Peternak Banyuwangi yang Sapinya Mati Dapat Ganti Rp10 Juta

Yang penting gak disembelih sendiri buat hajatan

Banyuwangi, IDN Times - Peternak sapi di Kabupaten Banyuwangi rasanya bisa lebih lega. Sebab, pemerintah setempat memberikan asuransi bagi mereka. Para peternak bisa mengklaim asuransi bila sapinya mati atau hilang. Besaran asuransi yang diberikan sebesar Rp10 juta untuk kasus sapi mati dan Rp9 juta bila sapinya terbukti dicuri.

 

1. Bisa dapat asuransi bila sapi mati atau hilang

Peternak Banyuwangi yang Sapinya Mati Dapat Ganti Rp10 JutaIDN Times/Mohamad Ulil Albab

 

Kabid Budidaya dan Kelembagaan Ternak, Dinas Pertanian dan Peternakan, Banyuwangi, Nanang Sugiharto menjelaskan, inovasi asuransi dikerjakan lewat program kartu Elektroni Ternak (E-Nak).

Pendataan hewan ternak digital ini, sapi-sapi yang sudah terdaftar akan terpantau riwayat usia, kesehatan, kehamilan, data kepemilikan dan lainnya. Selain mendapat asuransi, peternak juga bisa mendapatkan pelayanan kesehatan hewan rutin untuk sapinya.

"Asuransi mati RP 10 juta, kalau hilang RP 9 juta. Kenapa sembilan juta, karena yang satu juta akibat kelalaian pemilik," ujar Nanang saat menunjukkan inovasi kartu E-Nak di Festival Inovasi di Gesibu Blambangan, Sabtu (29/6).

2. Terkoneksi dengan data NIK

Peternak Banyuwangi yang Sapinya Mati Dapat Ganti Rp10 JutaIDN Times/Mohamad Ulil Albab

 

Kartu kepemilikan ternak ini juga sudah terkoneksi dengan Nomor Induk Kependudukan (E-KTP) pemilik. Semua data kepemilikan mulai dari alamat, koordinat, usia hewan, produktivitas dan lainnya tersimpan dalam barcode yang dikalungkan di leher sapi.

Melalui pendataan E-nak semua orang bisa melihat riwayat sapi cukup dengan menginstal aplikasi QR And Barcode di gawai android.

"Datanya akan muncul di website Pemkab Banyuwangi, cukup dengan scan barcode yang dikalungkan di sapi. Data terus dikumpulkan di lapangan. Si A ini punya sapi ini dan alamatnya. Misal kalau sapinya sedang hamil dan akan disembelih akan ketahuan, tidak akan dikeluarkan izinnya," ujarnya.

Baca Juga: Banyuwangi Uji Coba Penyiraman Lahan Pertanian Lewat Kontrol HP

3. Pendaftaran dan asuransi disubsidi APBN

Peternak Banyuwangi yang Sapinya Mati Dapat Ganti Rp10 JutaIDN Times/Mohamad Ulil Albab

 

Proses pendaftaran kepemilikan Kartu E-Ternak, peternak cukup membayar Rp 40 ribu per tahunnya. Kemudian petugas peternakan bakal melakukan pendataan mendetail terhadap hewan dengan standar mutasi yang cukup.

Dia mencontohkan, agar mutasi data tidak terlalu cepat, dia menetapkan usia sapi harus di atas 6 bulan, kemudian khusus sapi betina. Sebab sapi betina cenderung lama dipelihara dibanding sapi jantan.

"Kalau jantan, giginya powel sudah dijual. Kalau betina 3-4 tahun masih dipelihara," ujarnya.

Dari nilai Rp 40 ribu yang digunakan untuk pendaftaran, peternak masih mendapatkan asuransi sebesar RP 160 ribu untuk asuransi kepemilikan. Subsidi tersebut berasal dari anggaran APBN.

"Asuransi ini disubsidi melalui APBN. Begitu saja peternak masih banyak yang nggak mau, dikiranya takut gak keluar. Padahal ini bener bisa dapat asuransi," jelasnya.

4. Bisa menghindari penipuan

Peternak Banyuwangi yang Sapinya Mati Dapat Ganti Rp10 JutaPixabay

 

Saat ini, kata Nanang, jumlah populasi sapi di Banyuwangi pada tahun 2018 berjumlah 145 ribu ekor, dan yang sudah terdaftar dalam kartu E-Nak berjumlah 8000 ekor. Jumlah yang sudah terdaftar sementara masih di Kecamatan Wongsorejo, yang memiliki populasi sapi terbesar di Banyuwangi.

"Di Wongsorejo sendiri ada 18.000 ekor, selanjutnya bertahap, akan merata di kecamatan lainnya," katanya.

Melalui kartu E-Nak, para peternak juga akan terhindar dari upaya penipuan. Sebab riwayat kesehatan sapi akan terpantau melalui kartu tersebut dengan pendataan manual. Seperti pernah beranak berapa kali, pernah sakit, produktif tidaknya dan lainnya. Untuk mengetahui detail riwayat data sapi dan kepemilikan, bisa dilihat dari barcode yang terpasang di leher sapi.

"Jadi menggunakan sistem barcode semua riwayat sapi bisa terlihat. Dan ini tidak mungkin tertukar karena detail fisik sapi mulai dari tanduk, moncong, dan lainnya sudah difoto, termasuk titik koordinatnya," jelasnya.

Baca Juga: Di Banyuwangi, Ngopi Bisa Bayar dengan Sampah

Topik:

  • Faiz Nashrillah

Berita Terkini Lainnya