Ribuan Buruh Jatim Demo Tolak Omnibus Law RUU Cilaka

Ada beberapa pasal yang dirasa mengancam

Surabaya, IDN Times - Protes atas adanya omnibus law juga dilakukan oleh para buruh di Jawa Timur. Mereka menggelar aksi demonstrasi di halaman Kantor DPRD Provinsi Jawa Timur Jalan Indrapura, Senin (20/1) untuk menuntut pembatalan RUU Cipta Lapangan Kerja.

1. Ribuan buruh aksi di DPRD Jatim

Ribuan Buruh Jatim Demo Tolak Omnibus Law RUU CilakaSuasana demonstrasi para buruh tolak RUU Cilaka di depan DPRD Jatim, Senin (20/1). IDN Times/Fitria Madia

Aksi ini dimulai sekitar pukul 14.30 WIB. Tampak ribuan buruh datang menggunakan sepeda motor, mobil pribadi, dan mobil komando. Berbagai macam seragam dan bendera organisasi perburuhan mereka mewarnai jalannya aksi.

Para buruh tidak membawa spanduk atau poster berisikan tuntutan. Mereka menggantungkan penyampaian tuntutan melalui mobil komando yang berjumlah 8 unit. Salah satu tuntutannya disampaikan orator salah satunya Ketua Konsulat Cabang FSPMI Kota Surabaya Doni Ariyanto.

"Upah akan dihitung per jam. Bisa saja perusahaan itu nakal. Yang seharusnya 8 jam kerja malah diubah jadi satu jam kerja atau dua jam kerja. Betul?" seru Doni melalui pengeras suara.

2. Menuntut pembatalan RUU Cilaka

Ribuan Buruh Jatim Demo Tolak Omnibus Law RUU CilakaSekjen KSPI Jazuli saat ditemui di aksi depan DPRD Jatim, Senin (20/1). IDN Times/Fitria Madia

Para buruh tersebut menuntut pembatalan omnibus law RUU Cipta Lapangan Kerja (Cilaka). Menurut mereka, banyak perubahan yang akan merugikan para buruh. Sekjen KSPI (Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia) Jazuli menyebutkan beberapa pasal yang dipermasalahkan yaitu upah minimum, pemutusan hubungan kerja yang dipermudah, uang pesangon yang dihilangkan, dan upah dihitung perjam.

"Pasal-pasal yang dipangkas dari UU 13 tahun 2013 itu pasal yang jadi jantungnya. Meski masih banyak pasal lain, tapi itu pasal jatung yang kalau dipangkas akan membunuh pekerja," jelasnya.

3. Aksi bertepatan dengan penyerahan draft

Ribuan Buruh Jatim Demo Tolak Omnibus Law RUU CilakaSuasana demonstrasi para buruh tolak RUU Cilaka di depan DPRD Jatim, Senin (20/1). IDN Times/Fitria Madia

Hari Senin (20/1) pun dipilih sebagai waktu aksi lantaran pemerintah pusat menyerahkan draf RUU ke DPR RI. Para buruh di berbagai daerah menggelar aksi serentak agar bisa mendesak pemerintah pusat dan DPR RI supaya tidak mengesahkan RUU tersebut.

"Kami sudah bertemu anggota dewan dan membuat kesepakatan akan menolak RUU Omnibus Law khususnya tentang ketenagakerjaan itu," imbuhnya.

 

4. Wakil Ketua DPRD temui massa aksi

Ribuan Buruh Jatim Demo Tolak Omnibus Law RUU CilakaSuasana demonstrasi para buruh tolak RUU Cilaka di depan DPRD Jatim, Senin (20/1). IDN Times/Fitria Madia

Pada kesempatan tersebut, Wakil Ketua DPRD Jatim Sahat Tua Simanjuntak naik ke mobil komando untuk meyakinkan kepada massa aksi bahwa ia berada di pihak mereka. Sahat pun menjanjikan akan memperjuangkan penghapusan klaster ketenagakerjaan dari RUU Omnibus Law.

"Karena rasa komitmen dan rasa cinta yang sama dengan bapak ibu sekalian, kami DPRD Jatim sudah menerima uneg-uneg. Kami menegaskan bahwa akan memperjuangkan harapan kita semua terkait omnibus law khususnya klaster ketenagakerjaan," paparnya di mobil komando.

Baca Juga: Komisi IX DPR Sepakat Tolak RUU Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja 

5. Ancam akan adakan aksi susulan

Ribuan Buruh Jatim Demo Tolak Omnibus Law RUU CilakaSuasana demonstrasi para buruh tolak RUU Cilaka di depan DPRD Jatim, Senin (20/1). IDN Times/Fitria Madia

Jika permintaan mereka tak kunjung dipenuhi, para buruh pun mengancam akan menggelar aksi lanjutan dengan massa yang lebih besar. Bahkan mereka mengancam akan mogok kerja secara besar-besaran agar klaster ketenagakerjaan di RUU omnibus law dihapuskan.

"Kami akan lumpuhkan pabrik. Kita akan mogok. Kita bisa tunjukkan kalau buruh juga bisa melumpuhkan ekonomi. Karena gak ada cara lain kalau negara tidak bisa diajak bicara," pungkas Jazuli.

Baca Juga: Basah Kuyup Diguyur Hujan, Buruh Tak Gentar Suarakan Tolak Omnibus Law

Topik:

  • Faiz Nashrillah

Berita Terkini Lainnya