Mendekam Selama 7 Tahun di Penjara, Napiter Ini Akhirnya Bebas

Usai dipenjara, Supyanto akan tekuni bisnis kripik

Lamongan, IDN Times- Setelah menjalani masa tahanan selama 7 tahun, narapidana terorisme (Napiter) Supyanto (35) alias Kentung bin Mihad, akhirnya bebas. Ia keluar dari Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Lamongan, Sabtu (15/2).

1. Akan temui keluarga sebelum merintis bisnis

Mendekam Selama 7 Tahun di Penjara, Napiter Ini Akhirnya BebasNapiter Supyanto (35) berkaos oblong keluar dari Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Lamongan, Sabtu (15/2). IDN Times/Imron

Usai menghirup udara bebas, Supyanto akan menemui keluarga di kampung halamannya di Desa Banyu putih, Kabupaten Batang. Ia juga  berencana mengembangkan usaha pembuatan kripik melinjo dan usaha jual beli tanaman bonsai. "Untuk sementara waktu ini saya akan pulang dulu ke rumah ibu di Batang Jawa Tengah sambil merintis usaha di sana," katanya.

2. Dijemput rekan sesama eks napiter

Mendekam Selama 7 Tahun di Penjara, Napiter Ini Akhirnya BebasNapiter Supyanto (35) berkaos oblong keluar dari Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Lamongan, Sabtu (15/2). IDN Times/Imron

Saat keluar dari Lapas, Supyanto yang merupakan adik Abu Roban salah satu pentolan kelompok teroris Jamaah Ansharut Tauhid (JAT) ini dijemput rekannya sesama eks napiter. Mereka adalah Galih Aji Satria dan rombongan dari Yayasan Lingkar Perdamaian Lamongan yang dipimpin Ali Fauzi, juga eks napiter.

Baca Juga: Putra Amrozi: Tak Mudah Menjadi Anak Napi Terorisme

3. Bakal temui keluarga di Batang Jawa Tengah

Mendekam Selama 7 Tahun di Penjara, Napiter Ini Akhirnya BebasNapiter Supyanto (35) berkaos oblong keluar dari Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Lamongan, Sabtu (15/2). IDN Times/Imron

Supyanto ditangkap Densus 88 anti teror di Kebumen, Jawa Tengah, pada 16 April 2013, lalu itu karena terbukti memiliki satu pucuk senjata api (Senpi) jenis pistol dengan 8 peluru, serta senpi jenis revolver dan 37 butir amunisi aktif. Ia kemudian dipenjara di Mako Brimob hingga akhirnya pada 30 Agustus 2017 lalu ia dipindahkan ke Lapas Lamongan.

Tak hanya divonis memiliki senjata api, Supyanto juga dianggap berperan memberikan bantuan atau kemudahan terhadap pelaku tindak pidana terorisme dan menyembunyikan keberadaan pelaku terorisme. Supyanto saat itu dijerat pasal 13 Huruf B dan C UU Nomor 15 Tahun 2003 tentang Perpu Pengganti UU Nomor 1 Tahun 2002 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.

Baca Juga: Jalani Hukuman 5,5 Tahun, Napiter Riyanto Bebas dari Lapas Porong

Topik:

  • Faiz Nashrillah

Berita Terkini Lainnya