Kasus COVID-19 Merangkak Naik, Satgas Sebut Warga Surabaya Lalai

Menilai warga kendor lagi menerapkan protokol kesehatan

Surabaya, IDN Times - Penambahan kasus COVID-19 di Indonesia terus memecahkan rekor sejak pertama kali virus corona masuk. Bukannya melandai, kasus malah terus bertambah semakin banyak tiap harinya. Salah satunya di Kota Surabaya. Meski penambahan kasus sempat berkurang, namun kini kembali meninggi tiap harinya.

1. Kasus COVID-19 kembali naik karena warga dianggap lalai

Kasus COVID-19 Merangkak Naik, Satgas Sebut Warga Surabaya LalaiIlustrasi corona. IDN Times/Arief Rahmat

Berdasarkan data Satgas COVID-19 Jawa Timur, pada Senin (30/11/2020) kasus COVID-19 di Kota Surabaya bertambah 47 orang. Dengan ini, jumlah kasus aktif pun bertambah 10 persen menjadi 76 orang. Padahal, sebelumnya penambahan kasus hanya berkisar 20 orang.

Melihat fenomena ini, Wakil Sekretaris IV Satgas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Surabaya, Irvan Widyanto mengatakan bahwa penyebab utama naiknya penambahan kasus ini adalah warga yang mulai mengendorkan protokol kesehatan. Akhirnya, penularan COVID-19 terjadi lebih cepat.

"Akhir-akhir ini warga sudah mulai bersosialisasi dan kumpul-kumpul. Nah, ketika kumpul-kumpul itu pasti ada makan-makan yang kemudian melepas masker. Ketika melepas masker itu mereka kemudian keenakan ngobrol, sehingga terkadang sampai lupa waktu," ujarnya, Selasa (1/12/2020).

2. Karena ada libur panjang akhir pekan

Kasus COVID-19 Merangkak Naik, Satgas Sebut Warga Surabaya LalaiWakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Irvan Widyanto

Selain itu, naiknya angka COVID-19 juga diakibatkan adanya libur panjang akhir pekan pada akhir Oktober hingga awal November 2020. Pada kesempatan tersebut, banyak warga yang memutuskan untuk berlibur. Namun sayangnya setelah libur panjang itu, masyarakat menjadi teledor dalam protokol kesehatan.

"Di sini kami tidak bisa kalau masyarakat sendiri tidak aware, tidak memiliki kesadaran. Sudah kurang lebih pasca-long weekend. Ketika ada long weekend, kami lihat kecenderungan perilaku masyarakat cenderung teledor," tuturnya.

Baca Juga: Cegah Gelombang Kedua COVID-19 di Surabaya, Razia Prokes Digencarkan

3. Pemkot Surabaya merasa masih terus melakukan razia

Kasus COVID-19 Merangkak Naik, Satgas Sebut Warga Surabaya LalaiTim Swab Hunter saat melaksanakan razia dan tes swab massal. IDN Times/ Dok istimewa

Padahal, lanjut Irvan, pihak Pemkot Surabaya masih terus berusaha memperketat protokol kesehatan dengan berbagai razia dan patroli tim Swab Hunter. Namun hal tersebut menjadi percuma jika masyarakat tetap lalai dalam menerapkan protokol kesehatan.

"Jadi saya mohon kepada warga, pandemik COVID-19 belum usai. Mari kita bersama-sama jaga diri dan patuhi protokol kesehatan," pungkasnya.

Kasus COVID-19 Merangkak Naik, Satgas Sebut Warga Surabaya LalaiInfografis Gerakan 3M (IDN Times/Ryann Rezza Ardiansyah)

Pemerintah melalui Satuan Tugas Penanganan COVID-19, menggelar kampanye 3 M : Gunakan Masker, Menghindari Kerumunan atau jaga jarak fisik dan rajin Mencuci tangan dengan air sabun yang mengalir. Jika protokol kesehatan ini dilakukan dengan disiplin, diharapkan dapat memutus mata rantai penularan virus. Menjalankan gaya hidup 3 M, akan melindungi diri sendiri dan orang di sekitar kita. Ikuti informasi penting dan terkini soal COVID-19 di situs covid19.go.id dan IDN Times.

Baca Juga: 14 Hari Usai Libur Panjang, Kasus COVID-19 di Surabaya Menurun

Topik:

  • Dida Tenola

Berita Terkini Lainnya