Hujan Disertai Angin Kencang Robohkan Sejumlah Pohon di Bondowoso 

Hujan lebat diprediksi masih terjadi dua hari ke depan

Bondowoso, IDN Times - Hujan lebat disertai angin kencang yang mengguyur kawasan Kabupaten Bondowoso, membuat sejumlah pohon tumbang dan mengenai gudang, pagar, jaringan listrik dan menutupi badan jalan. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian ditaksir mencapai Rp20 juta.

1. Peringatan dini BMKG

Hujan Disertai Angin Kencang Robohkan Sejumlah Pohon di Bondowoso Hujan lebat mengakibatkan sejumlah pohon roboh. IDN Times/Istimewa

Sebelumnya, Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah merilis peringatan dini hujan lebat di kawasan Jawa Timur. Dalam sejumlah kota, Bondowoso dan sejumlah kabupaten di Tapalkuda masuk dalam daftar potensi hujan sedang hingga lebat pada 15 Desember. Hujan lebat juga diprediksi berlangsung hingga 17 Desember.

"Tumbangnya pohon-pohon ini di sebabkan oleh curah hujan yang sangat tinggi dan angin yang sangat kencang, beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, hanya kerusakan materil saja," ujar Kapolsek Tenggarang, Bondowoso, AKP Muktamar yang turut membantu di lokasi, Rabu (15/12/2021).

Baca Juga: Viral Video Angin Puting Beliung Terjang Persawahan Bojonegoro

2. Kerugian ditaksir Rp20 juta

Hujan Disertai Angin Kencang Robohkan Sejumlah Pohon di Bondowoso Hujan lebat mengakibatkan sejumlah pohon roboh. IDN Times/Istimewa

Dampak pohon tumbang paling parah, terjadi di Desa Kajar, Tenggarang. Pohon menimpa atap dan pagar sebuah gudang rongsokan. Atap gudang juga roboh mengenai bahu jalan dan jaringan listrik. "Kerugian material kurang lebih Rp20 juta," ujarnya.

Di tempat lain, pohon asam tumbang di Jl. Raya Pakisan Desa Bataan Kecamatan Tenggarang. Akibatnya badan jalan raya Pakisan tertutup mengakibatkan gangguan lalu lintas. "Beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden ini," jelasnya.

3. Butuh langkah antisipasi

Hujan Disertai Angin Kencang Robohkan Sejumlah Pohon di Bondowoso Ilustrasi Angin Topan (IDN Times/Mardya Shakti)

Proses evakuasi material pohon dilakukan Muspika Tenggarang dan TRC BPBD Bondowoso. Dalam kesempatan tersebut, juga dibahas antisipasi dengan pemangkasan pohon yang dinilai sudah rapuh.

"Kedepannya memang dibutuhkan pemangkasan pohon yang rapuh mau pun mulai rindang, supaya insiden ini tidak terjadi lagi," katanya.

Baca Juga: Viral Kereta Berhenti di Permukiman Warga, Terhambat Banjir

Topik:

  • Zumrotul Abidin

Berita Terkini Lainnya