerika. 

Dilansir Divers Institute, tugas ini awalnya dilakukan oleh angkatan laut AS dengan cara menyelami lautan. Akan tetapi, setelah mengetahui bahwa lumba-lumba mampu menyelam berkali-kali tanpa masalah apa pun, mereka pun mulai memberdayakannya sebagai bantuan. Terlebih, hewan tersebut punya kemampuan sonar yang bisa mendeteksi bahan peledak lebih akurat daripada alat militer lainnya.

Bukan hanya itu, lumba-lumba juga bisa melacak keberadaan penyelam tak dikenal di wilayah AS. Hewan itu akan menabrakkan moncongnya ke tangki udara orang itu dan memasangkan lampu sorot yang terhubung ke pelampung di permukaan. Dengan begitu, tentara bisa menangkapnya.  

6. Singa laut juga berbagi tugas dengan lumba-lumba

Bisa Deteksi Bom, 6 Hewan Ini Sering Membantu Mendeteksi Bomsinga laut mendeteksi bom (monsterchildren.com)

Lautan tidak hanya dikuasai oleh lumba-lumba. Tak disangka-sangka, singa laut juga memiliki kemampuan yang serupa. Hanya saja, mereka lebih bergantung pada indra penglihatannya untuk mencari di mana bom dan bahan peledak lain dipasang. 

Dilansir Mental Floss, singa laut memiliki mata yang lima kali lebih jeli daripada manusia. Berbekal kemampuan tersebut, mereka dilatih untuk melacak bom sambil didampingi oleh manusia. Ketika berhasil menemukannya, singa laut akan memberi sinyal dengan cara melepaskan pelampung penanda. 

Sama seperti lumba-lumba, singa laut juga membantu melacak adanya penyelam tak dikenal di wilayah angkatan laut AS. Mereka bisa memasang borgol di kaki penyusup yang tersambung dengan kapal tentara. Jangan sepelekan hewan ini, ya!

Tumbuhan sebagai pendeteksi bom di masa depan

Bisa Deteksi Bom, 6 Hewan Ini Sering Membantu Mendeteksi Bomtanaman bayam (goodhousekeeping.com)

Selain hewan, ternyata tumbuhan juga berpotensi untuk menjadi pendeteksi bom, lho. Colorado State University berhasil memodifikasi reseptor mereka yang sensitif terhadap polutan untuk melacak bahan peledak. Salah satunya adalah bayam. 

Jika tumbuhan tersebut menyerap udara dengan aroma tersebut, mereka akan berubah warna dari hijau menjadi putih. Sementara jika aroma telah hilang, warna akan kembali ke semula.

Mengutip laporan Mental Floss, proses rekayasa genetik ini masih belum sampai pada tahap sempurna. Untuk saat ini, tumbuhan baru bisa berubah warna setelah terpapar bahan peledak selama beberapa jam. Namun nantinya, para peneliti berharap cara ini bisa menjadi alternatif deteksi bom di masa depan. 

Hewan-hewan di atas memiliki peran yang lebih besar daripada yang kita bayangkan. Keberadaan mereka sangat meringankan tugas manusia. Mereka bahkan bisa menyelamatkan nyawa kita dari bahaya eksplosi bom. 

Sejauh penelusuran, tidak ada laporan eksploitasi maupun hal-hal yang membahayakan nyawa hewan tersebut selama pelatihan. Nampaknya manusia harus banyak berterima kasih pada mereka, ya!

Baca Juga: 5 Hewan yang Berjasa pada Nabi Muhammad SAW, Menyelamatkan Sang Rasul

Topic:

  • Faiz Nashrillah

Berita Terkini Lainnya