Menpar Dorong Bandara Banyuwangi Buka Fasilitas untuk Pesawat Pribadi

Untuk membidik wisatawan kelas menengah

Banyuwangi, IDN Times - Menteri Pariwisata RI, Arief Yahya mendukung Bandara Banyuwangi menjadi pilot projects pengembangan fasilitas khusus penerbangan pesawat non komersial atau general aviation. Langkah itu diperlukan untuk mendukung aksebilitas destinasi pariwisata.

1. Jadi pilot projects

Menpar Dorong Bandara Banyuwangi Buka Fasilitas untuk Pesawat PribadiIDN Times/Mohamad Ulil Albab

Konsep general aviation diharapkan bisa memangkas waktu perjalanan ke destinasi yang cukup lama dijangkau melalui jalur darat dan laut. Hal ini, disampaikan, Arief Yahya dalam pertemuan general aviation yang digagas Angkasa Pura II sebagai operator Bandara Banyuwangi. Acara ini juga dihadiri komunitas pariwisata, airlines, Pemkab Banyuwangi, Komunitas Flybest AP I, dan Internal AP II.

"Tadi sepakat menjadikan Banyuwangi sebagai pilot projects General Aviation untuk mendukung pariwisata," kata Arief Yahya usai pertemuan general aviation di Hotel El-royale Banyuwangi, Jumat (26/7).

2. Pesawat non komersial bidik kelas menengah

Menpar Dorong Bandara Banyuwangi Buka Fasilitas untuk Pesawat PribadiIDN Times/Mohamad Ulil Albab

Pesawat-pesawat non komersial yang bakal beroperasi di Bandara Internasional Banyuwangi, kata Menpar, merupakan jenis pesawat pribadi yang memiliki kapasitas rata-rata hanya 12 seat. Sehingga, segmen wisatawan yang dibidik merupakan kelas menengah.

"Tentu, karena jumlah kapasitas yang terbatas harganya juga relatif mahal.Segmen wisata kelas menengah, apa boleh buat, karena sea plane itu belum murah karena kapasitasnya rata rata 12, semakin kecil kapasitasnya, semakin pendek jaraknya. Harga per kilometer dan seatnya akan semakin relatif mahal. Tapi untuk high end class, atau premium sama sekali tidak ada masalah," paparnya.

Baca Juga: Hari ini Bandara Banyuwangi Resmi Layani Rute Internasional

3. Diharapkan permudah akses ke Bali

Menpar Dorong Bandara Banyuwangi Buka Fasilitas untuk Pesawat PribadiIDN Times/Prayugo Utomo

 

Fasilitas penerbangan baru ini, kata Arief Yahya,diharapkan bisa mempermudah wisatawan dari Bali ke Banyuwangi maupun sebaliknya.

"Apa itu General Aviation, yakni pesawat pesawat yang non komersial. Yang dimiliki pribadi-pribadi kita manfaatkan untuk pariwisata, kira kira itu, nanti basenya di Bandara Banyuwangi. Maka aksesnya akan relatif lebih mudah, terutama ke daerah daerah, bahkan wisatawan dari Bali lebih mudah ke sini dan sebaliknya," ujarnya.

"Kalau Banyuwagi yang paling dekat dan akan saling menguntungkan menurut saya Bali, akan menambah destinasi dari Bali, untuk Banyuwangi akan mempermudah orang yang sudah ke Banyuwangi ke Bali, terutama Bali Barat utara," tambahnya.

Pesawat-pesawat pribadi ini cocok digunakan di negara kepulauan seperti Indonesia. Arief Yahya mencontohkan model general aviation yang sudah berjalan seperti di Maladewa.

"Kalau mau membayangkan seperti di maldives (negara kepulauan), taxinya sea plane, kemana mana naik semacam taxi yang bisa digunakan setiap saat. Di Indonesia pemilik pesawat ini semakin banyak," katanya.

Setelah Banyuwangi model General Aviation juga bakal dikembangkan di destinasi kepulauan di Indonesia seperti Wakatobi, Bunaken, Raja Ampat, Belitung dan Batam.

4. Fasilitas di Bandara Banyuwangi sudah memadai

Menpar Dorong Bandara Banyuwangi Buka Fasilitas untuk Pesawat PribadiIDN Times/Mohamad Ulil Albab

 

Sementara itu, Direktur Utama PT Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin, sekaligus sebagai operator Bandara Internasional Banyuwangi menambahkan, dari segi fasilitas dan slot time penerbangan di Bandara Internasional Banyuwangi masih mendukung untuk Generak Aviation. Bahkan pihaknya memiliki komitmen untuk mendukung Pariwisata.

"Angkasa pura yang mencanangkan ini. Pertimbangannya kenapa di Banyuwangi, operator siap, fasilitas memadai, trafik punya ruang slot penerbangan masih sedikt hanya 5 hingga 7 per hari," ujar Awaluddin.

"Bali masih jadi magnet, Banyuwangi masih dalam satu kesatuan triangel Banyuwnagi Bali Lombok. Banyuwangi punya Ijen, ke Pulau Merah, ke G-land," tambahnya.

Selain itu, di Banyuwangi juga terdapat sekolah pilot, sehingga sudah terbiasa digunakan untuk pesawat latih.

"Banyuwangi punya kriteria itu, Banyuwangi terbiasa dengan pesawat kecil karena digunakan untuk sekolah pilot. Secara garis besar pesawatnya hampir sama dengan sekolah pilot," jelasnya.

Baca Juga: Keren, Bandara Banyuwangi Sediakan Pelayanan Bagasi Mandiri  

Topik:

  • Faiz Nashrillah

Berita Terkini Lainnya