Lumajang Masuk Zona Merah, Dinkes: Warga Bosan Pakai Masker

Mereka akan memperberat sanksi pelanggar protokol kesehatan

Lumajang, IDN Times - Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur saat ini masuk dalam zona merah dengan tingkat risiko tinggi penularan COVID-19. Hingga Rabu (18/11/2020) Kabupaten Lumajang masih menjadi satu-satunya di Jawa Timur yang masuk zona merah dengan 1.215 kasus, dari sebelumnya zona oranye.

1. Pasien gejala berat meningkat dua pekan terakhir

Lumajang Masuk Zona Merah, Dinkes: Warga Bosan Pakai MaskerPeta sebaran COVID-19 di Jatim per Selasa (17/11/2020). Dokumentasi Pemprov Jatim

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang, dr Bayu Wibowo mengatakan, peningkatan kasus penularan COVID-19 terpantau sejak 2 Minggu terakhir. Zona merah tersebut terjadi karena pasien dengan gejala berat di rumah sakit dan angka kematian dalam dua pekan terakhir meningkat.

"Penyebab Lumajang jadi merah karena meningkatnya pasien di rumah sakit dengan gejala berat serta meningkatnya kematian dalam 2 Minggu terakhir. Saat ini penanganan akan melibatkan Puskesmas dan seluruh RS sehingga pasien segera tertangani," ujar Bayu saat dihubungi IDN Times, Kamis (19/11/2020).

2. Warga mulai bosan pakai masker

Lumajang Masuk Zona Merah, Dinkes: Warga Bosan Pakai MaskerPedagang menata masker karakter wajah berbahan kain di Solo, Jawa Tengah, Senin (8/6/2020) (ANTARA FOTO/Maulana Surya)

Sementara itu, terkait survai Satgas Penanganan COVID-19 Jatim yang menyebut hanya 45,34 persen masyarakat di Lumajang yang menggunakan masker di tempat umum, Bayu tidak heran dengan fenomena tersebut. Menurutnya, Pemkab Lumajang sudah terus memperkuat penerapan protokol COVID-19 dan sanksi bagi yang melanggar, namun masyarakat sudah mulai jenuh.

"Terkait survei pamakai masker memang ada penurunan. Sebelumnya juga pernah ada yang lakukan penelitian 80 persen sudah pakai masker, tapi bisa lama-lama masyarakat bosan. Sehingga semangat pakai masker turun dan mengakibatkan penularan lebih cepat selain aktivitas masyarakat yang semakin tinggi," paparnya.

Baca Juga: Lumajang Kembali Berstatus Zona Merah, Ini Sebabnya

3. Kemungkinan pemberian sanksi lebih berat

Lumajang Masuk Zona Merah, Dinkes: Warga Bosan Pakai MaskerIlustrasi virus corona (IDN Times/Arief Rahmat)

Bayu melanjutkan, untuk penanganan selain mengoptimalkan layanan di rumah sakit dan Puskesmas, pihaknya juga akan memberikan sanksi lebih berat, khususnya bagi karyawan di perkantoran untuk mencegah kluster baru.

"Tindakan kami dan Pemkab akan terus meningkatkan protokol kesehatan, termasuk kemungkinan sanksi yang lebih berat, serta penegakan disiplin protokol kesehatan di perkantoran dan tempat kerja," katanya.

Dalam dua hari terakhir, terdapat penambahan kasus positif COVID-19 di lumajang yang juga cukup signifikan. Pada Selasa (17/11/2020) terdapat penambahan kasus sebanyak 70 orang, 2 orang meninggal. Kemudian pada Rabu (18/11/2020) terdapat penambahan 30 kasus positif COVID-19 baru, dan 1 orang meninggal.

Baca Juga: Zona Merah, Kepatuhan Protokol Kesehatan di Lumajang Terendah se-Jatim

Topik:

  • Faiz Nashrillah

Berita Terkini Lainnya