Pemkab Madiun Gelar Pasar Bahan Pokok Murah Bagi PNS

Harga empat komoditas mendapatkan subsidi

Madiun, IDN Times – Pegawai Negeri Sipil (PNS) golongan I, II, tenaga kontrak, maupun honorer di Pemkab Madiun mendapatkan kesempatan membeli bahan pohok dengan harga murah. Komoditas yang bisa ditebus dengan harga lebih rendah dibandingkan harga di pasaran adalah beras, gula pasir, minyak goreng, dan mi instan.

Kabid Perdagangan, Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro, Kabupaten Madiun, Agus Suyudi, mengatakan rendahnya harga empat jenis kebutuhan pokok itu karena mendapatkan subdisi ongkos angkut sebesar 30 persen dari pemkab setempat.

Baca Juga: Dulu Diacuhkan, Tanaman Porang Kini Jadi Primadona Warga Madiun

1. Harga beras lebih murah Rp3.500 per kilogram dibandingkan harga di pasaran

Pemkab Madiun Gelar Pasar Bahan Pokok Murah Bagi PNSIDN Times/Nofika Dian Nugroho

Harga beras kualitas medium dibanderol Rp6.500 per kilogram. Nominal itu lebih murah Rp 3.500 ribu dibandingkan harga pasaran Rp10 ribu per kilogram. Demikian halnya dengan gula pasir kemasan satu kilogram yang dijual dengan harga Rp9.000. Selisihnya Rp3.000 hingga Rp5.000  dibandingkan harga di pasaran yang berkisar antara Rp12.000 – 14.000.

Untuk harga minyak goreng kemasan satu liter dibanderol Rp9 ribu dari harga pasaran Rp13 ribu. Adapun mi instan Rp 2.000 dari harga di pasaran Rp2.700 per bungkus. “Setiap ASN, tenga kontrak maupun tenaga honorer bisa memilih komoditas yang dibutuhkan. Tapi, jumlahnya tetap kami batasi,” ujar Agus.

2. Pembelian berdasarkan kupon yang dibawa PNS

Pemkab Madiun Gelar Pasar Bahan Pokok Murah Bagi PNSIDN Times/Nofika Dian Nugroho

Batas maksimal pembelian beras, ia melanjutkan, sebanyak 5 kilogram. Untuk minyak goreng sebanyak satu satu liter, satu kilogram gula pasir, dan empat bungkus mi instan. “Teknis pembeliannya harus menunjukkan kupon kepada panitia. Setiap komoditas tertulis di masing-masing kupon,” kata dia. Pembelian tidak dapat dialihkan ke komoditas lain meski ada bahan pokok yang tidak dibutuhkan.

Agus menjelaskan, dalam pasar murah kali ini pihaknya menyebar 16.000 lembar kupon. Jumlah sebanyak itu untuk empat komoditas, yang masing-masing di antaranya terdiri dari 4.000 kupon. Adapun pembagiannya diserahkan kepada setiap organisasi perangkat daerah (OPD) lantaran memegang data jumlah ASN golongan rendah, tenaga kontrak maupun honorer.

3. Berlaku sistim titip pembelian

Pemkab Madiun Gelar Pasar Bahan Pokok Murah Bagi PNSIDN Times/Nofika Dian Nugroho

Sementara, Parmin salah seorang ASN golongan II di lingkup Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Madiun hanya membeli komoditas gula dan beras. Itu sesuai yang tertera di kupon yang diterimanya dari pejabat di OPD tempatnya bekerja.

“Saya memang hanya butuh itu,” ujar dia. Dalam pembelian di pasar murah, Parmin juga dititipi oleh beberapa rekan kerjanya.

4. Sebelumnya pasar murah diperuntukkan untuk warga miskin

Pemkab Madiun Gelar Pasar Bahan Pokok Murah Bagi PNSIDN Times/Nofika Dian Nugroho

Sebelumnya, pasar murah juga digelar di Desa Cabean, Kecamatan Sawahan dan Desa Dempelan, Kecamatan Madiun. Jenis komoditas yang dijual juga sama. Demikian halnya dengan subsidi harga yang diberlakukan. Namun, sasarannya adalah masyarakat yang kurang mampu.

Untuk teknis pembagian kupon, Agus mengatakan, dibantu oleh pihak pemerintahan desa dan kecamatan. Kegiatan yang digelar di tiga titik ini bertujuan membantu warga untuk mendapatkan komoditas kebutuhan pokok dengan harga murah. “Karena tingkat kebutuhan akan meningkat menjelang Lebaran,” ujar Agus.

Baca Juga: Ramadan, Pemkot Madiun Gelar Bazar Takjil 

Topik:

  • Faiz Nashrillah

Berita Terkini Lainnya