YPKP 65 Kumpul di Surabaya, Ajak Korban Perhatikan Hak

Jangan takut diintimidasi

Surabaya, IDN Times - Yayasan Penelitian Korban Pembunuhan 1965/1966 (YPKP 65) melakukan pertemuan dengan para anggotanya di Rungkut, Surabaya, Sabtu (22/6). Mereka yang merupakan korban tragedi 65 berkumpul dan saling berbagi cerita tentang kehidupannya di daerah masing-masing.

1. Pertemuan untuk membahas hak korban 65

YPKP 65 Kumpul di Surabaya, Ajak Korban Perhatikan HakIDN Times/Fitria Madia

Ketua YPKP 65 Pusat, Bedjo Untung mengatakan bahwa pertemuan tersebut merupakan agenda biasa untuk saling bertegur sapa antar sesama korban 65. Mereka juga memastikan hak-hak sebagai korban juga didapatkan oleh sesamanya.

 

"Sebetulnya pertemuan ini kan pertemuan keluarga besar korban 65 di Jatim. Yaitu teman-teman dan khususnya di Surabaya," ujar Bedjo.

 

Pada pertemuan yang diikuti belasan orang ini, para korban terlihat akrab dan menceritakan kehidupannya masing-masing. Bedjo juga memeriksa apakah mereka mendapatkan hak-haknya seperti pemeriksaan kesehatan dari Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

 

Baca Juga: Pemerintah Razia Buku 'Kiri' dan Komunisme, Ini Alasannya

2. Korban asal Surabaya jarang membuka diri

YPKP 65 Kumpul di Surabaya, Ajak Korban Perhatikan HakIDN Times/Fitria Madia

Pertemuan ini dilakukan di Surabaya karena menurut Bedjo, para korban di Surabaya merupakan yang paling tertinggal dibanding daerah lainnya. Mereka jarang membuka diri dan meminta haknya sebagai korban 65.

 

"Saya contohkan di Pemalang itu sudah sampai 200an korban mendapatkan pelayanan medis psikososial LPSK. Juga Pekalongan, Kroya Cilacap, Boyolali Sumatera Barat, itu udah banyak," imbuhnya.

 

3. LPSK menyediakan pelayanan yang merupakan hak korban 65

YPKP 65 Kumpul di Surabaya, Ajak Korban Perhatikan HakIDN Times/Fitria Madia

Pasalnya, Bedjo menjelaskan bahwa LPSK menyediakan pelayanan medis dan psikososial menurut Undang Undang nomor 13 tahun 2006, yang diperbarui dengan Undang Undang 31 tahun 2014. Atas pelayanan tersebut, masing-masing korban berhak mendapatkan layanan medis serta sejumlah uang.

 

"Dan ini orang orang di Surabaya tidak tahu, makanya saya mengundang teman yang dari Pekalongan Pak Tarno yang memang beliau itu yang bisa menjelaskan karena seringkali intensif melakukan kegiatan itu termasuk saya juga," jelasnya.

4. Banyak yang tidak tahu karena takut diintimidasi

YPKP 65 Kumpul di Surabaya, Ajak Korban Perhatikan HakIDN Times/Fitria Madia

Bedjo mengatakan bahwa banyaknya korban 65 yang tidak mengetahui hak-hak tersebut lantaran banyak dari mereka yang takut diintimidasi oleh aparat keamanan maupun oleh warga. Hal ini dikarenakan mereka sering mendapat serangan saat melakukan perkumpulan.

 

"Teman-teman itu trauma kumpul sedikit ke sini saja digeruduk. Mereka pertemuaannya apa. Sebetulnya korban 65 tidak usah takut dan aparat juga tak perlu takut karena ini haknya korban. Tolong sampaikan ke media bahwa ini adalah hak korban," ungkap Bedjo.

5. Surabaya termasuk daerah aman untuk berkumpul

YPKP 65 Kumpul di Surabaya, Ajak Korban Perhatikan HakIDN Times/Fitria Madia

Untungnya, pertemuan yang dilakukan di Surabaya berlangsung lancar. Peserta perkumpulan bubar sekitar pukul 12.30 WIB. Tidak ada upaya intimidasi baik dari warga maupun aparat kepolisian dan TNI. Salah satu korban bernama Handoko mengaku ia memang sering mendapat intimidasi saat perkumpulan.

"Kemarin di Malang kita dipukuli, dilempari. Untung di sini aman. Di Jakarta sama di Bogor juga waktu itu kita diusir-usir disuruh bubar," ucap Handoko bersyukur.

Memang tak ada upaya pengusiran terhadap mereka. Namun terlihat beberapa pria dan wanita berada di depan lokasi perkumpulan sembari sesekali memotret ke arah perkumpulan.

 

Baca Juga: Handoko, Korban Tragedi 65 yang Pasrah dengan Keadaan

Topik:

  • Faiz Nashrillah

Berita Terkini Lainnya