Penjual Rujak Buah Tewas Dihantam Kereta Sancaka di Madiun

Korban diketahui nyelonong di perlintasan tak terjaga

Madiun, IDN Times - Kecelakaan antara kereta api dengan rombong bermesin di jalan pintu perlintasan (JPL) tidak terjaga di KM 151+9/0 wilayah Desa Bancong, Kecamatan Wonoasri, Kabupaten Madiun mengakibatkan seorang tewas. Korban adalah Supadi, 61, penjual rujak buah yang baru saja berangkat dari rumahnya di Desa Purwosari, Wonoasri menuju SPBU di Desa Klitik, tempat mangkalnya, Selasa (18/6).

Berdasarkan informasi yang dihimpun IDN Times, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 09.30. Saat itu, Supadi yang mengendarai gerobak bermotor tiba-tiba nyelonong masuk di JPL kereta api. Saat bersamaan, Kereta PLB (perjalanan luar biasa) 84B Sancaka relasi Yogyakarta - Surabaya sedang melintas. Kecelakaan pun tak terhindarkan.

1. Klakson kereta diketahui sudah beberapa kali berbunyi

Penjual Rujak Buah Tewas Dihantam Kereta Sancaka di MadiunIDN Times/Nofika Dian Nugroho

Kades Purwosari, Purnomo, mengatakan bahwa berdasarkan keterangan dari sejumlah saksi, kereta api yang melaju dari arah barat (Madiun) sempat membunyikan klakson beberapa kali sebelum kejadian. Namun, Supadi tetap masuk ke perlintasan. Kondisi ini dinilai sebagai dampak kurang normalnya fungsi pendengaran korban. 

"Dia (korban) di kenal mengalami tuna rungu," kata Purnomo ditemui di kamar mayat RSUD Caruban. 

Setelah tabrakan, tubuh Supadi terseret hingga 50 meter. Kondisinya diketahui sudah tidak bernyawa dan oleh sejumlah warga langsung dibawa ke kamar jenazah rumah sakit untuk dilakukan visum et repertum. 

2. Kondisi tubuh korban mengenaskan

Penjual Rujak Buah Tewas Dihantam Kereta Sancaka di MadiunIDN Times/Nofika Dian Nugroho

Gabriel Susilo, dokter jaga Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Caruban yang memeriksa tubuh Supadi, mengatakan bahwa penyebab kematian akibat pecahnya tulang tengkorak korban. "Tulang-tulang pada bagian tubuh kiri (korban) patah semua," ujar dia. 

Bila dikaitkan dengan informasi dari kepolisian, menurut dia, kondisi tubuh korban seperti itu akibat benturan benda keras yang berjalan cepat. "Masuk ke kamar jenazah tadi sekitar pukul 10.20 WIB. Kami langsung memeriksa kondisinya," kata Gabriel. 

 

Baca Juga: Banyak Kecelakaan Kereta, Anggota DPR Ini Salahkan Pemotongan Dana KAI

3. Perjalanan kereta Sancaka sempat terhambat 13 menit

Penjual Rujak Buah Tewas Dihantam Kereta Sancaka di MadiunIDN Times/Nofika Dian Nugroho

Manajer Humas PT KAI Daop 7 Madiun Ixfan Hendri Wintoko, menyatakan akibat kecelakaan itu perjalanan kereta Sancaka mengalami kelambatan 13 menit. Sebab, pascakejadian pihak masinis sempat menghentikan kereta di KM 151+2 guna mengecek rangkaian kereta. Setelah dinyatakan aman, maka perjalanan kembali dilanjutkan menuju ke Stasiun Gubeng, Surabaya.

Terkait tentang kecelakaan yang terjadi, Ixfan menuturkan bahwa pihak PT KAI telah berupaya mengingatkan warga terutama yang hendak melintas di JPL tanpa palang pintu. Sebab, frekuensi lalu lintas moda transportasi masal itu semakin tinggi seiring dengan pengoperasian jalur ganda antara Stasiun Babadan - Stasiun Bagor.

Baca Juga: Pemkab Madiun Targetkan Bersih dari Prostitusi Pada Akhir 2019 

Topik:

  • Faiz Nashrillah

Berita Terkini Lainnya