Comscore Tracker

Dugaan Penganiayaan PMI, BP2MI Malang Dukung Penyidikan Polisi  

BP2MI koordinasi dengan Provinsi Jatim

Malang, IDN Times - Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Kota Malang mendukung penuh upaya Kepolisian untuk mengungkap kasus dugaan penganiayaan yang terjadi di Balai Latihan Kerja (BLK) PT. Central Karya Semesta (CKS). Kasus tersebut mencuat setelah lima orang Calon Pekerja Migran Indonesia melarikan diri dari BLK tersebut pada Rabu (9/6/2021). Tiga calon PMI yang semuanya adalah wanita mengalami luka dan patah tulang setelah melompat dari Lt 4 mes gedung BLK tersebut. 

1. Siap berikan perlindungan advokasi untuk para CPMI yang kabur

Dugaan Penganiayaan PMI, BP2MI Malang Dukung Penyidikan Polisi  Wali Kota Malang, Sutiaji saat mendatangi BLK milik PT CKS di Bumiayu, Kota Malang. Dok/ Humas Pemkot Malang

Koordinator UPT BP2MI Kota Malang, Muhammad Kholid Habibi menyampaikan bahwa pihaknya akan memberikan perlindungan dan advokasi bagi CPMI yang melarikan diri tersebut. BP2MI juga siap memberikan bantuan penanganan atas proses hukum maupun perawatan di rumah sakit untuk para CPMI. Tak hanya itu saja, pihaknya juga siap menanggung proses pemulangan dari tiga CPMI yang masih dirawat tersebut.

"Untuk dua CPMI lain yang tidak terluka posisinya satu belum termonitor. Sementara satunya sudah kembali ke rumahnya, dijemput sama keluarga," terangnya Senin (14/6/2021). 

Baca Juga: Tiga Calon PMI di Malang Kabur hingga Patah Tulang, Begini Ceritanya 

2. Kondisi korban sudah mulai membaik

Dugaan Penganiayaan PMI, BP2MI Malang Dukung Penyidikan Polisi  Kepala BP2MI saat memberikan keterangan di Polresta Malang Kota. Dok/istimewa

Sementara itu, untuk kondisi tiga korban yang mengalami luka-luka ini cukup baik. Ketiganya kini di rawat di RS Wafa Husada. Untuk satu korban berinisial M masih menunggu suaminya tiba di Malang terlebih dahulu sebelum nantinya akan menjalani operasi. Rencananya ketiganya akan dipindahkan ke RS Saiful Anwar Kota Malang guna mempermudah kepolisian dalam proses penanganan kasus.

"Kemarin saran dari Kapolresta Malang, untuk memudahkan proses penanganan kasus hukum, ada rencana tiga korban itu yang terjatuh, akan diupayakan dipindahkan ke RSSA dalam waktu dekat," tambahnya. 

3. PT CKS memiliki izin resmi

Dugaan Penganiayaan PMI, BP2MI Malang Dukung Penyidikan Polisi  Suasana terkini BLK PT CKS terlihat sepi. IDN Times/Alfi Ramadana

Terkait masalah perizinan, sebelumnya ada dugaan bahwa PT CKS tak memiliki izin resmi. Mengenai hal itu, Habibi menyebut bahwa PT CKS memiliki izin resmi dan legal. Tetapi dengan munculnya sejumlah dugaan pelanggaran tersebut, pihaknya menyerahkan sepenuhnya proses penyidikan kepada kepolisian untuk mengungkap kasus tersebut.

"Secara resmi PT tersebut memang terdaftar di Disnaker. Kami sudah koordinasikan dengan Dinas Ketenagakerjaan dan memang terdaftar," sambungnya. 

4. Langkah berikutnya tunggu koordinasi dari provinsi

Dugaan Penganiayaan PMI, BP2MI Malang Dukung Penyidikan Polisi  Wali Kota Malang saat mendatangi BLK milik PT CKS di Bumiayu, Kota Malang. Dok/Humas Pemkot

Untuk langkah berikutnya, Habibi menyebut bahwa saat ini pihaknya terus berkoordinasi dengan provinsi maupun pusat untuk tindakan lebih jauh. Namun, secara umum, BP2MI Malang masih menunggu arahan dari pusat untuk langkah-langkah yang harus diambil berikutnya. Sebab, kasus tersebut juga sudah menjadi sorotan nasional.

"Tindak lanjutnya pasti ada, tetapi kami masih menunggu arahan dari pusat seperti apa. Satgas dari Jakarta juga akan turun langsung ke lapangan," tandasnya. 

Baca Juga: Calon PMI di Malang Diduga Dianiaya, Kasus Naik ke Penyidikan

Artikel ini pertama kali ditulis oleh Alfi Ramadana di IDN Times Community dengan judul BP2MI Malang Dukung Penuh Proses Penyidikan Kepolisian  

Topic:

  • Zumrotul Abidin

Berita Terkini Lainnya