H-6, Pekerja dari Jawa Mulai Meninggalkan Bali

Sebagian pekerja sudah memutuskan pulang

Banyuwangi, IDN Times - Sejumlah pekerja proyek bangunan, rumah makan, maupun buruh di sektor jasa lainnya mulai meninggalan Pulau Bali dan pulang ke Tanah Jawa. Salah satu pekerja asal Kabupaten Jember, Jawa Timur, Mohammad Syarifudin, memutuskan pulang pada H-6, Kamis (30/5) untuk menghindari puncak arus mudik.

1. Sebagian pulang menghindari kepadatan pemudik

H-6, Pekerja dari Jawa Mulai Meninggalkan BaliIDN Times/Mohamad Ulil Albab

 

Syarif mengatakan, saat ini para pekerja di Bali yang berasal dari Pulau Jawa sudah banyak yang pulang sejak tanggal 25 Mei.

"Sekarang sebagian sudah pulang. Rata rata sudah pulang pada tanggal 25 kemarin, karena tanggal segitu sudah banyak yang libur, terutama pekerja bangunan," kata Syarif saat melakukan perjalanan dari Pelabuhan Gilimanuk.

Syarif sendiri yang bekerja di proyek bangunan memutuskan pulang hari ini untuk menghindari kepadatan pemudik.

"Kondisi tadi saya berangkat masih lancar, cukup sepi. Tapi pos pengamanan tampak siaga, ada sekitar 3-4 buah," katanya.

2. Sebagian menunda kepulangan hingga malam H-1

H-6, Pekerja dari Jawa Mulai Meninggalkan BaliIDN Times/Mohamad Ulil Albab

 

Syarif melanjutkan, saat ini sebagian temannya di proyek juga ada yang masih menuntaskan kerja lembur. Selain agar mendapatkan pemasukan tambahan, para pekerja memilih menunda kepulangan hingga H-1.

"Ada yang masih belum pulang menuntaskan pekerjaan lemburnya. Kalau pekerjaan di Bali rata-rata sudah selesai pada H-2, sudah libur," terangnya.

Bagi pekerja di Bali, katanya, banyak juga yang memilih pulang pada malam takbir Lebaran Idul Fitri atau H-1, karena dinilai arus penyeberangan Gilimanuk-Ketapang cenderung lebih sepi.

"Sekarang rata-rata pulang, tapi banyak juga yang memilih pulang pada malam takbir, H-1 karena biasanya pada hari itu sudah sepi," ujarnya.

Baca Juga: Puncak Mudik Penyeberangan Ketapang-Gilimanuk Diprediksi pada H-2

3. Menunda kepulangan untuk menambah modal

H-6, Pekerja dari Jawa Mulai Meninggalkan BaliIDN Times/Mohamad Ulil Albab

 

Sementara itu, pekerja di bidang konveksi asal Rogojampi, Kabupaten Banyuwangi, Muhammad Iqbal (35), baru memutuskan pulang dari Bali pada H-3 nanti.

"Ya buat tambah modal usaha sendiri inginnya, sama buat sangu lebaran, jadi baru pulang H-3 menuntaskan pekerjaan di sini. Kalau soal arus mudik padat saya nggak masalah," ata Iqbal saat dihubungi via seluler.

4. Jumlah loket ditambah untuk urai kemacetan

H-6, Pekerja dari Jawa Mulai Meninggalkan BaliIDN TImes/istimewa

 

General Manager PT ASDP Ketapang Fahmi Alweni menjelaskan, pihaknya telah mengantisipasi kepadatan arus mudik baik dari Pelabuhan Gilimanuk maupun Ketapang, salah satunya dengan menambah jumlah loket tiket.

"Ketapang tambah 10 loket Gilimanuk 11 loket. Prediksi kami puncak keberangkatan terjadi pada H-3 dan H-2. Namun puncak tertinggi akan terjadi H-2, itu dari Gilimanuk ya. Sementara untuk Ketapang (arus balik) biasanya terurai, bahkan setelah hari posko (pengamanan) pun masih mengalir," jelasnya.

Baca Juga: H-7, Jumlah Pemudik via Pelabuhan Ketapang Hampir 50 ribu Orang

Topik:

  • Faiz Nashrillah

Berita Terkini Lainnya