Gempa Berkekuatan 4,9 Magnitudo, Ratusan Warga Pancer Mengungsi

Mereka panik karena sempat ada sirine berbunyi

Banyuwangi, IDN Times - Gempa berkekuatan Magnitudo 4,9 Skala Richter yang berpusat di Jembrana, Bali, membuat ratusan warga yang turut merasakan gempa di Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur panik dan berhamburan mengevakuasi diri ke tempat ketinggian.

 

1. Bukan alarm EWS yang berbunyi

Gempa Berkekuatan 4,9 Magnitudo, Ratusan Warga Pancer MengungsiIDN Times/Arief Rahmat

 

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, BPBD Banyuwangi, Eka Muharram menjelaskan, ratusan warga mulanya panik mengevakuasi diri ke tempat ketinggian karena mendengar bunyi sirine, yang dikira merupakan bunyi peringatan dini tsunami.

Eka memastikan, alat deteksi tsunami, Early Warning System (EWS) yang telah dipasang di pantai Pancer tidak berbunyi karena memang gempa tidak berpotensi terjadi tsunami.

"Jadi sebenarnya EWS yang kita pasang itu tidak berbunyi, karena EWS itu pasti berbunyi ketika ada peringatan tsunami," kata Eka saat dihubungi, Rabu (24/7).

2. Sirine milik PT BSI

Gempa Berkekuatan 4,9 Magnitudo, Ratusan Warga Pancer MengungsiIDN Times/Arief Rahmat

 

Peristiwa gempa dengan kedalaman 71 kilometer ini terjadi sekitar pukul 08.29 WIB. Sirine yang berbunyi dan dianggap oleh warga merupakan sirine internal PT Bumi Suksesindo (BSI), perusahaan pertambangan di Gunung Tumpang Pitu, Banyuwangi.

"Karena (EWS) kita yang mengendalikan bunyi itu. Nah yang bunyi itu sirine dari kawasan BSI, itu untuk interen, untuk memberikan peringatan kepada karyawan di sana terkait adanya gempa, cuma bunyi itu kemudian terdengar keluar, sehingga menimbulkan kepanikan warga sehingga banyak yang mengungsi, tapi sudah kami berikan pemahaman, pengertian, sekarang sudah normal kembali," kata Eka yang sudah meninjau lokasi.

3. Ratusan orang sempat panik

Gempa Berkekuatan 4,9 Magnitudo, Ratusan Warga Pancer MengungsiIDN Times/Arief Rahmat

 

Eka menambahkan, ratusan orang yang mengungsi ke tempat ketinggian, khususnya warga yang tinggal di Kampung Babatan, Desa Pancer. Di sana terdapat bukit untuk tempat evakuasi
sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang telah diberikan BPBD.

"Itu di dusun Babatan, itu ada bukit, mereka SOP-nya kalau ada sirine bunyi tsunami mereka harus lari ke tempat ketinggian, banyak yang lari ketempat ketinggian itu. Ada ratusan orang," jelasnya.

Eka menegaskan, gempa yang berlangsung pagi tadi tidak berpotensi terjadi tsunami.

"Kekuatan gempa 4,9 dan terasa tidak seperti tanggal 16 juli lalu," jelasnya.

Baca Juga: Gempa Berturut-turut dan Air Laut Surut Jadi Pertanda Tsunami

4. Trauma dengan tsunami 1994

Gempa Berkekuatan 4,9 Magnitudo, Ratusan Warga Pancer MengungsiIDN Times/Arief Rahmat

 

Sementara itu, salah satu warga Pancer, Galang Anggriawan (26) mengatakan, banyak warga yang berhamburan keluar meninggalkan tempat tinggalnya karena trauma dengan peristiwa tsunami yang pernah terjadi di sana pada tahun 1994.

"Iya ada beberapa yang keluar dari Pancer sementara. Tapi ada juga yang sudah kembali. Kemungkinan trauma karena Tsunami 1994," jelasnya.

Galang sendiri yang rumahnya berada di dekat pantai, memilih mengungsi di kawasan Pesanggaran.

"Berdasarkan isu diduga karena adanya bunyi sirine. Setelah diklarifikasi katanya sirine tersebut bukan peringatan tsunami. Saya belum tau pastinya karena saat ini masih posisi mengungsi di Sanggar," katanya.

Dari rilis BMKG, gempa dirasakan di Kuta, Gianyar, Tabanan, Denpasar, Banyuwangi, dan Jember dengan level 3-4. Gempa ini tidak berpotensi terjadi tsunami.

Baca Juga: Gempa Magnitude 4,9 di Bali, Warga di Banyuwangi Berhamburan Keluar

Topik:

  • Faiz Nashrillah

Berita Terkini Lainnya