Risma Sudah Cabut Laporan, Penghinanya Belum Tentu Bebas dari Tahanan

Karena masih ada pasal delik murni yang menjerat

Surabaya, IDN Times - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini telah mencabut laporan penghinaan dirinya di Facebook, kemarin Sabtu (8/2). Kendati begitu, penghinanya, Zikria Dzatil belum bisa dipastikan bisa langsung bebas dari tahanan. Sebab, berdasar proses hukum yang dilaluinya, wanita asal Bogor itu dijerat dua pasal.

1. Zikria dijerat 2 pasal

Risma Sudah Cabut Laporan, Penghinanya Belum Tentu Bebas dari TahananRilis pelaku penghinaan terhadap Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini di Mapolrestabes, Surabya. (IDN Times/Fitria Madia)

Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Sudamiran menjelaskan, Zikria dijerat dua pasal berlapis. Pasal pertama tentang penghinaan yaitu Pasal 27 Ayat (3) UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik jo Pasal 45 Ayat (1) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Sementara pasal kedua tentang Ujaran Kebencian yaitu Pasal 28 Ayat (2) UU ITE.

"Sejak awal memang dikenakannya dua pasal itu. Dan dua-duanya sudah terpenuhi unsur-unsurnya berdasarkan keterangan saksi ahli," ujar Sudamiran saat dihubungi IDN Times, Minggu (9/2).

2. Pasal 27 (3) adalah delik aduan

Risma Sudah Cabut Laporan, Penghinanya Belum Tentu Bebas dari TahananKasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Sudamiran (kanan). IDN Times/Fitria Madia

Sementara pencabutan laporan oleh Risma terhadap Zikria hanya berkaitan dengan Pasal 27 (3) tentang Penghinaan. Pasal tersebut memang merupakan delik aduan yang artinya pelaku bisa dihukum jika korban merasa dirugikan.

"Memang sesuai hukum delik aduan itu prosesnya bisa dihentikan kalau pelapor mencabut laporannya," tuturnya.

Baca Juga: Penghina Risma Ajukan Penangguhan Penahanan karena Anaknya Butuh ASI

3. Pasal 28 (2) tetap bisa lanjut meski laporan dicabut

Risma Sudah Cabut Laporan, Penghinanya Belum Tentu Bebas dari TahananBarang bukti kasus penghinaan terhadap Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini di Mapolrestabes, Surabya. (IDN Times/Fitria Madia)

Akan tetapi, jeratan kedua yaitu Pasal 28 (2) tentang Ujaran Kebencian merupakan delik murni, bukan delik aduan. Sehingga, polisi sebenarnya tetap bisa memproses kasus meski laporan telah dicabut oleh si pelapor.

"Oleh karena itu, meski Bu Risma sudah mencabut (laporan), kami masih belum bisa menghentikannya begitu saja," lanjut Sudamiran.

4. Segera lakukan gelar perkara

Risma Sudah Cabut Laporan, Penghinanya Belum Tentu Bebas dari TahananBarang bukti penghinaan terhadap Wali Kota Risma. IDN Times/Fitria Madia

Untuk memutuskan apakah Zikria akan segera dibebaskan atau tidak, Satreskrim Polrestabes Surabaya segera melakukan gelar perkara bersama penyidik yang menangani kasus tersebut. Ia butuh mempertimbangkan berbagai hal sebelum Zikria dipastikan bebas dari jeratan perkaranya.

"Kami akan segera melakukan gelar perkara itu, ya," tutupnya.

Baca Juga: Risma Cabut Laporan Polisi Soal Penghinaan di Media Sosial

Topik:

  • Dida Tenola

Berita Terkini Lainnya