Comscore Tracker

Warga Sidoarjo Tangkap Buaya di Sungai, Kini Dititipkan di KBS

Buaya ini rencananya akan dilepasliarkan

Sidoarjo, IDN Times - Seekor buaya dengan panjang hampir 2 meter menggegerkan warga Desa Gisik Cemandi, Sedati, Kabupaten Sidoarjo. Buaya ini tiba-tiba menampakkan diri di sungai dan membuat warga sekitar ketakutan. Setelah ditangkap, buaya ini dititipkan di Kebun Binatang Surabaya.

1. Buaya ditangkap oleh warga Sidoarjo

Warga Sidoarjo Tangkap Buaya di Sungai, Kini Dititipkan di KBSBuaya yang ditangkap oleh warga Sidoarjo. Dok istimewa

Kepala Sub Bagian Data dan Evaluasi Kehumasan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Timur, Gatut Panggah Prasetyo  menjelaskan bahwa buaya ini awalnya menampakkan diri di Sungai Dusun Gisik Kidul pada Kamis (21/1/2021) sekitar pukul 15.00 WIB lalu menghilang. Selang beberapa jam kemudian, buaya ini muncul lagi dan langsung ditangkap beramai-ramai oleh warga dan nelayan.

"Panjangnya hampir dua meter, sekitar 1,8-an meter waktu diukur tadi," ujar Gatut, Jumat (22/1/2021).

Baca Juga: 10 Potret Bayi Hewan Menetas dari Telurnya, Termasuk Hiu dan Buaya

2. Diperkirakan berjenis buaya muara

Warga Sidoarjo Tangkap Buaya di Sungai, Kini Dititipkan di KBSBuaya yang ditangkap oleh warga Sidoarjo. Dok istimewa

Warga dusun tersebut pun tak membunuh buaya itu dan memilih menyerahkannya ke BBKSDA Jatim. Saat diambil oleh Tim BBKSDA Jatim, buaya ini diperkirakan merupakan jenis buaya muara.

"Habitatnya buaya muara memang di sungai," tuturnya.

3. Dititipkan di KBS sebelum dilepasliarkan

Warga Sidoarjo Tangkap Buaya di Sungai, Kini Dititipkan di KBSKondisi KBS selama long weekend, Oktober 2020. Dok. Humas KBS.

Rencananya, buaya ini akan dilepasliarkan ke habitatnya. Namun, untuk sementara waktu ini buaya tersebut akan dititipkan di Kebun Binatang Surabaya yang memiliki kandang untuk buaya muara. Sehingga, Tim BKSDA bisa menilai kesesuaian habitat dan perilaku buaya tersebut.

"Untuk pelepasliaran perlu dilakukan penilaian habitat, juga termasuk penilaian perilaku satwanya. Penilaian habitat bukan hanya kesesuaian habitatnya, tapi juga melihat resiko agar tidak terjadi konflik dengan warga," pungkasnya.

Baca Juga: 7 Jenis Buaya Terbesar di Dunia, Ukurannya Raksasa!

Topic:

  • Faiz Nashrillah

Berita Terkini Lainnya