Comscore Tracker

Sebelum Habisi Nyawa Korban, Mat Nadin Sengaja Beli Celurit Baru

Ia terancam hukuman seumur hidup

Surabaya, IDN Times - Mat Nadin (55) terancam hukuman penjara seumur hidup setelah membunuh tetangganya, Suhandi (47) pada Jumat (16/10/2020) di Kecamatan Semampir. Pembunuhan yang dilakukan oleh Mat Nadin dapat dikategorikan sebagai pembunuhan berencana lantaran ia menyiapkan aksi kekerasan tersebut dengan baik.

1. Tersangka akui dendam lama karena cemburu

Sebelum Habisi Nyawa Korban, Mat Nadin Sengaja Beli Celurit BaruIlustrasi pembacokan (IDN Times/Mia Amalia)

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, AKBP Ganis Setyaningrum menjelaskan bahwa Mat Nadin sudah memendam dendam lama kepada Suhandi. Korban disebut sering menggoda istrinya. Ia mengatakan sudah berkali-kali memberikan peringatan kepada Suhandi  namun tak digubris. Akhirnya, ia pun jengkel, cemburu, dan dendam setengah mati kepada Suhandi.

"Dari keterangan tersangka intinya bahwa dia (korban) sering mengganggu istrinya sejak 2017 dan itulah muncul rasa sakit hati. Karena sudah diingatkan tetapi tetap saja mengganggu istrinya," ujar Ganis di Mapolres Pelabuhan Tanjung Perak, Sabtu (17/10/2020).

Namun berdasarkan keterangan anak korban dan warga setempat, mediasi antara keduanya sudah dilakukan dan perselingkuhan atau godaan tersebut tidak terbukti. Namun Mat Nadin tetap merasa istrinya sering digoda oleh Suhandi.

2. Sengaja beli celurit baru untuk habisi korban

Sebelum Habisi Nyawa Korban, Mat Nadin Sengaja Beli Celurit BaruKapolres Tanjung Perak AKBP Ganis Setyaningrum saat menanyai tersangka pembunuhan, Mat Nadin, Sabtu (17/10/2020). Dok istimewa

Bahkan pada pekan lalu, lanjut Ganis, Mat Nadin sengaja membeli senjata tajam jenis celurit untuk menghabisi Suhandi. Ia pun tinggal menunggu waktu yang tepat agar bisa melukai Suhandi. Hingga akhirnya pada Jumat pagi Mat Nadin melihat Suhandi tengah berada di depan rumahnya sedang bersiap untuk menjemput istrinya di pasar.

"Tersangka lewat depan rumah dan melihat ada korban. Langsung dia kembali ke rumah mengambul celurit yang dibelinya," ungkapnya.

3. Sempat pulang untuk ambil celurit saat melihat korban

Sebelum Habisi Nyawa Korban, Mat Nadin Sengaja Beli Celurit BaruIlustrasi Pembacokan (IDN Times/Mardya Shakti)

Berbekal celurit yang sudah disiapkan, Mat Nadin pun menghajar Suhandi habis-habisan tanpa ampun. Akhirnya korban pun meninggal dunia akibat sejumlah luka menganga yang ada di tubuhnya seperti di dada kanan dan di lengan kanan. Setelah puas menghabisi nyawa Suhandi, Mat Nadin kemudian kabur ke rumah keluarganya di Sampang.

"Pengungkapan ini kalau dihitung jam adalah hanya 8 jam 30 menit. Dilaporkan dari jam setengah 1 dan berhasil diungkap kurang lebih jam setengah 10 malam," tutur satu-satunya Kapolres perempuan di Jatim ini.

Baca Juga: Diduga Motif Asmara, Pembacokan Membabi Buta Tewaskan Seorang Pria

4. Terancam penjara seumur hidup

Sebelum Habisi Nyawa Korban, Mat Nadin Sengaja Beli Celurit BaruIlustrasi penjara (IDN Times/Mia Amalia)

Dengan pengakuan tersangka dan alat bukti, Mat Nadin pun diduga kuat telah melakukan pembunuhan berencana. Ia sudah menyiapkan senjata sebelum mendatangi korban dan membacok korban tanpa ampun. Ganis menyebutkan bahwa Mat Nadin terancam dijerat Pasal 338 dan atau Pasal 340 KUH tentang pembunuhan berencana.

"Tersangka kami kenakan pasal 338, dan atau 340 KUHP ancaman hukuman penjara seumur hidup," tegas Ganis.

Baca Juga: Sempat Kabur, Pembunuh Akibat Cemburu Buta di Semampir Ditangkap

Topic:

  • Faiz Nashrillah

Berita Terkini Lainnya