Golkar Surabaya Belum Sebut Nama, Masih Santai Tunggu DPP

Bisa jadi bikin poros ketiga

Surabaya, IDN Times - Partai Politik sudah berlomba-lomba untuk memulai perjuangan mereka dalam Pemilihan Wali Kota Surabaya 2020 dengan menentukan pilihan pada bakal calon yang diusung. Namun hal ini tidak berlaku bagi Partai Golongan Karya (Golkar). Saat ini, DPD Partai Golkar Surabaya lebih memilih menaati alur dan jadwal yang telah ditetapkan oleh DPP Partai Golkar.

1. Tak merasa ketingalan "kereta" Pilwali Surabaya

Golkar Surabaya Belum Sebut Nama, Masih Santai Tunggu DPP(Ilustrasi) ANTARA FOTO/Reno Esnir

Wakil Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Golkar Surabaya Arif Fathoni menjelaskan bahwa, pihaknya tak ingin gegabah dalam menentukan pilihan Bacawali yang mereka usung. Ia pun juga merasa tidak ketinggalan "kereta" partai-partai lain lantaran tak kunjung mengumumkan nama jagoannya.

"Kami ada beberapa tahapan mulai penjaringan sampai fasilitasi para Bacawali untuk turun menyapa masyarakat. Saat ini, kami menunggu keputusan dari DPP atas nama-nama yang sudah kami setor," ujar Fathoni saat dihubungi IDN Times, Sabtu (22/2).

2. Ada tiga nama yang dipertimbangkan

Golkar Surabaya Belum Sebut Nama, Masih Santai Tunggu DPPIlustrasi Pilwali Surabaya. IDN Times/Sukma Shakti

Fathoni menyebutkan, ada 3 nama yang diserahkan kepada DPP Partai Golkar sebagai calon jagoan mereka. Nama pertama adalah Zahrul Azhar alias Gus Hans yang merupakan kader internal Partai Golkar. Calon berikutnya adalah Machfud Arifin, mantan Kapolda Jatim yang sudah memborong 6 rekomendasi partai yaitu PKB, PPP, PAN, Partai Gerindra, Partai Demokrat, dan Partai NasDem.

"Sedangkan yang satunya masih belum bisa kita sebutkan. Masih rahasia," ungkapnya tanpa menjelaskan alasannya merahasiakan nama tersebut.

Baca Juga: Pilih Hari Terakhir, Sholeh-Taufik Siapkan 160 ribu KTP Dukungan

3. Sebenarnya memprioritaskan kader internal

Golkar Surabaya Belum Sebut Nama, Masih Santai Tunggu DPPZahrul Azhar (kiri) bersama Wawali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana. IDN Times/Fitria Madia

Lebih lanjut, Fathoni mengatakan bahwa Partai Golkar sebenarnya harus memprioritaskan kader internal mereka sendiri. Hal ini seperti yang disampaikan oleh Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto pada saat Munas Golkar beberapa waktu lalu. Akan tetapi  hal tersebut tidak menutup  kemungkinan rekomendasi jatuh di tangan calon non partai.

"Kita tunggu hasil rekomendasi dari DPP. Karena kami kan tugasnya hanya menjaring saja siapa yang sekiranya siap dan pantas dikaryakan. Nanti keputusan akhir ada di tangan DPP," tuturnya.

4. Tak menutup kemungkinan ada poros ketiga

Golkar Surabaya Belum Sebut Nama, Masih Santai Tunggu DPPIDN Times/Aan Pranata

Sementara itu, Fathoni mengatakan ada kemungkinan akan membuat poros ketiga di luar koalisi Machfud atau partai raksasa, PDIP. Poros ketiga ini mungkin terjadi bersama partai yang belum menentukan pilihannya seperti PKS. Tapi tak menutup kemungkinan juga pihaknya akan bergabung dengan koalisi besar bersama Machfud mengingat nama purnawirawan jenderal itu juga masuk dalam daftar bakal calon mereka.

"Yang pasti kita selalu menjalin komunikasi dengan lintas partai. Tidak menutup kemungkinan akan ada poros ketiga atau kami bergabung. Politik itu seni yang dinamis," tutupnya.

Baca Juga: Butuh 924 Orang, Baru 260 yang Mendaftar Jadi PPS Pilwali Surabaya

Topik:

  • Faiz Nashrillah

Berita Terkini Lainnya