Kasus COVID-19 di Surabaya Meningkat, Masyarakat Disebut Lalai

Protokol kesehatan mulai dilupakan

Surabaya, IDN Times - Kasus COVID-19 di Kota Surabaya perlahan-lahan kembali meningkat. Melihat kondisi ini, Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Surabaya menilai jika masyarakat sudah mulai lalai dalam menerapkan protokol kesehatan.

1. Anggap kedisiplinan warga mulai menurun

Kasus COVID-19 di Surabaya Meningkat, Masyarakat Disebut LalaiTim Swab Hunter saat melaksanakan razia dan tes swab massal. IDN Times/ Dok istimewa

Dalam beberapa hari terakhir, jumlah kasus aktif di Kota Surabaya berkisar pada angka 90 orang per harinya. Padahal, sebelumnya pasien COVID-19 aktif di Surabaya maksimal hanya menyentuh angka 70-an orang saja. Melihat hal ini, Satgas Perpecepatan Penanganan COVID-19 Surabaya mengakui adanya peningkatan kasus di Kota Pahlawan.

"Memang ada sedikit peningkatan kasus. Kalau kami perhatikan, kedisiplinan warga mulai menurun sekarang," ujar Wakil Sekretaris IV Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Surabaya, Irvan Widyanto, Senin (14/12/2020).

2. Satgas COVID-19 Mandiri diminta untuk diaktifkan kembali

Kasus COVID-19 di Surabaya Meningkat, Masyarakat Disebut LalaiKepala BPB dan Linmas Surabaya Irvan Widyanto. IDN Times/Fitria Madia

Penambahan kasus tiap harinya pun bertambah. Awalnya hanya ada sekitar 30-40 kasus tambahan kasus COVID-19 per hari. Namun, kini menjadi 50 ke atas. Bahkan, pada Kamis (10/12/2020), kasus bertambah hingga 71 orang dalam sehari. Untuk menekan angka tersebut, Irvan meminta Satgas COVID-19 Mandiri yang dulu sudah terbentuk di masing-masing tempat kerja, pasar, maupun mal agar kembali diaktifkan.

"Kami imbau kepada para pelaku usaha, tempat kerja, dan tempat ibadah untuk mengefektifkan kembali satgas mandiri masing-masing demi memutus mata rantai penyebaran COVID-19 di Surabaya,” tuturnya.

Baca Juga: Beberapa Pekerja Metro TV Surabaya Positif COVID-19

3. Masyakarat sudah sering kumpul-kumpul

Kasus COVID-19 di Surabaya Meningkat, Masyarakat Disebut LalaiIlustrasi virus corona (IDN Times/Arief Rahmat)

Irvan menilai bahwa masyarakat saat ini mulai mengentengkan penularan COVID-19 dan lalai dalam protokol kesehatan. Ia juga memantau sudah banyak kegiatan masyarakat yang berkumpul dan bersosialisasi. Akibatnya, penularan COVID-19 pun berpotensi besar terjadi di sana.

"Ketika kumpul-kumpul itu pasti ada makan-makan yang kemudian melepas masker. Ketika melepas masker itu mereka kemudian keenakan ngobrol, sehingga terkadang sampai lupa waktu. Nah, begini ini yang harus diantisipasi juga,” ungkapnya.

4. Kerap ada pemakluman tak bermasker ketika berkumpul dengan orang terdekat

Kasus COVID-19 di Surabaya Meningkat, Masyarakat Disebut LalaiInfografik Cara Menggunakan Masker yang Baik. IDN Times/Sukma Shakti

Ia mengingatkan bahwa COVID-19 bisa menular dari dan kepada siapa saja tanpa melihat statusnya. Meski sesama rekan kerja, teman, sahabat, bahkan keluarga, penularan COVID-19 patut diantisipasi. Pasalnya, kini banyak orang yang menganggap lumrah mengobrol tanpa masker kepada orang terdekatnya.

"Mereka rekan kerjaku, jadi aku bisa membicarakan tanpa masker, mereka kan teman-teman dekatku, jadi aku bisa berbincang-bincang tanpa pakai masker, mereka kerabatku, jadi aku bisa mengobrol tanpa pakai masker. Jangan seperti itu," sebut Irvan mencontohkan ungkapan yang sering terlontar di masyarakat.

Baca Juga: Ruang Isolasi COVID-19 di Surabaya Penuh, Pasien Kesulitan dan Antre

Topik:

  • Dida Tenola

Berita Terkini Lainnya