Kemarau, 5 Desa di Magetan Masuk Zona Merah Krisis Air Bersih  

Sekitar 7 ribu warga diprediksi terdampak langsung

Magetan, IDN Times - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magetan mencatat lima desa di Kecamatan Parang dan Karas sebagai wilayah paling berpotensi mengalami krisis air bersih pada awal musim kemarau kali ini. 

Sekitar 7 ribu jiwa yang tinggal di Desa Karas, Kuwon (Kecamatan Karas) dan Desa Sayutan, Trosono, dan Bungkuk (Kecamatan Parang) diprediksi membutuhkan bantuan air bersih dari pemerintah. Adapun total kebutuhannya bisa mencapai 28 ribu liter per hari. 

1. Droping air bersih mulai dilakukan

Kemarau, 5 Desa di Magetan Masuk Zona Merah Krisis Air Bersih  Dok. IDN Times/Istimewa

Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Magetan, Fery Yoga Saputra, mengatakan bahwa sekitar 875 warga di Desa Trosono, Kecamatan Parang telah menerima droping air bersih perdana pada Selasa (18/6). Bantuan itu dikirim ke tiga titik, yakni wilayah Dusun Kletak, Dusun Trosono, dan Dusun Bali Gondo. 

"Total air bersih yang didrop ke sana sebanyak 6.000 liter, masing-masing titik mendapatkan 2 ribu liter," kata dia saat dihubungi IDN Times

2. Sumber air dari gunung menyusut

Kemarau, 5 Desa di Magetan Masuk Zona Merah Krisis Air Bersih  IDN Times/Nofika Dian Nugroho

Menurut Fery, droping air bersih dilaksanakan setelah menerima permohonan dari Desa Trosono, Senin 17 Juni 2019. Pihak perangkat desa menyatakan bahwa sumber air dari Pegunungan Lawu mengalami penyusutan sehingga tidak mencukupi untuk kebutuhan sehari - hari.
Menerima laporan itu, tim reaksi cepat BPBD Magetan melakukan kaji cepat di Desa Trosono. Hingga akhirnya, BPBD bersama elemen terkait, seperti TNI dan Polri sepakat melakukan droping air bersih.

3. Dampak kemarau tahun ini lebih maju dibandingkan 2018

Kemarau, 5 Desa di Magetan Masuk Zona Merah Krisis Air Bersih  Dok. IDN Times/Istimewa

Fery lantas membandingkan krisis air bersih kali ini dengan musim kemarau tahun lalu. Pengiriman air bersih tahun ini lebih maju lantaran mulai dilakukan pada pertengahan Mei. Sedangkan tahun lalu dijalankan akhir Juli. 

Karena itu, potensi wilayah terdampak diprediksi juga akan meluas ke wilayah selain lima desa yang telah dinyatakan masuk zona merah. "Potensi (krisis air bersih) dimungkinkan akan terus bertambah karena musim kemarau datang lebih awal," ujar Fery. 

Baca Juga: Petani Dilanda Kekeringan, Pria Ini Malah Curi Pompa Air

Topik:

  • Faiz Nashrillah

Berita Terkini Lainnya