Comscore Tracker

Setelah Dilabrak Wali Kota, Begini Pelayanan di RS dr Soewandhie

Ada pasien yang kurang puas, ada yang mewajarkan

Surabaya, IDN Times - Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi marah besar saat melakukan inspeksi mendadak di RSUD dr Soewandhie, Senin (28/11/2022) kemarin. Sekarang, bagaimana pelayanan rumah sakit tersebut setelah disidak Wali Kota? 

IDN Times mencoba mengunjungi RSUD dr Soewandhie, Selasa (29/11/2022) pagi, suasana di RSUD tersebut cukup ramai pengunjung. Di ruang antrean poli terlihat banyak pasien dan keluarga pasien menunggu antrean. 

1. Proses administrasi rawat inap butuh waktu lama

Setelah Dilabrak Wali Kota, Begini Pelayanan di RS dr SoewandhieSuasana pelayanan di RSUD Dr Soewandhi, Selasa (29/11/2022). (IDN Times/Khusnul Hasana).

IDN Times bertemu salah satu keluarga pasien bernama Hendra yang sedang menunggu proses administrasi. Hendra sendiri, datang pukul 08.00 WIB untuk mengurus keperluan administrasi rawat inap keponakannya yang kini sedang berada di IGD, namun hingga pukul 10.45, proses tersebut belum selesai. 

"Tadi mulai urus jam 8 pagi, sudah ditangani, tapi ini masih proses pengurusan, belum selesai," ujar Hendra. 

Baca Juga: Eri Beri Waktu Sepekan RSUD dr Soewandhie Perbaiki Layanan

2. Keluarga pasien kurang puas pelayanan RSUD dr Soewandhi

Setelah Dilabrak Wali Kota, Begini Pelayanan di RS dr SoewandhieSuasana pelayanan di RSUD Dr Soewandhi, Selasa (29/11/2022). (IDN Times/Khusnul Hasana).

Hendra sendiri, baru pertama kali datang ke RSUD dr Soewandhie, sehingga ia tidak tahu apakah waktu pengurusan tersebut wajar atau  lama. Ia lantas membandingkan dengan pelayanan di rumah sakit lain.  

"Saya belum pernah ke sini. Tapi di sini beda sama Rumah Sakit Istimewa Undaan. Kalau di sana memprioritaskan pasien bukan administrasi, di sini lain," ujarnya. 

3. Pasien mangaku antre satu jam di RSUD Dr Soewandhie

Setelah Dilabrak Wali Kota, Begini Pelayanan di RS dr SoewandhieSuasana pelayanan di RSUD Dr Soewandhi, Selasa (29/11/2022). (IDN Times/Khusnul Hasana).

Selain Hendra, kami juga bertemu pasien lain, bernama Erti. Erti sudah datang untuk mengantre di Poli Mata sejak pukul 08.30 WIB. 

"Saya dapat nomor antrean 32, datang jam setengah 9, saya baru dipanggil jam setengah 10," ujar Erti. 

Menurutnya, menunggu antrean satu jam ini adalah hal yang wajar. Sebab, banyak pasien yang datang untuk berobat di Rumah Sakit tersebut. 

"Pasiennya banyak, jadi wajar nunggu satu jam," kata Erti. 

Baca Juga: Wali Kota Eri Marah Layanan di RS Lelet, Pegawai Digelandang

Topic:

  • Zumrotul Abidin

Berita Terkini Lainnya