Comscore Tracker

Rebut Jenazah COVID-19, Warga Jember Juga Merusak Ambulans  

Mereka terpicu hoaks adanya organ korban yang hilang

Jember, IDN Times - Aksi perebutan jenazah dan perusakan ambulans viral di media sosial. Sebuah video berdurasi 3 menit 53 detik menggambarkan masyarakat sedang menghadang dan merusak ambulans, sambil mengambil paksa jenazah COVID-19. Mobil ambulans tampak dilempari dan dipukul oleh sejumlah massa yang berkumpul.

1. Ada kabar beredar bahwa mata jenazah hilang

Rebut Jenazah COVID-19, Warga Jember Juga Merusak Ambulans  Ilustrasi Orasi/Kebebasan Berpendapat (IDN Times/Mardya Shakti)

Kepala Desa Pace, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember, Muhammad Farohan membenarkan peristiwa tersebut, terjadi pada Sabtu malam, (24/7/2021). Menurutnya, amukan warga dipicu informasi hoaks saat ada yang menyebut bagian organ jenazah hilang. Kondisi tersebut memicu amukan massa.

"Ini kejadian di desa saya, Desa Pace. Ada warga yang wafat karena COVID-19. Singkat cerita jenazah dibawa ke rumah duka, sesampai di rumah duka, jenazah diturunkan karena permintaan keluarga ingin melihat terakhir kalinya," kata Farohan, Senin (26/7/2021).

Baca Juga: Kasus Kematian Tinggi, Bupati Jember Minta RT-RW Pantau Warganya 

2. Diduga ada provokator yang memicu kemarahan warga

Rebut Jenazah COVID-19, Warga Jember Juga Merusak Ambulans  Wartakota Tribunnews

Permintaan keluarga diperbolehkan oleh Muspika dan pihak RS Bina Sehat untuk menghindari amukan massa. Namun, setelah peti jenazah di buka, ditemukan darah dan membuat keluarga kaget.

"Nah situasi inilah entah ada profokator, entah ada orang yang seneng berfitnah, dengan lantang mengatakan jenazah matanya tidak ada. Maka yang di luar kaget, karena terprovokasi, dan emosi tanpa klarifikasi terlebih dahulu, hingga kaca mobil jenazah dipecah kacanya," ujarnya.

Farohan mengatakan, setelah diperiksa bersama, kondisi jenazah utuh tidak seperti yang dinarasikan memicu kemarahan warga.

"Tapi pada kenyataannya, perlu kami klarifikasi. Jenazah almarhum utuh. Dua bola mata utuh, tubuh utuh tidak ada bekas sayatan. Seperti itu fakta yang sebenarnya," paparnya.

3. Masih diselidiki polisi

Rebut Jenazah COVID-19, Warga Jember Juga Merusak Ambulans  Ilustrasi Garis Polisi (IDN Times/Arief Rahmat)

Sementara itu, kasus ini sedang diselidiki Polres Jember. Polisi memastikan kondisi fisik jenazah utuh tidak seperti yang dinarasikan dalam video. Dalam video, tampak sejumlah warga berteriak lantang "banyak darah" sambil memecah kaca ambulans.

Kapolres Jember AKBP Arif Rachman Arifin mengatakan, pihaknya sedang mengusut penyebar informasi hoaks yang memicu kemarahan warga.

"Kami masih melakukan penyelidikan terkait narasi hoaks jenazah yang diambil organ tubuhnya," jelasnya.

Baca Juga: Pemkot Madiun Jaring Tim Pemulasaraan Jenazah Pasien COVID-19

Artikel ini pertama kali ditulis oleh Mohamad Ulil Albab di IDN Times Community dengan judul Terpancing Hoaks, Warga Jember Rebut Jenazah dan Rusak Ambulans  

Topic:

  • Faiz Nashrillah

Berita Terkini Lainnya