Pakai Baju Rutan, MSAT Diserahkan ke Kejati Jatim

Surabaya, IDN Times - MSAT (42), tersangka kekerasan seksual pada santrinya di Pondok Pesantren Shiddiqiyah Jombang akhirnya ditahan di Rutan Kelas I Surabaya atau Rutan Medaeng setelah penangkapan penuh drama pada Kamis (7/7/2022). MSAT juga telah diserahkan ke Kejaksaan Tinggi Jawa Timur (Kejati Jatim) untuk proses hukum lebih lanjut.
1. MSAT tidak mengatakan apapun

Dari pantauan IDN Times di Rutan Medaeng, MSAT terlihat mengenakan baju kuning hitam. Baju tersebut bertuliskan Rusabaya atau Rutan Surabaya.
Setiap melihat ada para awak media, MSAT terlihat menunduk. Ia juga tidak mengucap sepatah katapun.
Baca Juga: [BREAKING] Dikepung 15 Jam, MSAT Serahkan Diri ke Polisi di Jombang
2. Kasus siap disidangkan

Direskrimum Polda Jatim, Kombes Pol Totok Suharyanto mengatakan, berkas perkara beserta tersangka telah diserahkan ke Kejati Jatim pada pukul 9.30 WIB. Artinya kasus MSAT siap untuk disidangkan.
"Mendasari pasal 8 Ayat 3 KUHP kami telah melakukan kewajiban untuk menyerahkan tersangka dan barang bukti, tahapan berikutnya akan dilaksanakan oleh rekan-rekan JPU," ujar Totok saat konferensi pers di Rutan Kelas I Surabaya, Jumat (8/7/2022).
3. MSAT disidang di PN Surabaya

Sementara itu, Kasi Pidum, Kejati Jatim, Sofian Selle menuturkan, MSAT disangkakan dengan pasal 285 KUHP Jo pasal 65 KUHP ancaman pidana 12 tahun atau Pasal 294 ayat 2 P2KP Jo pasal 65 KUHP dengan ancaman pidana 7 tahun.
"Tentunya dengan adanya penyerahan ini kami tindaklanjuti dengan persidangan," tuturnya.
Kajari Jombang Tengku Firdaus menuturkan, Persidsngan terhadap MSAT ini akan dilakukan di Pengadilan Negeri Surabaya. Hal tersebut karena alasan keamanan dan kondusifitas peradilan yang akan dilalui MSAT.
"Tempat kejadian memang di Jombang tapi berdasarkan kondusifitas kami Forkopimda Jombang, Kapolres, Kejari mengusulkan untuk memindahkan tempat persidangan dengan berbagai macam alasan," pungkas Tengku.
Baca Juga: MSAT Dititipkan di Rutan Medaeng Surabaya
Berita Terkini Lainnya
TRENDING
- Arema FC Gigit Jari, Gagal Memboyong Vico Duarte
- 5 Lokasi Kos untuk Mahasiswa Politeknik Negeri Malang
- 5 Warung Bakmi Paling Enak di Sidoarjo
- Videotron Wali Kota 2024 Muncul, Eri Cahyadi Nunggu Tugas Partai
- Dona dan Bima, Bayi Singa KBS yang Ditunggu 18 Tahun
- Alasan Gustavo Almeida Gabung Arema FC, Dapat Bocoran dari Maringa
- 5 Pemain Tulehu yang Pernah Berkostum Arema FC, Rifad Teranyar!
- Bonita Asal Sidoarjo Meninggal saat Nonton Persebaya vs Bali United
- Truk Rombongan Takziah Terguling, 25 Orang Luka 1 Meninggal
- KBS Menambah Keluarga Baru, Anak Singa Bernama Dona dan Bima Lahir