Usai Membakar Jenazah Rosidah, Ali Jual Motor dan HP untuk Bayar Utang

Mengenakan baju tahanan, Ali tampak santai menyantap makanan

Banyuwangi, IDN Times - Ali Heri Sanjaya (27) telah meringkuk di balik jeruji besi. Lelaki asal Kalipuro, Banyuwangi itu tega menghabisi nyawa teman kerjanya, Rosidah. Tak hanya membunuh, Ali juga dengan sadis membakar Rosidah yang sudah tak bernapas.

Perbuatan keji itu didasari atas motif sakit hati. Ali menyimpan dendam karena kerap di-bully oleh Rosidah. Mulai disebut "gendut", "boboho", hingga "sumo".

1. Barang berharga milik Rosidah dijual di Situbondo

Usai Membakar Jenazah Rosidah, Ali Jual Motor dan HP untuk Bayar UtangPelaku ditembak di bagian kaki karena coba melarikan diri. IDN Times/Istimewa

Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Arman Asmara Syarifuddin mengatakan, setelah membunuh dan membakar korban, Ali pergi menemui seseorang di Situbondo. Dia menjual motor dan handphone milik Rosidah kepada orang tersebut.

"Pelaku menjual motor korban di Situbondo seharga Rp4 juta dan handphone korban sejumlah Rp1,25 juta," terang Arman saat merilis kasus tersebut, Selasa (28/1).

2. Ali juga sempat belikan baju untuk istrinya

Usai Membakar Jenazah Rosidah, Ali Jual Motor dan HP untuk Bayar UtangPelaku pembunuhan yang membakar jenazah korban di Banyuwangi. IDN Times/Istimewa

Uang hasil penjualan barang-barang berharga milik korban itu lantas dipakai Ali untuk menebus motornya yang digadaikan. Selain itu, dia juga sempat membelikan beberapa baju untuk sang istri.

"Jadi pelaku ini terlilit utang di pegadaian, uangnya digunakan untuk menebus motornya," tambah Arman.

Baca Juga: Identitas Jenazah yang Hangus Terbakar di Banyuwangi Terungkap

3. Beredar video Ali yang memakai baju tahanan dengan tenang menyantap makanan

Usai Membakar Jenazah Rosidah, Ali Jual Motor dan HP untuk Bayar UtangPelaku tampak lahap makan. IDN Times/Istimewa

Tak lama berselang setelah pembunuhan itu terungkap, beredar video berdurasi 30 detik. Di video tersebut Ali tampak mengenakan baju tahanan berwarna oranye. Video tersebut banyak beredar melalui WhatsApp group. 

Ali terlihat tenang menyantap nasi lauk telur, tempe, tahu, sayur, dan kerupuk, meski dia sudah ditahan. Lalu ada suara seorang pria yang diduga merupakan seorang penyidik kepolisian.

"Eh, Cak, kamu kok enak sekali makannya ya! Maksudnya, gak kepikiran apa-apa, padahal kamu habis membunuh dan membakar orang kok," kata pria tersebut kepada Ali.

Pria tersebut kemudian sedikit berkeluh kesah bahwa dirinya telah berupaya keras untuk memburu Ali selama masa pelariannya.

"Kamu enak tidur? Enak tidur? Waduh, aku ini mencari kamu tiga hari tidak tidur cak. . cak," ujarnya.

Ali tak menjawab satu patah kata pun. Dia cuma menganggukkan kepala sembari tetap santai melahap nasi.

4. Sudah rencanakan pembunuhan

Usai Membakar Jenazah Rosidah, Ali Jual Motor dan HP untuk Bayar UtangIlustrasi pembunuhan. IDN Times/Mia Amalia

Arman menuturkan, Ali telah merencanakan pembunuhan tersebut seminggu sebelum eksekusi. 

"Dari peristiwa itu, pelaku sakit hati, kemudian mencari cara kurang lebih satu minggu untuk menghabisi korban," tambah mantan Wadirreskrimsus Polda Jatim tersebut.

Oleh sebab itu, polisi tak ragu untuk menjerat Ali dengan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana.

"Ancaman hukumannya, hukuman mati, seumur hidup, dan 20 tahun penjara," tutur alumnus Akademi Kepolisian (Akpol) 1997 tersebut.

Baca Juga: Sakit Hati karena Di-Bully Gendut, Tega Membunuh dan Bakar Teman Kerja

Topik:

  • Dida Tenola

Berita Terkini Lainnya