Diduga Penimbunan, Polisi Madiun Amankan 40 Boks Masker

Terendus saat menggelar patroli siber

Madiun,IDN Times – Petugas Polres Madiun mengintesifkan pengawasan penjualan masker di wilayah hukumnya seiring dengan mewabahnya virus corona.  Upaya ini menindaklanjuti perintah Presiden Joko Widodo kepada Kapolri Jenderal Idham Aziz pada Rabu (4/3).

Personel Satreskrim akhirnya diterjunkan ke sejumlah apotek serta menggelar patroli siber. Kapolres Madiun, AKBP Eddwi Kurniyanto mengatakan bahwa hasil sementara dari pemantauan yang dilakukan belum ditemukan penimbunan masker.

“Belum sampai ke penimbunan. Namun, ada perorangan yang memiliki banyak masker,” ujar Eddwi, Kamis (5/3).

1. Polisi masih mendalami informasi

Diduga Penimbunan, Polisi Madiun Amankan 40 Boks MaskerIDN Times/Mela Hapsari

Seseorang yang memiliki banyak masker itu masih dimintai keterangan oleh personel Satreskrim. Langkah ini untuk mengetahui beberapa hal, seperti asal-usul maupun tujuan penyimpanan masker dengan jumlah 40 boks plus 20 buah.

“Kami masih memintai keterangan yang bersangkutan karena baru (dicurigai) kemarin,” kata Eddwi kepada sejumlah jurnalis.

2. Masker seharga Rp280 ribu per box ditawarkan melalui Facebook

Diduga Penimbunan, Polisi Madiun Amankan 40 Boks MaskerIlustrasi masker. (IDN Times/Auriga Agustina)

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Madiun AKP Logos Bintoro menjelaskan bahwa pihaknya juga mengamankan masker yang terindikasi ditimbun. Demikian halnya dengan pemilik yang berinisial EW (36) warga Kecamatan Geger.

Kecurigan polisi terhadap EW saat menggelar patroli siber. Awalnya, pria yang membuka usaha penjualan bakso itu diketahui menawarkan masker dengan harga Rp280 ribu per boks melalui media sosial Facebook. 

Baca Juga: Edarkan Masker Ilegal, 2 Orang di Cibubur dan Menteng Ditangkap Polisi

3. Pemilik menyatakan masker kiriman dari Hong Kong

Diduga Penimbunan, Polisi Madiun Amankan 40 Boks MaskerKasatreskrim Polres Madiun AKP Logos Bintoro. IDN Times/Nofika Dian Nugroho

Dari keterangan EW kepada polisi, sejumlah masker itu merupakan kiriman dari istrinya yang bekerja di Hong Kong. Hingga kini, belum diketahui tujuan pengiriman masker dari negara yang sama-sama mewaspadai virus corona yang juga disebut COVID-19.

“Kami masih mendalaminya termasuk kemungkinan adanya pihak yang di atasnya (pengedali dari indikasi penimbunan masker),” Logos menjelaskan.

Baca Juga: Pastikan Tidak Ada Penimbunan Masker, Petugas Gabungan Razia Apotek

Topik:

  • Faiz Nashrillah

Berita Terkini Lainnya