Cegah Covid-19, Daop 8 Pangkas Kapasitas hingga Batalkan 7 Relasi KA

Kapasitas daya angkut penumpang KA lokal juga dikurangi

Surabaya, IDN Times - Untuk turut mengampanyekan #DiRumahAja dan social distancing, PT KAI Daop 8 Surabaya menurunkan kapasitas daya angkutan penumpang hingga membatalkan perjalanan beberapa relasi kereta api. Langkah ini diambil demi menekan laju penyebaran virus corona di Indonesia utamanya Surabaya dan sekitarnya.

1. Tiap hari KA lokal bisa angkut 38.346 orang

Cegah Covid-19, Daop 8 Pangkas Kapasitas hingga Batalkan 7 Relasi KAIlustrasi kereta api. IDN Times/Larasati Rey

Manajer Humas PT KAI Daop 8 Surabaya Suprapto menjelaskan, penurunan kapasitas ini bertujuan agar kepadatan kereta dapat berkurang. Sebelumnya, terdapat 46 perjalanan KA Lokal yang beroperasi tiap hari di wilayah PT KAI daop 8 Surabaya dengan daya kapasitas terdiri dari 25.564 tempat duduk (100 persen) dan toleransi tiket berdiri (50 persen dari tempat duduk) sebanyak 12,782 orang.

"Jadi total dalam seharinya, daya kapasitas perjalanan KA Lokal di wilayah PT KAI daop 8 Surabaya bisa mencapai 38.346 penumpang," ujar Suprapto melalui siaran pers resmi PT KAI Daop 8 Surabaya, Selasa (24/3).

2. Kapasitas daya angkut tinggal separuh

Cegah Covid-19, Daop 8 Pangkas Kapasitas hingga Batalkan 7 Relasi KAIlustrasi penumpang kereta api. ANTARA FOTO/Budi Candra Setya

Sejak Selasa (24/3), kapasitas daya angkut penumpang akan dikurangi hingga separuhnya atau 75 persen. Dari total daya angkut 38.346 penumpang, Suprapto menyebut saat ini dalam sehari KA Lokal hanya bisa mengangkut 19.182 saja.

"Dalam rangka mendukung kebijakan pemerintah menangani pencegahan penyebaran virus Corona di tanah air, serta dengan adanya penetapan Perpanjangan Status Keadaan Tertentu Darurat Bencana Wabah Penyakit Akibat Virus Corona di Indonesia oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga 29 Mei 2020," tuturnya.

3. Empat kereta diperpendek perjalanannya

Cegah Covid-19, Daop 8 Pangkas Kapasitas hingga Batalkan 7 Relasi KAIlustrasi penumpang kereta api. ANTARA FOTO/Budi Candra Setya

Selain mengurangi kapasitas angkutan KA Lokal, PT KAI Daop 8 Surabaya juga memperpendek perjalanan empat kereta. Berikut rinciannya :

1. KA Argo Wilis (KA plb 1a/ KA plb 2a) relasi Sebelumnya Surabaya Gubeng – Bandung – Gambir/pp, menjadi Stasiun Surabaya Gubeng - Bandung/pp.
2. KA Mutiara Selatan (Ka plb 103a / KA plb 104a) relasi sebelumnya Malang – Surabaya Gubeng – Bandung – Gambir/pp, menjadi Malang – Surabaya Gubeng – Bandung/pp.
3. KA Turangga (KA plb 77a/KA plb 78a) relasi Surabaya Gubeng – Bandung – Gambir/pp, menjadi Surabaya Gubeng – Bandung/pp.
4. KA Malabar (KA plb 107a/ KA plb 108a) relasi Malang – Bandung – Pasar Senen/pp menjadi Malang – Bandung/pp.

4. Ada tiga kereta yang perjalanannya dibatalkan sepenuhnya

Cegah Covid-19, Daop 8 Pangkas Kapasitas hingga Batalkan 7 Relasi KAIlustrasi kereta api. IDNTimes/Regina Amalia

Bahkan, tak hanya mengurangi kapasitas daya angkutan dan memperpendek relasi, PT KAI Daop 8 Surabaya meniadakan perjalanan 3 kereta api secara keseluruhan. Berikut tiga kereta api yang terimbas virus corona :

1. KA Sembrani ( KA 81/ KA 82) relasi Stasiun Surabaya Pasar Turi – Gambir/pp.
2. KA Gumarang (KA 133/ KA 134) relasi Stasiun Pasar Turi – Stasiun Pasar Senen/ pp.
3. KA Songoriti (KA 283 / KA 284) relasi Stasiun Surabaya Gubeng – Stasiun Malang/pp.

5. Tetap jaga social distancing

Cegah Covid-19, Daop 8 Pangkas Kapasitas hingga Batalkan 7 Relasi KA(Foto hanya ilustrasi) Kedatangan kereta api tak terpengaruh meski Jakarta banjir. IDN Times/ Alfi Ramadana

Oleh karena itu, Suprapto berharap agar masyatakat mematuhi anjuran pemerintah untuk #DiRumahAja dan selalu menjaga social distancing. Jika terpaksa berpergian, jangan lupa mengenakan masker, jaga jarak, dan memastikan kebersihan tangan.

“Meskipun terdapat pengurangan jadwal kereta api, PT KAI Daop 8 Surabaya tetap memberikan pelayanan yang terbaik kepada penumpang yang membutuhkan transportasi kereta api dengan segala protokol pencegahan virus corona yang telah diterapkan,” tutupnya.

Topik:

  • Dida Tenola

Berita Terkini Lainnya